Review: A Lonely Place To Die (2011)

Jika melihat premis nya, seperti nya ALPTD hampir-hampir sama seperti Vertige/High Lane dan film-film sejenis lainnya. A Lonely Place To Die menceritakan tentang lima pendaki gunung, Allison(Mellisa George), Ed(Ed Speelers), Rob(Alec Newman),Jenny(Kate Magowan) dan Andy(Eamonn Walker) yang berencana untuk pergi ke suatu tempat. Kemudian,tengah istirahat mereka mendengar suara anak kecil meminta tolong yang berasal dari suatu tempat di bawah tanah.Kita akan melihat perjuangan kelima pendaki guning tersebut guna menyelamatkan anak kecil bernama Anna tersebut. Tetapi, perjuangan mereka tidak hanya sampai disitu saja. Mereka juga harus berhadapan dengan penculik yang ingin membunuh mereka satu-per-satu. 

  

A Lonely Place To Die tampil sangat sangat menegangkan diawal. Saya sempat beranggapan bahwa film ini akan menjadi film thriller terbaik di tahun 2011. Beberapa menit di awal adalah momen yang paling menegangkan dari keseluruhan film ini. Namun, tidak berhenti begitu saja. Masih ada adegan-adegan panjat gunung yang lebih menegangkan. ALPTD tampil sangat menarik di 45 menit awal nya.

 

Selain itu, ALPTD menampilkan landscape yang indah. Perjuangan mereka untuk menyelamatkan anak tersebut juga akan membuat para penonton deg-degan. ALPTD memang tak sesadis dan seberani HighLane, namun ALPTD adalah film yang sangat menarik…saya belum selesai bicara di setengah durasi film tersebut. Mellisa George juga banyak membantu film ini. Yang seperti kita tahu, dari Turistas dan film-film yang pernah ia mainkan.. dia bisa akting.

 

Seperti yang saya bilang. ALPTD sangat menarik di setengah durasi. Setelah itu, Julian Gilbey membanting stir dari aksi-aksi memanjat gunung ke aksi tembak-tembakan hanya untuk merebutkan anak tersebut. ALPTD seperti kehilangan arah ketika Julian mencoba untuk meninggalkan panjat-panjatan gunung tersebut ke tembak-tembakan yang tidak menegangkan sama sekali.

 

 

Masih mending jika Julian mampu membuat para penontonya terengah-engah melihat aksi demi aksi yang dilakukan para penculik untuk mendapatkan bayi itu. Dan aksi tembak-menembak tersebut hampir tiada gunanya disini. Jadi, tentu saja di 30 menit terakhir kita tidak akan menemukan rasa-rasa tegang seperti apa yang dirasakan di awal film.

 

Kesalahan lain yang diperbuat oleh Julian adalah para cast nya yang dimatikan terlalu cepat. Membuat film ini jadi hampa dan kosong pada 30 menit terakhir. Memang, kita akan melihat aksi Mellisa George yang menolong Anna bagaikan Pahlawan. Sampai-sampai kepahlawananya membuat saya kebingungan. Allison mau melakukan apa saja untuk menyelamatkan anak tersebut walaupun teman nya mati begitu saja. Dan dari ekspresi para castnya, dapat saya simpulkan tidak ada kesedihan di muka-muka mereka. Walaupun melihat pacar nya tewas begitu saja. 

 

 

Overall, A Lonely Place To Die adalah thriller yang sangat menarik di awal film namun menjadi membosankan dan begitu-gitu saja di akhir. Boleh ditonton, tapi jika tidak pun tidak rugi. Ada bebarapa momen yang sangat mengangkan, dan memorable. Namun, pada akhirnya A Lonely Place To Die hanya film thriller yang mudah dilupakan. Film semacam ini yang seharusnya menampilkan ke sadisan namun tidak ada kesadisan yang benar-benar sadis. bahkan tidak ada sedikit pun. Yah ikuti saja film ini dari awal sampai akhir. 

 Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s