Review: Breaking Dawn Part II (2012)

Breaking Dawn Part 2Akhirnya…Franchise yang telah menjadi salah satu paling kontroversial berakhir juga. Tidak senang, tidak pun sedih. Karena saya bukanlah penggemar berat Franchise ini dan saya pun bukan Twilight Haters. Jika membandingkan dengan Twilight (2008), New Moon (2009), Eclipse (2010), Breaking Dawn Part 1 (2011) dan yang baru dirilis tanggal 16 November kemarin ini. Saya tidak akan mengatakan bahwa saya menyukai seluruhnya yang disajikan dari awal hingga akhir. Twilight mungkin masih bermain dengan cukup aman. Saya lumayan menyukainya. Kemudian, hadir New Moon yang murni adalah sebuah kegagalan. Dan Eclipse yang ternyata belum memuaskan banyak penontonya walaupun menurut saya masih aman-aman saja dan masih layak tonton dan juga tidak pantas mendapatkan kritikan-kritikan yang telah diberikan. Breaking Dawn Part 1 adalah dimana saya betul-betul merasakan apa yang TwiHards rasakan. Saya menyukainya. Dan untuk Part 2 nya, hm mari kita bahas. Tidak peduli jika rating di beberapa situs terlalu rendah. Entah apa lagi maunya karena menurut saya Bill Condon telah memberikan hampir semuanya yang penonton inginkan.

Breaking Dawn Part 2 atau yang sekarang mulai ditambah “The Twilight Saga” didepanya mengisahkan tentang pulihnya Bella (Kristen Stewart) yang sekarat ketika sedang melahirkan anaknya, Renesmee (Mackenzie Foy). Dan hal itu membuat Edward (Robert Pattinson) akhirnya mengubah Bella menjadi vampir. Ketika Renesmee dilahirkan, munculah konflik yang berawal dari Irina (Maggie Grace) yang mengadu dan mengatakan bahwa The Cullens telah membuat kesalahan. Renesmee dianggap sebagai “Anak Abadi” yang memberikan ancaman kepada kaum vampir. Yang faktanya adalah Renesmee bukanlah “Anak Abadi”. Kelompok Volturi pun tidak tinggal diam. Bukanya mengambil jalan damai, Aro (Michael Sheen) berniat untuk membunuh Renesmee. The Cullens yang mengambil jalan damai dengan cara membicarakan hal ini baik-baik. The Cullens mencari dukungan untuk saksi mata bahwa Renesmee bukanlah apa yang mereka katakan. Bukanya berdamai, Aro berniat jahat dengan memulai peperangan. Dan para vampir pun berjatuhan satu per satu.

Breaking Dawn Part 2 adalah yang terbaik dari seluruh franchise ini. Walaupun begitu, masih banyak kekurangan Bill Condon dalam mengemas Breaking Dawn Part 2 menjadi lebih baik lagi. Menurut saya, Breaking Dawn Part 2 terasa lebih membosankan dibandingkan bagian pertamanya. Walaupun bagian pertamanya jauh lebih mementingkan dramanya dibandingkan bagian keduanya. Breaking Dawn Part 2 memang tidak sepenuhnya diisi dengan adegan aksi. Namun, sekali adegan aksi tersebut muncul, akan membuat para penontonya menganga bahwa inilah yang telah kami tunggu-tunggu. Dan Terimakasih Bill Condon telah mewujudkan apa yang telah kita inginkan dari seluruh franchise ini. Adegan aksi nya dikemas dengan sangat baik. Dan juga menegangkan. Walaupun tidak sesadis yang saya kira. Saya mengira akan ada cipratan-cipratan darah dan organ-organ tubuh melayang. Dan yang saya lihat hanya adegan pembantaian yang itu-itu saja. 

Berbicara mengenai akting, Kristen Stewart berakting dengan cukup baik di bagian kedua nya. Ia cukup menghayati peranya dan Kristen Stewart tampil lebih memukau dan lebih menawan dibandingkan biasanya. Dan yang jelas, akhirnya ia tahu bagaimana berakting marah, sedih, kesal dan bahagia. Disini pun ia tidak begitu kaku walaupun dalam beberapa adegan saya masih melihat hal tersebut terjadi. Robert Pattinson juga bermain dengan cukup baik. Chemistry antara Bella Swan dengan Edward Cullen cukup terasa dimana bagi para penggemar yang menggemari kisah romantis kedua peran utama ini akan bahagia melihat mereka karena chemistry yang lebih terasa dan natural tentunya. Taylor Lautner masih sama saja. Tidak begitu buruk namun masih terlihat kaku. Jadi saya malas untuk membahasnya. Sisanya bermain dengan aman-aman saja. Kellan Lutz mendapatkan porsi yang lebih banyak yang saya tidak mengerti apa tujuanya karena akting-nya adalah yang terparah dari seluruh casts nya. Nikki Reed adalah favorit saya sejak awal. Dan disini saya cukup senang melihat senyumnya. Nikki Reed dan Kristen Stewart bagaikan pembangkit semangat. Dakota Fanning juga tampil menawan dalam peranya sebagai antagonis. Cukup mengerikan.

Sebagai sebuah penutup dari franchise ini, Bill Condon benar-benar tahu betul bagaimana cara untuk menjadi penutup yang menarik. Awalnya memang berjalan bagaikan film-film sebelumnya. Normal. Namun lama kelamaan Breaking Dawn Part 2 menjadi sangat menyenangkan walaupun sedikit membosankan di pertengahan, menunggu saat-saat menegangkan yang saya tunggu dan akhirnya datang juga. Dan hal yang lumayan sering diperbincangkan menjadi salah satu kelemahan terbesar dari film yang satu ini. Efek CGI yang sangat tidak menarik dan enak dilihat mata. Banyak sekali adegan-adegan yang tidak dibalut dengan efek CGI yang baik. Renesmee ketika masih kecil adalah bukti yang sangat jelas. Bahkan penonton bisa tahu bahwa itu terlihat palsu. Kemudian, terkadang efek Bella sedang berlari pun terlihat palsu. Contohnya ketika Bella berlari bersama Edward. Dan hal ini cukup menganggu.

Overall, sebagai penutup yang layak dikatakan sebagai penutup yang sangat tepat. Breaking Dawn Part 2 mengakhiri franchisenya dengan sambutan kepada para casts nya yang sudah terlibat sejak awal. Cukup terharu melihatnya entah mengapa. Dan yang paling utama adalah endingnya yang sangat sangat sangat mengagumkan. Flashback dari awal bertemu sampai sekarang ini, dibalut dengan lagu Christina Perri yang berjudul “A Thousand Years Part 2” Ya, film dipotong menjadi dua bagian, lagunya pun dibuat menjadi dua bagian. Cukup unik. Dan apa yang telah disajikan oleh Bill Condon adalah sebuah karya yang sangat mengagumkan. Pikir saja, bagaimana jika Breaking Dawn Part 2 maupun Part 1 nya tidak ditangani oleh Bill Condon. Bahkan sepertinya Bill Condon telah membuat beberapa haters menjadi penyuka Twilight. Sebuah franchise yang berakhir dengan sangat baik dengan kerja keras Bill Condon untuk membuat Twilight menjadi layak untuk dinikmati. Dan tentunya, Breaking Dawn 2 adalah penutup yang sangat menghibur. 

3-5-star-rating-md2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s