Review: Cinta Di Saku Celana (2012)

Cinta Di Saku Celana mengisahkan tentang Ahmad(Donny Alamsyah) yang jatuh cinta kepada Bening(Joanna Alexandra) dan memutuskan untuk menulis surat untuk Bening. Namun, ketika ia ingin memberikan surat tersebut, tiba-tiba ada copet yang mencuri dompet Ahmad dan Surat itu pun lenyap. Copet yang bernama Gubeng(Ramon Y. Tungka) tersebut malah masuk penjara. Keadaan semakin rumit ketika Gubeng mengambil kalung dari Bening dan ternyata kalung tesebut berada di tangan Roy ( Gading Marten ). Keadaan semakin rumit ketika Ahmad tertangkap oleh polisi bernama Nila (Enditha). Keadaan semakin rumit yang semakin membuat Ahmad lelah untuk mengejar cintanya.

 

Cinta Di Saku Celana adalah salah satu pesaing kuat yang akan bersaing melawan film-film yang dirilis tahun ini. Mudah-mudahan beberapa penghargaan berhasil didapat dari karya Fajar Nugros ini. Dari awal hingga pertengahan tahun 2012 ini, masih ada film-film yang low quality yang dirilis oleh sutradara yang tidak ada bosan-bosanya untuk merilis film yang itu-itu saja. Cinta Di Saku Celana hadir menjadi udara segar bagi film drama Indonesia yang semakin lama semakin rendah kualitas-nya. 

 

Cinta Di Saku Celana yang dari awal sudah berhasil menghibur saya sampai akhir berhasil melanjutkan momentum nya. Cinta Di Saku Celana memiliki Donny Alamsyah yang sangat tepat untuk memerankan tokoh Ahmad. Juga special appearances seperti Luna Maya, Masayu Anastasya dan Agus Kuncoro yang sebenarnya mendapatkan porsi yang tidak cukup banyak namun masih dapat menghibur di momen-momen tertentu. Ramon Y Tungka seperti biasa berhasil menghidupkan karakter Gubeng. Dan Dion Wiyoko yang tak disangka juga mampu menyegarkan film Cinta Di Saku Celana. 

 

Durasi yang tempat membuat Cinta Di Saku Celana menjadi film yang tidak membosankan dan berhasil menghibur para penonton. Namun, adakalanya Cinta Di Saku Celana seperti tersesat di jalan cerita -nya sendiri. Dan Ending yang sedikit maksa, dan sedikit disayangkan. Penonton memang tidak mengira sebeumnya bahwa ending dari film ini akan seperti ini, namun pastinya kita juga tidak mengharapkan bahwa ending nya se-meleset itu. 

 

Adegan pembuka yang menampilkan Ahmad ketika kecil juga berhasil mengubah mood para penonton yang awalnya hanya mempunyai ekspetasi bahwa film ini hanyalah film Indonesia seperti biasa yang standard. Cinta Di Saku Celana berhasil memiliki momen-momen yang mampu mengundang gelak tawa. Adegan Banci yang datang secara tiba-tiba adalah momen terlucu. Cinta Di Saku Celana sebenarnya hanyalah film dengan jalan cerita yang sangat mudah dicerna dan tidak spesial pula. Namun masih mampu tampil menghibur.

 

Cinta Di Saku Celana adalah film yang sangat menghibur dari awal hingga akhir. Dari para pemain yang mampu menghidupkan karakter masing-masing. Dan Special Appearances yang walaupun hanya mendapatkan porsi yang  minim namun masih mampu membuat para penonton seperti menghirup udara segar karena para pemain yang muncul itu-itu saja. Cinta Di Saku Celana sangat layak untuk ditonton. Sedikit berbelit-belit dan bertele-tele di pertengahan, namun pada akhirnya Cinta Di Saku Celana tetaplah salah satu film Indonesia favorit saya di tahun ini setelah Modus Anomali. Fajar Nugros kali ini berhasil kembali membuat saya terpukau dengan karya nya.

Image 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s