Review: Detention (2012)


Detention menceritakan tentang seorang pembunuh yang dikenal sebagai Cinderella yang mengincar anak-anak Grizilly Lake untuk dibunuh. Tidak jelas motif pembunuhan nya, seorang anak perempuan yang malang bernama Riley (Shanley Caswell) yang telah bertemu dengan sosok wanita yang membawa kapak tersebut berkali-kali dan wanita tersebut ingin membununya namun tetap gagal. Riley dan tujuh orang teman lainnya kini harus mencoba mencari pelakunya yang ternyata berhubungan dengan masa lalu yang mengerikan.

Lagi-lagi film 2012 yang jauh di bawah ekspetasi saya. Sudah kesekian kalinya saya menonton film yang mengecewakan saya di tahun ini. Detention adalah film yang entah ber-genre apa. Namun masih bisa dikatakan sebagai film horror, thriller dan comedy. Unik memang premisnya, ceritanya memang unik namun saya tidak menikmati film ini dari awal hingga akhir. Oke, mungkin awal saya masih mengikuti film ini dengan baik, namun lama – kelamaan film ini seperti sebuah film candaan yang sangat tidak layak ditonton.

 

Mimpi apa sampai Josh Hutcherson mau bermain di film yang seperti ini. Tidak seratus persen sampah, namun mendekati sampah. Mendekati film yang tergolong tidak layak tonton. Namun keunikan film ini memang tidak dapat dipungkiri. Bisa dikatakan sang sutradara, Joseph Kahn sangat berani untuk menghadirkan film yang sudah sangat jarang dibuat belakangan ini. Unik sih memang. Keunikan nya itu mungkin yang membuat Joseph Kahn percaya diri bahwa film ini akan berhasil dan akan diterima dengan baik serta akan mendapatkan komentar-komentar positif. Setelah liat rating di berbagai sumber, film ini memang sangat mengecewakan. 

 

Masalah eksploitasi, dari nilai 1 sampai 10 saya akan berikan film ini nilai 6. Anda jelas akan melihat badan terputus-putus dan sebagianya. Namun tidak akan membuat anda merasa jijik menontonya, entah mengapa eksploitasi disini tidak terlalu mengesankan walaupun memang ditunjukkan dengan sangat frontal. Pimp spot saya harus berikan kepada adegan di awal film ketika sang pembunuh membunuh sang pemandu sorak atau cheerleader yang sangat mengjengkelkan tersebut.

Sekarang untuk masalah pemain-pemainya. Tidak ada akting yang mencolok, tidak ada aktris atau aktor yang bermain lebih baik dibandingkan pemain lainnya, namun jelas salah satu disini mempunyai karakter masing-masin yang serba unik. Josh Hutcherson, masih bermain seperti biasa. Sedikit kaku disini mungkin karena film ini keluar dari jalur-nya atau keluar dari genre yang seperti biasa ia mainkan. Dane Cook pun tampil sangat biasa saja, sangat netral. Tidak ada akting yang mencolok, tidak ada pula poin tambahan.

Joseph Kahn sebenarnya boleh-boleh saja menghadirkan film semacam ini, apalagi film semacam ini sangat digemari oleh anak-anak muda tidak hanya dari zaman dulu, namun zaman sekarang pula. Segi visual nya memang sangat menyenangkan, namun pada akhirnya saya kepusingan untuk memerhatikan yang mana untuk diperhatikan. Seperti Billy Nolan, saya tidak mengerti apa maksud dari Joseph Kahn tiba-tiba menghadirkan twist seperti itu. Ide cerita untuk kembali ke masa lalu memang cermat, namun Detention bukan film seperti itu. Para penonton disini sudah mengharapkan akan adanya film pembunuhan yang melibatkan anak-anak muda sialan seperti orang-orang di film ini. Bukan film yang semacam ini, kita tidak mengharapkan bahwa film nya akan menjadi seperti ini. Detention pun menjadi sebuah film yang sangat membosankan bagi saya.

Detention sepertinya hanya mampu dinikmati oleh orang-orang yang berimajinasi tinggi. Tidak dibantu oleh para pemain sama sekali membuat film ini terasa hambar, saya tidak merasakan udara segar sedikit pun. Bahkan dari pemain wanita nya pun. Detention tidak semengerikan yang anda pikir sebelumnya, menyesal telah menghabiskan waktu 89 menit hanya untuk film yang jauh dibawah ekspetasi. Dan untuk genre nya, comedy. Hm , saya tidak tertawa dan tersenyum sedikit pun. Film ini pun tidak ditujukan untuk remaja seluruhnya, mungkin untuk orang yang sudah berusia 18 tahun ke atas. Detention pada akhirnya adalah film yang sangat mudah dilupakan. Bisa terlupakan dengan sendiri nya, maupun dilupakan dengan sengaja. Uh, sebaiknya hindari film ini sebelum anda merasakan kekecewaan dan kejengkelan saya sekarang. 

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s