Review: Ghost (2010)

Pernah menonton film horror thailand berjudul Phobia? Phobia diisi oleh beragam artis-artis menarik dengan 7 cerita berbeda. Versi Indonesia nya adalah TAKUUT yang dirilis pada tahun 2008. Nah,Begitupula Ghost. Namun bedanya, Ghost hanya memiliki 3 cerita saja. Korea biasanya terkenal dengan artis-artis kpop yang ganteng-ganteng, cantiik-cantik dan keren-keren. Dan kita menemukan mereka disini: Ghost. 

 

Cerita pertama menceritakan tentang 4 anak yang dihukum karena telat masuk sekolah oleh senior nya. Mereka dihukum untuk memasuki gedung tua yang diketahui bekas sekolah lama. Keempat junior ini harus berhadapan dengan penghuni-penghuni yang ternyata pernah berhubungan dengan mereka. Cerita kedua nya menceritakan tentang dua gadis yang sangat cantik,salah satu dari mereka dihamili oleh pacar mereka. Kemudian, teman lainnya mengkhianati teman dekatnya sendiri. Padahal,mereka berjanji untuk sehidup semati.

 

Cerita ketiga nya menceritakan tentang Seorang laki-laki yang bisa melihat hal-hal gaib. Pada suatu hari di sekolah dimana ia belajar, ia bertemu dengan mahkluk gaib, Perempuan yang dibunuh oleh sesorang tanpa sebab. Wanita itu terus menerus memperhatikan cowo yang ia sukai, Lelaki ini merasa terganggu karena perempuan ini terus-menerus berbicara denganya. Keadaan semakin sulit ketika lelaki ini terjebak dalam masalah wanita ini sendiri.

 

Ghost bukanlah film horror korea terbaik. Dan jujur saja,dari ketiga cerita diatas, semuanya memiliki kekurangan-kekurangan. Seperti di film pertama, Sang sutradara terlalu menggampangkan permasalahan dari cerita tersebut. Yang otomatis, para penonton merasa kebingungan bukan karena mereka tidak menegerti tapi karena Sang sutradara terlalu mempercepat cerita tersebut. Sampai-sampai hal terpenting yang seharusnya dijelaskan dan ditunjukkan malah dibuang begitu saja. Ada beberapa momen juga yang seharusnya bisa menjadi momen yang sangat kuat, yang bisa membuat merinding tapi di buang dan ditelantarkan. Kelebihan dari cerita pertama adalah mungkin momen yang lumayan menyeramkan. Namun sayang, tidak mempan buat saya. 

 

Film keduanya sebenarnya film terkuat diantara ketiganya. Film kedua ini lebih masuk akal, dan menurut saya sutaradara keduanya ini lebih berhasil dibandingkan sutaradara pertamanya. Di film keduanya ini, kita akan menemukan persahabatan antar dua gadis yang namun dikhianati oleh temannya sendiri. Premis nya memang pasaran. Namun, ada momen-momen kuat yang tidak pernah saya temukan sebelumnya. Ada pesan-pesan kecil yang bisa diserap setelah menontonya. Dan yang kedua ini, cerita dan film nya lebih nyata. Kengerian nya tetap tidak berbuat apa-apa bagi saya. 

 

Cerita ketiganya di buka dengan sangat menyeramkan bagi saya. Ya, saya berpikir bahwa ghost sengaja menyimpan cerita ketiganya di akhir film karena mungkin film ketiganya inilah yang terseram diantara semuanya. Namun, dugaan saya salah. Film ketiganya lebih vulnerable. Cerita ketiganya lebih nyata sebenarnya, namun cerita tampak terlalu dibuat-buat. Sang sutradara mencoba untuk meningkatkan level kengerian yang tidak didapat oleh penonton di film-film keduanya. Namun sangat tidak berhasil. Film ketiga ini   memilik unsur drama yang membuat kita sedikit kebosanan. Dan juga durasi nya yang terlama diantara kedua nya.

 

 

Tidak ada rasa kecewa yang mendalam setelah menonton ini, karena saya tidak menaruh ekspetasi yang benar-benar tinggi. Ya, saya hanya mengikuti sampai di akhir film. Bagus dan tidaknya, kita lihat saja nanti. Jika kita membandingkan antara Phobia dan Ghost. Phobia jelas sudah menang dari awal film ini dimulai. Dan Phobia memiliki kengerian yang sangat berbeda dengan Ghost. Ghost memilki unsur drama didalam nya yang membuat film ini tidak seseram film Phobia.

 

Overall, Ghost bukanlah film horror yang memorable. Ghost mempunyai adegan-adegan yang mudah diingat, namun film nya sangat mudah dilupakan. Ghost jelas bukanlah film favorit saya. Namun, bukan berarti film ini sangat buruk, Ghost masih layak ditonton. Ikuti saja cerita ini dari awal, pertengahan hingga akhir. Tidak rugi menonton film ini. Namun, mungkin yang berharap film ini akan membuat merinding pasti akan kecewa dengan hasilnya yang tidak seram sama sekali.

 

Advertisements

2 thoughts on “Review: Ghost (2010)

  1. min, minta info tentang artikel ini tapi terkait hal komersil :3
    jawabnya setau mimin aja ya 😉
    “beli kaset dvd ini untuk daerah jakarta dimana ya, sulit cari tempat yang bagus, ga perlu original, tapi yang penting bisa diputar, durasi full, dan lancar ga macet macet aja ni min :’v ” sekian ^_^ mohon balasanya segera ya min :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s