Review: In Time (2011)

Pertama kali melihat trailer In Time jujur saya sangat terkejut. ‘Wah keren nih kayanya‘. In Time disutradarai oleh Andrew Niccoll, yang juga pernah menyutradarai film Lord Of War pada tahun 2005 silam.Aneh nya, dengan premis yang menarik ini, banyak penonton-penonton yang kurang menyukai film ini dari konsepnya.

 

In Time menceritakan tentang kehidupan masa depan dimana populasi manusia semakin meningkat, ditemukanlah cara baru.Ketika manusia dimasa depan sudah mencapai umur 25 tahun, mereka atau manusia- manusia di masa depan berhenti bertambah umur dan mulai untuk menghitung balik dari 1 tahun tersebut. Kata yang tepat untuk film ini adalah Time Is Money. Membayar bukan lagi dengan uang, melainkan waktu. semakin banyak mereka membayar sesuatu,semakin dikit waktu mereka untuk tetap bertahan hidup.

Pria berumur 28 tahun Will Salas(Justin Timberlake) yang tinggal bersama ibunya Rachel Salas(Olivia Wilde) bertemu orang yang tak dikenal di suatu bar.Orang yang tak tersebut memberinya waktu tambahan yang cukup banyak. Dan Will mengetahui bahwa orang yang tak dikenal tersebut hanya memiliki beberapa detik untuk bertahan hidup.Will dituduh mencuri waktu Henry,orang yang tak dikenal tersebut. Membuat Will dikejar-kejar oleh polisi. Di pelarian Will,Will bertemu dengan Sylvia Weis(Amanda Seyfried) yang kabur dari rumah bersama Will. Mereka bekerja sama dan bertahan hidup bersama Will bersama.

 

Bisa dibilang,In Time memiliki plot yang sangat banyak dan lebih ribet. Dari jajaran-jajaran pemainya, mereka semua tampil memuaskan dari Amanda Seyfried,Justin Timberlake, Cillian Murphy. Berbeda dengan Alex Pettyfer dan Olivia Wilde.mereka juga tampil memuaskan. Masalahnya,terbatasnya waktu mereka untuk ber- adu akting dengan pemain-pemain lainnya. Apalagi Wilde,yang hanya tampil di awal-awal film.

Jujur saja saya sangat menikmati In Time, saya sama sekali tidak merasa kebosanan dengan film ini karena saya beranggapan bahwa In Time adalah film dengan ide dan konsep yang belum pernah ada di film-film yang saya sudah tonton. Mungkin penonton In Time di kota saya tidaklah begitu ramai, penonton lebih memilih untuk menonton film lain contohnya Real Steel, Johnny English dan film-film lainnya.

Andrew Niccol memang pintar untuk memadukan elemen-elemen sci-fi dengan drama manusia, untuk menambahkan poin filosofis yang lebih besar tentang lebih besar tentang masyarakat. Dan hasilnya, In Time bukanlah film yang buruk. In TIme adalah film yang menegangkan dan harus di-tonton. Sebenarnya tidak harus, hanya sayang untuk dilewatkan.Dibalik kelebihan film ini, In Time kadang terlihat bertele-tele. Untung nya film mempunyai durasi yang tidak begitu lama membuat penonton tidak terlalu kebosanan. Dan kadang dialog terlihat berlebihan dan aneh.

Overall, In Time adalah film yang menghibur dan menyenangkan. In Time memiliki jajaran pemain yang menambah nilai plus tersendiri dan cerita yang kadang terlihat klise namun konsep yang menarik. Dan sesekali In Time menyelipkan komentar-komentar yang sesuai dengan kehidupan sosial sekarang.membuat In Time menjadi film yang tidak mudah untuk dilupakan. Sangat sayang untuk dilewatkan.

 

 

 

    Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s