Review: John Carter (2012)

John Carter(Taylor Kitsch) seorang penambang emas yang terjebak dalam peperangan antara suka Apache. Di sebuah gua, dia bertemu dengan seseorang yang menyerangnya dan kemudian John mengambil medali yang awalnya berada di tangan seseorang yang misterius tersebut. Kemudian, John terbangun dan berada di suatu tempat yang belum pernah ia temui sebelumnya. Ternyata, John terdampar di Barsoom,Mars. Di Mars ia bertemu dengan alien berwarna hijau yang dinamai,Thark.

 

John Carter kemudian bertemu dengan hal-hal aneh lainnya. John Carter pun terjebak dalam peperangan Helium dan Zodanga. Di sana ia bertemu dengan perempuan bernama Dejah. Dejah, Sola, Ayahnya dan Whoola(seekor anjing besar) membantu John Carter untuk kembali ke asalnya. Namun, tak semudah itu. Karena dibalik perjalanan mereka, masih ada banyak hal-hal yang tidak mungkin ditinggalkan John Carter begitu saja.

 

 

Tidak ada yang istimewa dari John Carter. Tak sesuai ekspetasi awal saya. Ditambah dengan akting para pemain yang sangat lemah. Yang paling mencolok dari film ini adalah dari para Alien dan Whoola yang sangat imut. Serta, monyet-monyet raksasa yang sangat menyeramkan. Ada beberapa adegan yang seharusnya menjadi adegan terkuat namun tidak menaruh efek sama sekali. Adegan John Carter melawan 2 monyet raksasa seharusnya bisa lebih di”tegang’kan lagi agar penonton juga bisa merasakan ketakutan John Carter di film tersebut. 

 

Banyak sekali adegan klise di John Carter, Film ini memang tidak istimewa. Bukan film fiksi terbaik yan g pernah saya tonton. John Carter masih punya banyak kelemahan yang sangat menaruh dampak yang sangat besar bagi penontonya sendiri. Hal yang terpenting adalah seharusnya film ini dibumbui efek CGI yang sangat mewah, apalagi di adegan peperangan dan hal-hal lainnya. 125 menit lamanya memang tidak kita rasakan. Entah mengapa, saya tidak kebosanan menontonya. Walaupun sebegitu lamanya.

 

Dibalik banyaknya kekurangan, Saya sangat menyukai ending dari film ini yang menurut saya sangat “wow”. Tidak pernah berpikir ending nya akan menjadi ending yang seperti itu. Dan alien-alien yang jelas sangat menghibur. Sayangnya, kita tidak diperlihatkan “Mars” yang cukup. Dalam artian, seharusnya kita diperlihatkan lagi lebih dalam apa itu Mars. John Carter tidak terlalu dikhususkan bagi anak-anak, namun mungkin kaum dewasa beranggapan bahwa film ini adala film yang membosankan. 

 

Jika diperhatikan lebih jelas lagi, memang tidak merugikan penontonya. Namun, pasti penonton akan merasa jengkel terhadap film ini yang bisa dibilang bukanlah film terbaik yang pernah diproduksi oleh Walt Disney. TIdak sesuai harapan dan ekspetasi, namun baiklah kita nikmati saja film ini apa-adanya. Banyak kejutan memang yang sangat menghibur, dan sebuah film yang tidak mudah ditebak. 

 

Overall, John Carter seharusnya dapat tampil lebih “besar” lagi karena jelas film ini adalah salah satu film yang paling ditunggu-tunggu di tahun 2012 ini. Dengan akting yang sangat kurang, beserta efek-efek yang seharusnya lebih di per-bagus lagi. John Carter memang sangat menyenangkan untuk ditonton terutama di akhir film yang sangat mengejutkan. Ada bagian yang menguras air mata, dan ada pula yang mengundang tawa. Ditonton boleh, tidak pun juga tidak apa-apa.

 

Image
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s