Review: Kakek Cangkul (2012)

Setelah film Nenek Gayung yang telah ditonton beratus-ratus ribu penonton, Kini datang sang suami yakni Kakek Cangkul yang ingin jasadnya dikubur. Kakek Cangkul kini menghantui warga-warga sekitar untuk menuntut kuburnya tersebut. 2 orang tour guide, Choky(Rizky Mocil) dan Danu(Zidni Adam), teman dekatnya Duta(Zacky Zimah) beserta dua orang wanita lainnya Thalia(Herfiza Novianti) dan Miki(Febriyane Ferdzilla) yang ingin mencoba arung jeram sekitar. Kemudian, mereka dihantui oleh Kakek Cangkul yang kerap menghantui warga sekitar, serta Jantan yang sama-sama menginginkan jasadnya untuk dikubur.

 

Kakek Cangkul tidak memiliki konsep yang spesial. Terlalu pasaran. Yang membuat saya untuk membeli si Suami Nenek Gayung ini adalah rasa pensaran yang menghantui diri sendiri akan apa yang membuat orang-orang tergila-gila untuk menonton. Dan jumlah penonton yang mencapai 50 ribu lebih hanya dalam 3 hari. Setelah mengetahui Kakek Cangkul adalah suami dari Nenek Gayung, saya semakin penasaran akan film ini. Dan hasilnya, yah tidak jauh dari film-film horror komedi lokal Indonesia yang sangat menjijikan. 

 

Dari Departemen Akting, tidak bisa berkata banyak pasti kita semua tahu akting dari Zacky Zimah yang pas-pasan dan Rizky Mocil yang kehadiran nya serba annoying. Ya mungkin hampir semua disini sangat annoying. Dari Zacky Zimah sampai Bolot sampai Daus Separo yang sangat tidak dibutuhkan disini. Namun, saya sangat menyukai Herfiza disini yang tampil apa adanya. Sangat disayangkan, mau-maunya dia memilih untuk bermain di film Nuri Dahlia ini.

 

Sejujurnya, saya sangat menyukai poster dari film ini. Agak spooky sort of way, dan “pocong-pocong” di poster terlihat sangat pas dan cocok untuk poster Kakek Cangkul. Dan beridirinya Kakek Cangkul di tengah-tengah poster juga menambah poin tersendiri untuk film ini. Saya sangat menyukai setting film ini yang terlihat menyeramkan. Terlihat Angker dan memang sudah pasti dihuni oleh makhluk-makhluk gaib. Yang sangat disayangkan lagi, keharian Kakek Cangkul sangat minim di film ini, tidak minim-minim sekali sih. Namun, andai saja diperbanyak sedikit pasti film Kakek Cangkul tidak seburuk film-film horror comedy lainnya.

 

Nah, kemudian ini yang paling saya ingin bicarakan. Kegaringan Zacky Zimah beserta teman-temanya yang tak bisa saya toleransi lagi. Hanya 5% dari lelucon ini yang berhasil bagi saya.Kemudian, siapa saja yang bertugas untuk me-makeup sang Kakek saya kasih dua jempol karena Kakek Cangkul terlihat sangat mengerikan. Bahkan saya masih terbayan- bayang muka sang Kakek yang sangat mengerikan. Kemunculan Jantan di awal sebenarnya juga cukup menghibur, namun adanya Jantan membuat kita lupa akan Kakek Cangkul lah yang seharusnya menghantui mereka. Melainkan Jantan yang juga ingin dikubur.

 

Overall, Kakek Cangkul lebih ke Horror/Comedy fail. Bukan Horror/Comedy tergaring memang. Saya tidak pernah mendengar nama Nuri Dahlia namun saya hanya berharap agar kemunculan sutradara – sutradara semacam Nayato ini segera musnah di muka bumi ini. Alur tidak lambat, tak cepat pula. Tidak menyangka bahwa film ini hanya berudrasi 75 menit karena kebosanan yang melanda. Seburuk-buruknya franchise ini, saya tetap akan menonton lanjutan nya.Nenek Pispot, saya tunggu ya…… 

 

KAKEK CANGKUL

 Image

 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s