Review: Looper (2012)

Bagaimana jika anda bertemu dengan diri anda sendiri di masa yang akan datang? kemudian mengejar diri anda sendiri namun 30 tahun lebih tua dari anda. Jika memikirkan hal tersebut dan berada dalam situasi tersebut, pastinya kita tidak tahu harus berbuat apa. Begitulah gambaran dari film Looper yang baru saja tayang. Dengan para pemain yang tidak usah diragukan lagi akting nya : Joseph Gordon Levitt, Emily Blunt dan Bruce WIllis. Joseph Gordon Levitt yang baru-baru ini juga muncul di layar lebar lewat film nya berjudul Premium Rush. Dan tidak begitu lama pula dalam film The Dark Knight Rises. Joseph Gordon Levitt tampil sangat berbeda disini. Saya tidak menyangka bahwa itulah dia. Untung saya sempat membaca daftar pemainya. Joseph Gordon Levitt bisa-bisa menjadi aktor terlaris dalam tahun ini. Tidak heran, ia memang pintar dalam berakting dan dengan wajah yang tampan.

 

Mengisahkan tentang Joe (Joseph Gordon Levitt) yang seorang penembak yang handal yang berhasil menembak begitu banyak musuh-musuh masa depanya. Joe memang dikirimkan dan dibayar untuk membunuh buronan di masa depan. Namun, secara tiba-tiba ia bertemu dengan dirinya sendiri di masa yang akan datang. Old Joe (Bruce Willis) berhasil kabur dari Joe. Joe tidak tinggal diam. Ia mencari-cari dirinya di masa depan. Namun, ditengah perseteruan antara dirinya dengan dirinya di masa depan. Ia dilibatkan dengan masalah baru, Rainmaker. Yang melibatkan seorang anak dan seorang ibu, Sara (Emily Blunt) yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang masalah ini. Namun, mereka bertiga harus berjaga-jaga karena banyak sekali yang mengincar Joe dan RainMaker yang diduga adalah anak dari Sara.

Ya, begitulah Plot cerita dari Looper. Bagi yang belum menontonya dan baru saja membaca plot nya dari mana saja pasti akan langsung tertarik dengan ceritanya. Dan buru-buru bergegas ke bioskop untuk menontonya. Karena memang Looper sangat

likeable. Jika genre nya dikatakan sebagai film sci-fi, thriller, action. Bukan berarti kita hanya melihat aksi terus menerus. Masih ada unsur-unsur lain. Seperti dengan adanya Emily Blunt sebagai Sara dan Pierce Gagnom, sangat membantu. Dan pastinya seperti angin segar. Apalagi Pierce Gagnom yang sangat lucu. Kita juga diperlihatkan momen-momen mengharukan dari kedua ibu dan anak yang paling saya ingat sampai sekarang. Dan momen-momen mengerikan karena adanya sosok RainMaker yang secara mengejutkan menyelip di plot ceritanya. Rainmaker nya lah yang paling mencuri perhatian saya. Yang bahkan lebih seru melihatnya dibandingkan aksi Joseph Gordon Levitt dan Bruce Willis.

Looper memang tidak berjalan dengan sempurna. Secara keseluruhan, Rian Johnson betul-betul kuat hanya di paruh kedua nya. Bagi orang yang menyukai film sejenis akan menuntut lebih. Namun jika orang yang tidak begitu menyukai genre ini, atau hanya untuk menyaksikan para pemainya mungkin akan menerima film ini apa adanya dan pastinya akan menganggap kalau film ini memang sangat menghibur dibalik kekurangan yang..ya bisa dihitun jari. Kekurangan yang memang hampir ada disemua film kebanyakan. Intensitas ketegangan mampu diciptkan oleh Rian Johnson dengan konsisten. Adegan aksi yang menegangkan. Beberapa adeganya memang sedikit basi. Sudah dipakai oleh film-film aksi kebanyakan. Namun, adegan yang sedikit basi itu mampu dibuat menjadi adegan yang sangat membuat jantung berdetak kencang.

Para pemain bermain dengan brilian. Menurut saya, Bruce Willis disini hanya sebagai cadangan saja. Jika penonton sudah kebosanan melihat Joseph Gordon Levitt terus menerus. Maka dimunculkanlah Bruce Willis. Apalagi bagi ibu-ibu atau bapak-bapak yang senang dengan Bruce Willis. Pasti akan menunggu-nunggu Bruce Willis melakukan aksinya. Tetapi, bagi orang-orang yang lebih muda pasti akan lebih menunggu Joseph Gordon Levitt. Emily Blunt bermain dengan sangat apik. Beserta Pierce Gagnon yang sangat imut. Seperti aktingnya sudah diasah. Rian Johnson sangat beruntung memiliki keempat pemain diatas yang sangat bermain dengan total yang jelas sangat membantu filmnya sendiri. Sulit untuk memilih “the pimp spot” disini karena mereka semua sangat mudah untuk disukai. Ah! Sekali lagi pemain disini sangat bermain dengan total. Tidak berusaha menjadi karakter yang mengemis-ngemis untuk disukai para pemainya, melainkan mereka bermain dengan sangat natural.

Overall, Looper adalah contoh film action-scifi yang sangat menghibur. Penampilan para pemainya yang cemerlang. Ditambah konsep yang menarik. Eksekusi yang baik pula. Rian Johnson mengeksekusi Looper menjadi film yang sangat mengena dan akan diingat terus dihati para penontonya. Looper bukanlah seperti action biasa yang cuma menyajikan aksi-aksi non-stop. Namun, kita pasti bisa merasakan para pemainya dan terbawa kedalam emosi dan suasana yang mereka rasakan. Paruh pertama memang sedikit lebih bertele-tele.  Dimana paruh kedua lebih menyenangkan dan mudah untuk dinikmati jika dibandingkan paruh pertamanya. Walaupun terkadang memang alur keduanya sedikit membosankan. Bruce Willis, Joseph Gordon Levitt dan Emily Blunt tampil dalam satu layar. Sangat mengesankan. Visualnya memang menarik. Dan yang terakhir, quotes yang menarik yang telah dilontarkan. Looper hadir sebagai film yang sangat menghibur ditahun ini. Akan bersaing dengan film-film blockbuster lainya. I’ve seen better, but still worth watching!

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s