Review: Paranormal Activity 4 (2012)

 

Paranormal Activity masih terus berlanjut. Mungkin hal utama yang membuat seri ini terus ada adalah kesuksesanya di seri ketiganya. Dimana di Seri ketiga “Paranormal Activity 3” adalah seri yang paling menakutkan sekaligus terbaik dari seluruh franchise nya. Dan sedikit penurunan dari “Paranormal Activity 2”. Kemudian, satu tahun setelah seri ketiganya dirilis, kini muncul lagi “Paranormal Activity 4” yang saya yakin masih akan terus berlanjut kepada seri-seri berikutnya. Tidak peduli cacian dan makian orang-orang disekitar, seri-nya akan terus berhasil menakut-nakuti penontonya. Memang tidak se-orisinil “Paranormal Activity” garapan Oren Peli. Dan franchise ini memang selalu diminati banyak orang dan selalu berhasil dengan pemasukanya yang selalu diatas 100 juta US Dollar. “Paranormal Activity 4” seperti menonton ke-ambrukan franchise ini sendiri. Menyaksikan bagaimana Henry Joost serta Ariel Schulman menggarap seri ini yang bisa dibilang hanya untuk keuntungan pemasukanya saja.

 

Paranormal Activity 4 atau PA4 diawali dengan bagaimana Katie (Katie Featherson) membunuh Micah dan Kristi kemudian mencuri Hunter. Hunter yang kemudian diadopsi oleh keluarga baru yang salah satu keluarganya bernama Alex (Kathryn Newton), didatangi oleh anak laki-laki yang diakui bernama Robbie. Robbie pun tinggal dirumah kelurga Alex karena sang ibu harus dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari. Semenjak kehadiran Robbie, Rumah yang ditinggali keluarga Alex mulai terjadi keanehan-keanehan dan hal-hal mistis. Dan maka itu Ben (Matt Shively) memasangkan beberapa kamera untuk mengetahui apa yang ada disekitarnya. Namun, apa yang tertangkap dari beberapa kamera tersebut melampaui batas karena Alex harus bersiap akan kejadian-kejadian aneh lainya.

Paranormal Activity 4 no doubt the weakest of all. Cara menakut-nakutinya sudah kelewat basi. Dan sedikit annoying bagaimana Henry Joost dan Ariel Schulman terlalu bermain-main dengan lelucon Ben di awal film yang membuat penontonya bertanya-tanya “Kapan film ini mulai ke tingkat yang serius?”. Untuk mencapai tingkat ketegangan yang saya tunggu-tunggu, butuh waktu yang cukup lama. Henry Joost dan Ariel Schulman telah melakukan trik-trik ini sebelumnya. Kali ini cukup diubah dengan kehadiran gadget baru yakni “Xbox 360” tersebut yang sebenarnya tidak mampu menaikkan tensi ketegangan sedikitpun buat saya. Paranormal Activity 4 lebih kepada mengagetkan daripada tampl mengerikan. Ya Okelah, mungkin kagetan-kagetan yang dihadirkan sedikit mengangetkan dan bisa dikatakan berhasil terkadang. Namun terkadang it’s useless.

Saya menyukai kehadiran tokoh Kathryn Newton yang berperan sebagai Alex yang sangat cantik dan rupawan. Kemudian, kemunculan keluarga baru Wyatt beserta orang tuanya dan Ben pun menyenangkan untuk disaksikan dan dinikmati. Apalagi jika mereka semua mulai bergurau. Dan gurauan yang hadir di sepanjang film menurut saya berhasil memancing tawa dan senyum penontonya. Yang saya herankan adalah kehadiran Katie yang sebenarnya tidak penting-penting amat. Dan sedikit menganggu diakhir film. Ya, memang departemen akting franchise Paranormal Activity ini tidak pernah mengecewakan. Namun, seri keempatnya ini lebih menyenangkan dan lucu. 

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan akan seri keempatnya ini yang memang membingungkan penontonya. Salah satu pertanyaan saya adalah “Mengapa endingnya harus seperti ini?” Bukan malah menyeramkan malah menggelikan. Aneh dan tak masuk akal. Benar-benar diluar dugaan saya bahwa endingnya akan se-simpel dan aneh ini. Tidak diberikan penjelasan untuk apa Katie datang, dan tidak diberi penjelasan pula siapa itu Robbie. Jadi, Paranormal Activity 4 meninggalkan penontonya dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab dan pada hasilnya akan berakhir dengan makian penonton karena ketidakjelasan seri keempatnya ini. Banyak sekali adegan-adegan yang tidak masuk akal yang terkadang membuat saya kesel sendiri.

 

Overall, Paranormal Activity 4 adalah sebuah seri dari franchise yang pertama dirilis pada tahun 2007 yang sedikit mengecewakan terutama bagi penggemar beratnya. Penurunan yang cukup drastis dari seri ketiganya. Namun untungnya, Paranormal Activity 4 tidak membosankan dan membuat saya jenuh. Melainkan membuat saya tertawa karena lelucon yang dihadirkan begitu mudah untuk dimengerti dan lucu pula. Momen-momen mengagetkan saya hargai. Usaha Henry Joost dan Ariel Schulman sepertinya sedikit harus ditingkatkan lagi jika benar-benar ingin melanjutkan lagi ke seri berikutnya. Saya berharap tidak. Namun, saya masih akan setia menonton seri-seri berikutnya. Tidak dapat merasakan hadirnya momen menyeramkan dari awal hingga akhir. Sempat membuat merinding sedikit, namun Paranormal Activity 4 tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan seri ketiganya yang menggabungkan ketegangan dan kengerian horror mockumenter. Namun, saya tetap mengatakan bahwa Paranormal Activity 4 masih mampu tampil menegangkan di beberapa menit akhir film. dan masih bisa dikatakan sebagai film horror yang menghibur.

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s