Review: Paranormal XPerience (2012)

Paranormal Xperience menceritakan tentang lima orang mahasiswa psikologi, Angela ( Amalia Salamanca), Carlos (Lucho Fernandez), Jose (Maxi Iglesias), Belen (Ursula Carbero) dan Padre (Eduard Farelo) diberi tantangan oleh sang dosen untuk mendapatkan nilai yang bagus. Mereka ditantang untuk mendatangi sebuah tempat pertambangan yang sudah tidak terurus karena adanya sosok seorang dokter yang masih mencari mangsa. Mereka berlima tidak sendirian, karena ditemani oleh Diana (Alba Ridas) yang memiliki van kecil untuk mengantar mereka ke tujuan tersebut. Tantangan yang awalnya cukup berjalan mulus lama kelamaan menjadi mengerikan karena sosok sang dokter itu mulai menampakkan diri.

 

Paranormal Xperience adalah sebuah film yang sangat mengecewakan saya. Eksploitasi mungkin bisa dibilang oke, tidak ada yang salah. Sergi Vizcaino mampu membuat Paranormal XPerience setidaknya untuk lebih sadis. Namun, adegan sadis yang menjadi satu-satunya hal yang paling bisa dibanggakan tidak mendapatkan banyak tempat di film ini. Kita hanya diperlihatkan enam tokoh berjalan-jalan. Alur yang terasa lambat membuat Paranormal Xperience menjadi sangat membosankan di 30 menit pertama. 

Selain 30 menit pertama yang terasa membosankan. Saya mencoba untuk membuka lebar mata saya ketika menonton Paranormal Xperience karena rasa penat dan kebosanan yang sangat-sangat terasa mungkin bukan hanya di 30 menit pertama namun juga di seluruh film dari awal, pertengahan hingga akhir. Adegan pembukaan yang sangat-sangat bodoh juga sangat menjijikan tidak membuat penontonya merasa terkejut sama sekali. Tidak ada pula adegan-adegan kejutan yang bisa membuat penontonya lompat dari bangku atau mengaga. Tidak ada adegan yang membuat penonton teriak, oke mungkin dari segi eksploitasi sebagian besar penonton memilih untuk tidak melihatnya karena bisa dibilang adegan tersebut cukup mengilukan. Entah apa yang coba ditunjukkan oleh Sergi Vizcaino. Film berjalan tanpa arah.

Dari pemainya sendiri, uh. Mereka seperti baru belajar ber-akting. Seperti Alba Ridas, Alba Ridas masih terlihat kaku di beberapa bagian. Namun masih bisa dimaklumi. Walaupun kita penontonya kurang enak untuk melihat akting seorang pemain yang kaku. Kemudian, Amaia Salamacha pun masih terlihat kurang dalam berakting. Dan yang terburuk adalah Lucho Fernandez dan Maxi Iglesias yang sangat-sangat kaku. Kebodohan karakter disini pun sangat menganggu. Naskah pun terlihat lemah. Serta plothole yang sangat-sangat menganggu. Mau jadi apa film ini? 

 

Keseluruhan, apa yang telah disajikan oleh Sergi Vizcaino adalah sebuah film yang sangat mengecewakan bagi penontonya. Apalagi bagi penggemar genre film slasher tersendirinya. Tidak ada sesuatu yang baru yang membuat film ini terasa biasa saja atau hambar. Dari 80 menit berlalu, kita hanya diperlihatkan enam orang yang bodoh mencoba melarikan diri. Bodohnya, mengapa mereka masih ditempat itu-itu saja. Karakter demi karakter seperti tidak diberi otak di dalam film ini yang membuat mereka untuk berpikir. Kurangnya adegan-adegan menegangkan pun menurunkan poin bagi film ini. Such a waste of time.

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s