Review: [REC]³ Génesis (2012)

 

Franchise Rec bisa dikatakan sebagai franschise yang cukup dikenal banyak orang. Rec juga dikenal sebagai film mockumentary yang menceritakan segerombolan manusia yang mencoba menyelamatkan diri dari serangan para zombie-zombie ganas yang lapar dan haus akan darah. Rec pertama, yang dirilis pada tahun 2007 adalah seri terbaik diantara ketiga-nya. Sama halnya seperti Quarantine, seri kedua Quarantine sangat berbanding balik dengan seri pertamanya. Dan begitu pula dengan Rec, yang semakin lama semakin mengecewakan saja.

 

Rec 3: Genesis menceritakan tentang perkawinan dua anak manusia, Clara (Leticia Dolera) dan Koldo (Diego Martin) yang awalnya berjalan dengan mulus namun kelamaan menjadi sangat mengerikan akibat datang nya para zombie-zombie ke acara perkawinan Clara dan Koldo tersebut. Clara dan Koldo kemudian kehilangan orang-orang yang mereka sayangi, keadaan semakin rumit ketika Clara dan Koldo harus meninggalkan satu dengan yang lainnya.

 

[REC]³ Génesis awalnya berjalan dengan cukup lambat. Saya menguap berkali-kali. [REC]³ Génesis sedikit membosankan di awal film yang membuat saya ingin mematikan dan memutuskan untuk mengganti dengan film-film lainnya. Namun, saya tetap bersabar. Bisa dikatakan seri ketiganya ini lebih buruk daripada seri pertama. Namun masih mampu dikatakan sejajar dengan seri keduanya yang sama-sama aneh dan tidak masuk akal. 

 

Berbeda dengan Angela Vidal di seri pertamanya yang memang dituntut untuk berperan sebagai seorang reporter yang cerdas, disini Clara atau peran utamanya bermain dengan sangat bodoh. Banyak adegan-adegan yang sangat mengjengkelkan. Paco Plaza seperti membuang adegan-adegan yang seharusnya bisa membuat kita ketakutan begitu saja. Seperti tewasnya anak-anak kecil yang berada di dalam bus, itu seharusnya mampu membuat kita semua ketakutan. 

 

Entah mengapa, jantung saya tidak berdebar sekencang dan sekereas ketika saya menonton dua film awalnya.Dan yang terpenting, [REC]³ Génesis bukanlah lagi film mockumentary seperti dua seri sebelumnya. Yah, jadi bukan “Rec” lagi namanya jika mengganti formula yang sudah dikenal sejak awal film di tahun 2007. [REC]³ Génesis memang sebuah seri yang gagal dimata saya. Tidak mampu membuat saya ketakutan seperti film pertamanya atau bahkan keduanya.

 

Memang adegan ekspolitasi disini lebih terlihat frontal dan lebih mengerikan. Adegan-adegan akhir memang adegan terkuat diantara seluruh film. Drama disini pun lebih terasa. Entah apa yang ada dibenak Paco Plaza ketika mengeksekusi film ini, karena [REC]³ Génesis jelas sangat berbeda dengan dua film awalnya. Tidak banyak adegan kejar-kejaran yang seharusnya diperbanyak lagi. Paco Plaza memilih untuk menambahkan unsur drama yang sudah jelas kita bisa lihat dari awal pertengahan, hingga akhir. 

 

[REC]³ Génesis sayangnya tampil dengan sangat mengecewakan. Tidak sepenuhnya gagal, adegan eksploitasi disini lebih frontal. Dan disini, lakon atau peran utamanya memang terlihat lebih kuat dan lebih keren daripada Angela Vidal, namun bermain dengan cukup bodoh.  [REC]³ Génesis lebih banyak menampilkan kisah cinta dua pasangan muda yang mampu membuat terharu. Seperti yang saya katakan, 5-10 menit terakhir adalah menit-menit dimana saya menikmatinya sekali. Namun, saya baru tersadar bahwa semua itu terlambat. Saya sudah terburu-buru mengecap bahwa [REC]³ Génesis adalah film horror yang membosankan dan datar.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s