Review: Red Riding Hood (2011)

memang sih telat banget kalo nge-review film ini, karena film ini dirilis tahun jebot.*lebay padahal masih 2011* alasan kenapa gue mau beli dvd-nya mahal-mahal karena Amanda Seyfried.Film ini disutradarai oleh Catherine Hardwicke yang juga pernah menggarap film Kristen Stewart dan Rob-Patz di tahun 2008, tidak perlu saya sebutkan karena pasti anda akan tahu jawabanya.

 

 

Film ini menceritakan tentang gadis desa bernama Valerie(Amanda Seyfried) dan teman dekat nya Peter(Shiloh Fernandez) semakin lama mereka pun semakin dekat.Sampai ketika kakak dari Valerie meninggal dunia, Suzette(Virgina Madsen) ibu dari Valerie menjodohkan Valerie dengan Henry(Max Irons). Di tengah-tengah perjodohan tersebut, para laki-laki di desa tersebut memutuskan untuk memburu serigala yang sudah menghantui desa tersebut selama 2 generasi lamanya.

Pulang-pulang membawa kepala serigala,datang pula Solomon(Gary Oldman) yang meyakini bahwa kepala yang dibawa oleh para pemburu hanyalah serigala biasa, karena diyakini bahwa yang memburu mereka semua adalah manusia serigala. Konflik menjadi tambah rumit ketika manusia serigala tersebut berada diantara mereka dan juga Valerie.

Red Riding Hood mengawali filmnya dengan begitu membosankan. Kelemahan film ini begitu banyak. Dari segi plot, adegan-adegan yang kurang pas dan inti cerita yang pasaran. Saya bahkan tidak tahu genre apa yang dibuat oleh Catherine Hardwicke karena action yang diberikan kurang pas. Mungkin memang sesekali kita merasa tegang ketika manusia serigala itu mendatangi desa tersebut tapi sebatas itu saja.

Dari departemen akting, Amanda Seyfried seperti biasa tampil memukau. Amanda Seyfried membuat karakter “Valerie” menjadi bernyawa sehingga kita dapat merasakan apa yang ia rasakan. Ada juga Virginia Madsen yang saya yakini bisa tampil baik,tetapi yah ia hanya dapat porsi sedikit di film berdurasi 93 menit ini. Gary Oldman tampak seperti dilupakan di film ini karena karakter ‘Solomon’ nya tidak dibangun dengan baik.

Dibalik sisi-sisi negatifnya, saya sangat menghargai misteri dari Red Riding Hood ini, memang kita tidak bisa menebak ending cerita ini dan ending cerita yang tak disangka-sangka.Kita diberikan teka teki tentang ‘who’s the real werewolf’ dan juga seperti apa yang dikatakan Solomon they could be among us. Yah,itulah kira-kira. dan semua karakter di film ini tampil seaneh mungkin jadi kita menjadi susah menebak siapa kah pelaku sesungguhnya. Saya sempat berpikir Peter,Henry,Suzette, Solomon, Grandmother bahkan sampai Roxane. 

Overall, Red Riding Hood bukanlah film yang super buruk atau bahkan buruk. Memang tidak sesuai dengan ekspetasi saya diawal film. Saya terlalu berharap bahwa film ini akan menjadi film yang sangat bagus. Memang saya menikmati 30 menit terkahir film karena di 30 menit film itulah cerita Red Riding Hood sesungguhnya. Diawal film kita hanya disuguhkan drama percintaan Valerie dan 2 laki-laki lainnya. Red Riding Hood dengan mudah dilupakan oleh penontonya.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s