Review: #republiktwitter (2012)

Setelah “I Know What You Did On Facebook” yang bertemakan tentang jejaring sosial Facebook yang digarap dengan cukup berhasil dan cukup menyenangkan oleh Awi Suryadi walaupun tidak begitu spesial. Kini, hadir film dengan bertemakan Twitter. Twitter memang sekarang adalah sesuatu yang harus dipunyai oleh semua orang. Istilahnya, jika kita tidak mempunyai Twitter, maka kita akan dikatakan “gaptek” atau ketinggalan zaman dan lain-lain. Kuntz Agus menjadi orang pertama yang mengeksekusi film bertemakan Twitter. Dan hasilnya menurut saya lebih baik dibandingkan apa yang telah Awi Suryadi sajikan. “Republik Twitter” terasa lebih mudah untuk diikuti dan dinikmati dibandingkan “I Know What You Did On Facebook” yang sebenarnya sama-sama adalah film Indonesia yang bermutu dan pastinya layak tonton.

“Republik Twitter” atau #republiktwitter menceritakan tentang Sukmo (Abimana Aryasetya) yang ingin ikut bersama sahabatnya, Andre (Ben Kasyafani) demi bertemu dengan perempuan yang ia temui di Twitter bernama Hanum (Laura Basuki). Tiba di Jakarta, Sukmo mendapat telepon untuk suatu pekerjaan yang tak lama kemudian cukup disukai oleh Sukmo. Sukmo yang tidak jadi-jadi bertemu dengan Hanum membuat Hanum kecewa. Sekali gagal, akhirnya mereka bertemu. Tidak berjalan mulus, Sukmo dan Hanum pun balas-balasan tweet yang dikenal sebagai “nomention”. Dan hal ini membuat Hanum galau karena ketidakpastian Sukmo. Di sisi lain, Sukmo yang ditugaskan untuk membuat satu tokoh menjadi begitu populer di Twitter. Dan ketika Hanum ikut-campur dengan urusan ini, tidak disangka bahwa Hanum melakukan hal yang sangat fatal. 

Republik Twitter memang masih belum begitu spesial. Namun, jelas adalah film yang sangat menyegarkan perfilman Indonesia di tahun ini. Cukup terkejut melihat jumlah penonton yang bahkan tidak mencapai 50.000 penonton. Padahal, film yang bertema Twitter ini cukup digemari banyak anak-anak muda. Well, saya juga tidak sempat menonton film ini di Bioskop. Maka itu, saya menontonya di YouTube. Untuk menonton di YouTube memang cukup disayangkan bahwa saya harus lama menunggu hingga buffering namun hasil dari film ini bukan sepenuhnya apa yang saya harapkan. Sama sekali tidak kecewa dengan hasil garapan Kuntz Agus. Namun menurut saya, Republik Twitter bukanlah film yang akan saya tonton berulang-ulang kali. Walaupun sebenarnya film ini adalah film yang sangat menyenangkan untuk ditonton.

Disini, Laura Basuki bermain tidak se-indah dan se-total biasanya. Laura Basuki tidak selepas biasa ia bermain di film-film lainya. Menurut saya masih banyak lagi aktor yang dapat menggantikan Abimana Aryasetya untuk film ini yang berperan sebagai Sukmo. Saya lebih menyukai Abimana Aryasetya di film satunya lagi yaitu “Catatan Harian Si Boy”. Pemeran pendukung malah lebih bermain mengesankan dan menonjol dibandingkan dua karakter utama di film ini. Ben Kasyafani bermain cukup santai. Dan Enzy Storia cukup unyu dan lucu. Bukan Laura Basuki, malah Enzy Storia menjadi penyegar di film ini. Dan saya cukup mengherankan Tio Pakusadewo akan porsi nya yang terlampau dikit. Jennifer Arnelita cukup sah-sah saja sebagai Rika. Intinya, seluruh pemain sebenarnya melakukan tugas mereka dengan cukup baik walaupun ada beberapa karakter yang saya tidak tahu tujuanya untuk apa dimunculkan kedalam film ini.

Apa yang paling saya sukai dari Republik Twitter ini adalah film ini sangat berkaitan dengan kehidupan nyata penontonya, terutama saya. Sepanjang film ini saya cukup menikmati adegan demi adegan karena film ini bagaikan kisah nyata, bukan sebuah film. 101 menit untuk film Indonesia mungkin cukup langka kita temui sekarang ini. Saya jujur saja tidak merasa kebosanan mengikuti Republik Twitter. Saya menikmatinya. Walaupun masih ada kekurangan di sana-sini. Seperti porsi politik nya yang menurut saya…errr sangat ga mengenakan. Namun, kisah percintaan Sukmo dan Hanum sangatlah enak untuk dinikmati! Tidak lebay. Sangat pas dengan takaran nya. Tidak canggung. Chemistry yang dibangun antara Sukmo dan Hanum sangat berjalan dengan baik disini. Well, anak-anak muda pastinya akan menikmati yang satu ini. Lucu namun tidak berlebihan. Pada akhirnya, Republik Twitter yang memang tidak berjalan sempurna bisa dikatakan berhasil menjadi salah satu film drama-comedy Indonesia yang menyenangkan dan menyegarkan. Jarang-jarang kita dapatkan. 

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s