Review: Resident Evil Retribution (2012)

 

Cukup banyak yang sudah kelelahan melanjutkan franchise Resident Evil ini. Paul W.S Anderson yang mengambil alih Resident Evil sejak Afterlife dan juga seorang yang menggarap Resident Evil di tahun 2002 yakni seri pertamanya. Entah apa yang membuat film ini begitu melelahkan untuk diikuti. Salah satu franchise yang sangat melelahkan atau sangat monoton. Tetapi, bodohnya kita para penonton masih terus-menerus memutuskan untuk menonton kembali seri yang makin lama kian memburuk. Tidak tahu apa yang ada dibenak Paul Anderson untuk terus melanjutkan seri ini. Tetapi, kita tahu bahwa franchise ini tidak akan ada habisnya.

 

Resident Evil: Retribution mengisahkan tentang Alice (Milla Jovovinch) yang tiba-tiba terbangun dan berada di ruang yang sepi hanya ditutupi dengan busana seadanya. Alice kali ini menjadi tahanan dan seseorang yang diincar-incar oleh Umbrella Corporation. Untungnya ada Li BingBing (Ada Wong) dan juga teman-teman lama Alice yang juga berada dalam seri-seri berikutnya yang ikut membantu Alice melarikan diri. Namun, hal tersebut tidaklah gampang. Karena ada Jill Valentine (Sienna Guillory) dan segerombolan timnya yang unstoppable layaknya sebuah mesin yang kian berdatangan untuk mengincar nyawa Alice.

RE:Retribution masih dengan formula yang sama. Rasanya ingin mengetuk kepala nya Anderson agar ia tersadar dari apa yang telah ia perbuat. Paul W.S Anderson memang berniat untuk bersenang-senang saja sepertinya dengan Resident Evil ini. Ditambah lagi dengan kualitas cerita yang semakin menurun. Bayangkan, dari kekurangan-kekurangan Afterlife dua tahun lalu, Retribution tampil jauh lebih buruk dari itu. Sayang sekali, padahal para penonton dan penggemar setia Resident Evil telah menunggu dua tahun lamanya untuk menyaksikan Alice menendang bokong-bokong mayat-mayat hidup yang seperti tidak ada habis-habisnya.

Terimakasih Tuhan hadir Michelle Rodriguez yang jelas adalah pemanis dalam film ini. Li BingBing kalah telak dengan Michelle Rodriguez. Bahkan zombie-zombie hidup tersebut lebih mempunyai ekspresi ketika bermain dibandingkan Li BingBing yang sudah seperti mayat hidup. Senyum, kaget, ketakutan rasanya sama saja ia tunjukkan. Milla Jovovich masih sama seperti di seri-seri berikutnya. Tidak buruk, namun tidak mencuri perhatian pula. Dan sisanya tampil sangat…cukup buruk sebenarnya. Kasihan sekali film ini.

Kekuatan jelas ada di 15 menit terakhir. Dimana kekuatan Alice lebih terlihat. Kita tidak perlu menyaksikan Alice bertengkar dengan para mayat hidup. Dengan menyaksikan Alice dengan Jill Valentine atau bahkan dengan Rain saja rasanya sudah cukup. Ketegangan yang dibalut dalam 15 menit terakhir tersebut terasa Resident Evil sekali. Walaupun terkadang terlihat begitu basi. Alice di seri kelima nya ini terlihat terlalu lemah. Seakan-akan menunjukkan kehancuran seorang Alice. Dan pembukaan film ini yang menurut saya cukup mengesankan. Membuat penonton bertanya-tanya.

Bagi fans setia Resident Evil sepertinya masih menganggap Retribution inin dijalur yang aman. Dan masih tetap menyukai seri-seri tersebut walaupun seburuk apapun ceritanya. BOOM dan BOOM, aksi dari awal hingga akhir pastinya akan disukai para fans nya. Namun tidak semua orang-orang biasa atau yang bukan fans dari Retribution atau mungkin yang baru pertama kali menyaksikan Resident Evil. Lelah untuk terus mengikuti si Alice ini berkelana dan membunuh para musuh-musuh yang saya akui makin lama makin mengerikan. Resident Evil:Retribution belum mampu membuat saya terengah-engah kehabisan nafas menyaksikan adegan-adegan didalamnya. Gagal dalam aksi-aksi yang seharsunya mampu menjadi aksi andalan dalam film ini. Retribution sangat kurang gereget.

Overall, Resident Evi: Retribution yakni seri kelima dari franchise Resident Evil tampil sangat mengecewakan. Apalagi untuk orang-orang yang telah mati-matian menunggu seri yang selisih dua tahun dari seri keempatnya. Jujur saja saya cukup menyukai seri keempatya. Masih dalam zona yang aman, Retribution terlihat begitu lemah menjadi seri terburuk dari semua seri-serinya. Paul W.S Anderson seperti bermalas-malasan untuk melanjutkanya. Ditambah dengan tidak didukungnya dari para pemain disini juga sangat mengecewakan. Dan adegan slow-motion nya yang tidak berkesan sama sekali. Yang mungkin tidak diperlukan lagi untuk mempercantik adegan-adegan di film ini. Efek 3D nya bisa dibilang cukup membantu. Adegan aksi nya sebenarnya pas, cerita yang semakin melemah. Singkat kata, Resident Evil:Retribution adalah film garapan Paul W.S Anderson yang sangat mengecewakan. 

 

Image 

Advertisements

One thought on “Review: Resident Evil Retribution (2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s