Review: Rock Of Ages (2012)

 

Adam Shankman, yang sudah dikenal lewat film “Hairspray” yang menghibur itu. Atau jika anda pernah menonton Bedtime Stories. Atau drama yang pernah dirilis tahun 2002 lalu, A Walk To Remember. Dan pernah juga menggarap beberapa episode dari GLEE. Adam Shankman kali ini bisa dibilang tidak terlalu berhasil mengeksekusi film yang telah ditunggu tunggu kehadiranya di layar lebar, Rock Of Ages. Sangat disayangkan. Adam Shankman hanya memasukan lagu-lagu yang sudah diyakini akan disukai oleh para penonton. Tanpa adanya unsur “rock” yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh film ini. Pada akhirnya, semua penantian akan film ini terbayar dengan sia-sia. Terserah anda jika berpikir bahwa saya berlebihan menjelek-jelekan film ini. Karena memang terbukti Rock Of Ages tidak sanggup tampil diatas ekspektasi penontonya. Walaupun masih jauh dari kata buruk dan masih layak untuk dinikmati.

 

Rock Of Ages menceritakan tentang gadis bernama Sherrie (Julianne Hough) yang baru saja sampai di Hollywood namun tiba-tiba dirampok dan tidak memiliki apa-apa. Gadis berambisi ini yang sangat menggemari sosok “Stacee Jaxx” beserta band nya kemudian bertemu dengan Drew (Diego Boneta) yang berkerja di salah satu club yang pada hari jumat akan dikunjungi oleh Stacee Jaxx (Tom Cruise). Sherrie pun bekerja di club itu. Semuanya tidak berjalan mulus. Karena terjadi kesalahpahaman dan hal-hal lain yang membuat Sherrie ingin kembali lagi ke kampung halaman nya dan ingin membuang jauh-jauh pengalaman buruknya di L.A. 

Rock Of Ages memang awalnya tampil meyakinkan. Dengan lagu-lagu yang kita ketahui jadi gampang itu bernyanyi bersama para pemain. Lama kelamaan saya merasa Rock Of Ages begitu-begitu saja. Julianne Hough yang sangat cantik dan menawan mungkin akan disukai banyak orang, juga Diego Boneta. Walaupun akting mereka masih terbilang sedikit kaku dan sedikit terlalu canggung. Mary J Blige, Russel Brand dan Malin Akerman bermain dengan baik disini. Apalagi Russel Brand yang mampu mengundang tawa lewat adegan yang konyol. Dan Malin Akerman mampu tampil seksi untuk kesekian kalinya di film yang ia mainkan. Tom Cruise, dengan gaya selengek-an nya tampil memukau pula. Jadi, para pemain disini bisa dibilang mampu menghidupkan karakter mereka masing-masing. Tidak lupa pula Catherine Zeta Jones.

Secara Keselurhan, Rock Of Ages bukanlah sebuah drama/musical terbaik yang pernah saya tonton. Sangat jauh dari kata sempurna. Dan bahkan tidak terlalu mengesankan. Bukanlah sebuah musical yang spesial di tahun ini. Unsur-unsur rock nya yang terbilang kurang. Sepertinya Adam Shankman hanya mementingkan para pemain yang untungnya bermain dengan cukup baik. Saya paling suka dengan Mary. J Blige entah mengapa. Dan Catherine Zeta Jones yang walaupun tidak terlalu banyak mendapatkan porsinya namun tampil sangat mencolok setiap kali adeganya muncul. Menyenangkan jika kita hanya mendengarkan musik-musik yang menemani sepanjang film ini dengan tidak mementingkan seluruh kekurangan dan hanya ikut bernyanyi. Sayangnya, pada akhirnya kita semua tersadar bahwa Rock Of Ages bukanlah sebuah film yang kuat walaupun sudah ditolong oleh Tom Cruise. Dan saya telah sadari bahwa GLEE bahkan tampil lebih baik dibandingkan Rock Of Ages. Tidaklah terlalu buruk sampai ingin membuang dan melupakan film ini. Namun, andaikan Adam Shankman mengeksekusi film ini dengan lebih serius pasti hasilnya akan jauh dari yang baru saya tonton ini. Cukup disayangkan.

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s