Review: Skyfall (2012)

 

Orang se-kampung apa yang tak kenal “James Bond”? James Bond telah dikenal dari film-filmnya yang sudah berkarya selama 50 tahun. Dan “Skyfall” adalah film ke-23 nya. 6 tahun lalu kita sudah diperlihatkan “Quantum Of Solace” yang tidak wah namun masih bisa dikatakan menghibur. Sepertinya film-film James Bond tidak pernah tampil mengecewakan walaupun masih terselip kekurangan-kekurangan di setiap filmnya. 50 tahun James Bond berulang tahun, dan kemudian munculah “Skyfall” yang kini berada ditangan Sam Mendes. Sam Mendes memiliki tanggung jawab yang cukup besar karena pastinya penonton telah lama menunggu “Skyfall” dan pastinya akan berkespektasi tinggi untuk film yang satu ini.

 

Film dimulai dengan aksi kejar-kejaran antara James Bond/007 (Daniel Craig) dengan pembunuh bayaran bernama Patrice (Ola Rapace). Sangat tidak berjalan mulus dikarenakan tertembaknya Bond oleh salah satu rekanya atas perintah dari atasanya, M (Judi Dench). Namun, Bond bangkit dari kematianya. Ketika ia telah bangkit dan tinggal bersama salah satu wanita di Turki, ia tiba-tiba terkejut ketika melihat M16 dalam kehancuran dan Bond pun berniat untuk menolongnya. Kemudian, Bond dipertemukan dengan mantan agen M16 bernama Silva (Javier Bardem) yang merasa telah dikhianati dan kali ini ingin berniat untuk menghancurkan M16. Namun, dengan bantuan rekan-rekan lainya, untuk mendapatkan Silva ditangan Bond bukanlah pekerjaan yang mudah dimana Silva mempunyai banyak sekali taktik yang membuat seluruhnya menjadi kebingungan sekaligus kewalahan.

Konsep-nya untuk memutar lagu Adele yang berjudul sama dengan judul film ini tersendiri “Skyfall” adalah hal yang sangat cermat. Adele akan mendapatkan kesempatan dan momen yang besar karena film ini. Dengan efek visual yang sangat sah jika dikatakan “keren”. Dan pengambilan gambar di Turki yang sangat mengagumkan juga mampu memanjakan mata para penontonya. Durasi sepanjang 143 menit ini sebenarnya berjalan tidak begitu lambat dan tidak begitu cepat pula. Dengan porsi yang pas. Memang aneh. Saya merasa sedikit kebosanan di pertengahan film. Seperinya hanya saya yang seperti ini dimana para movie-bloggers sangat-sangat menyukai film dan sudah jelas mendukung film ini sebagai salah satu aksi terbaik di tahun 2012. Tidak peduli berapa juta kali saya menguap, saya tetap mengatakan bahwa “Skyfall” mampu tampil menghibur.

Sudah ditunjukkan aksi dari detik awal film ini berlangsung sepertinya hanya sebuah pemanasan. Namun, dari aksi-aksi James Bond/007 tersebut, kita bisa mendapatkan momen-momen yang menarik. Minimnya porsi action sebenarnya sangat disayangkan, namun jika Sam Mendes mengorbankanya untuk pendalaman karakter masing-masing tokoh sepertinya sah-sah saja. Malah dengan minimnya aksi-aksi tersebut membuat Sam Mendes lebih berhati-hati dan lebih bekerja dengan total agar hasilnya maksimal. Agar dengan minimnya aksi, ia bisa memanfaatkan aksi-aksi yang ada. Aksi antara 007 dengan sang musuh di atas kereta api adalah salah satu aksi yang saya sukai. Menegangkan sekaligus membuat penonton bertanya-tanya. Sepertinya Mendes tahu apa yang harus dia lakukan agar aksi-aksi tampak menyenangkan di mata para penonton.

Sam Mendes tidak memberikan adegan aksi yang membuat penontonya geregetan namun di sisi lain, ia berusaha untuk memusatkan filmnya kepada karakter-karakter didalamnya yang sebenarnya bekerja dengan cukup baik. Terutama memperkenalkan Bond untuk lebih dalam lagi. Daniel Craig masih seperti biasa. Memerankan tokoh James Bond dengan baik dan tidak mengecewakan. Justru dari Bond Girl nya yang saya ragukan. Naomi Harris atau bahkan Bérénice Marlohtidak satupun dari mereka yang saya sukai atau biasanya saya dukung. Sebagai udara segar di film-film lain pada umumnya, kemunculan wanita-wanitsangat diutamakan. Bérénice Marloh sebenarnya tampil sangat seksi dan menggoda, namun porsinya yang terlampau sedikit agak sedikit menganggu.

Overall, Skyfall masih jauh lebih menarik dari seri sebelumnya. Daniel Craig lebih mendalami peranya. Skyfall memang tidak sempurna. Namun, Sam Mendes mampu mengeksekusi Skyfall menjadi lebih menarik. Walaupun saya tidak menikmati sepenuhnya. Yang saya tidak dugai mungkin dari porsi drama nya yang jauh lebih dominan dibandingkan action-nya. Tidak mengatakan bahwa itu memberikan dampak yang begitu besar. Ekspektasi dan harapan saya agar film ini, Skyfall mampu melekat di otak saya sepertinya tidak terlalu diwujudkan di akhir film. Skyfall adalah film aksi yang menyenangkan untuk ditonton. Mudah untuk dinikmati apalagi yang sudah lama mengikut serinya pastinya akan terasa puas. Masih menghibur.

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s