Review: Stay Alive (2005)

Lima orang anak muda yaitu Hutch ( Jon Foster ), Abigail ( Samaire Armstrong), October ( Sophia Bush) kemudian Swink (Frankie Muniz) dan Phineus(Jimmi Simpson) menemukan sebuah video game berjudul “Stay Alive” yang tidak mereka ketahui adalah video game tersebut bukanlah video game biasa. Stay Alive adalah video-game yang mengharuskan kita untuk tetap hidup sampai game itu berakhir. Jika kita mati dalam game tersebut, maka kita akan mati pula dalam kehidupan nyata persis dengan cara kita mati di dalam game tersebut.

 

 

Premis nya sungguh menarik memang. Jujur, saya mencari film ini mati-matian. Dan akhirnya dapat juga. Stay Alive sangat jauh dibawah ekspetasi saya.Memang menarik sih, namun hasil akhir Stay Alive sangat biasa saja. Beda dari yang lain, namun pada akhirnya jatuh ke lubang yang sama seperti film Thriller gagal lain-nya. 

 

Departemen Akting, They’re stiff! Sophia Bush pun err, Jon Foster yang disini sok jago dan sok pahlawan pun bermain dengan biasa saja. Tidak ada akting memukau dari para pemain disini. Yang paling buruk adalah akting dari Samaire Armstrong dan Jimmi Simpson. 

 

Jika anda melihat trailer dari Stay Alive, otomatis kalian akan terpancing dengan trailer yang mengundang tersebut. Ending nya memang terlihat ya lumayan lah. Pembukaan film adalah bagian terkuat dari keseluruhan film ini. Dimana kita diperlihatkan bagaimana pria ini mati hanya karena gagal memainkan game ini. 

 

Durasi nya yang hanya 85 menit sepertinya sudah sangat perfect untuk Stay Alive. Saya suka cara William Brent Bell mengakhiri film ini dengan sangat cerdas. Kemudian, sayangnya kita tidak terlalu diperlihatkan mereka memainkan game tersebut. Sangat disayangkan memang. Tingkat kesadisan tidak mencapai level maksimum namun masih bisa tutup mata sedikit. Horror? sebenarnya tidak terlalu seram hanya adegan-adegan mengagetkan yang ditaruh di momen-momen yang pas.

 

Overall, Stay Alive masih dibawah ekspetasi namun masih salah satu film terunik yang pernah saya tonton. Spesial efek? umm no. William Brent Will hanya gagal mengeksekusi beberapa bagian yang dia fikir tidak akan ketahuan oleh para penonton, namun jelas semua penonton bisa melihat akan kekurangan film ini yang sebenarnya mempunyai potensi kuat untuk menjadi Horror/Thriller yang menyenangkan dan tidak membosankan. Dan juga tagline nya yang sebenarnya sudah menceritakan the whole story.

 

 

Image 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s