Review: StreetDance 2 (2012)

 

StreetDance 2 menceritakan tentang seorang penjual popcorn, Ash (Falk Hentschel) yang pernah sekali gagal ketika bertarung dengan seorang kru penari jalanan bernama “Invincible”. Invincible dikenal sebagai kru yang tidak pernah bisa dikalahkan oleh siapapun atau kru apapun. Kegagalan Ash membuat seorang anak muda bernama Eddie (George Sampson) untuk mencarikan Ash orang-orang yang ingin bergabung dan mengalahkan Invincible. 

Eddie akhirnya berhasil mengumpulkan para penari jalanan yang ingin bergabung dengan Ash. Tidak mudah awalnya, sebab Ash belum bisa menari dari hatinya yang membuat para penari jalan lainya merasa terganggu. Kemudian, Ash bertemu dengan Eva (Sofia Boutella) seorang penari latin yang ingin membantu Ash memenangi Final Clash. Ash dan para kru mempunyai enam minggu untuk berlatih dan memenangkan seluruhnya.

StreetDance2 tampil sangat mengecewakan. Dari menit awal film ini dimulai memang saya sudah merasa kebosanan. Memang porsi tari-menari disini lebih diperbanyak atau porsi nya lebih banyak dibandingkan seri pertamanya, namun dari segi plot sangat lemah. Street Dance 2 tidak menawarkan sesuatu yang baru. Max dan Dania kali ini saya nyatakan gagal menggarap film dance seperti ini. Aduh sepertinya hanya saya yang merasa kurang terhibur dengan film ini.

Saya harus mengatakan bahwa, susah memang membuat film dance seperti ini. Sang sutradara harus menyama-ratakan cerita dengan dance yang ada di film ini. Sejauh ini, Step Up masih jauh lebih menarik dibandingkan StreetDance yang kedua maupun yang pertama. Step Up lebih terlihat sudah jadi dan sudah lebih profesional dibandingkan Street Dance. Banyak sekali plot-holes disini. Yang membuat kita bertanya-tanya. Banyak sekali yang tidak dijelaskan oleh Max&Dania di film ini.

Pemilihan Falk Hentschel untuk memerankan tokoh Ash adalah kesalahan utama. Ekspresi Falk Hentschel terlihat sungguh datar. Sofia Boutella lebih pun tidak terlihat lebih baik namun karena keseksian-nya bermain disini mungkin terlihat sedikit menghibur dibandingkan para pemain disini. Tidak ada akting yang menonjol di film ini. Bahkan semua nya masih terlihat kaku atau masih terlihat deg-degan.

Lagi dan lagi saya katakan Street Dance 2 sangat gagal menghibur saya. Untuk koreografi memang terlihat lebih fresh dan lebih enak untuk dilihat. Koreografi nya lebih terlihat ‘baru’. Banyak tarian-tarian yang mampu membuat saya mengatakan “wow”. Namun, sangat disayangkan “Final dance” yang paling terakhir terlihat sangat membosankan. Masih lebih baik ketika mereka berada di suatu club ketika Ash bertemu dengan salah satu kru Invincible dibandingkan Final Dance yang seharusnya tampil mengesankan karena Final Dance lah yang telah ditunggu-tunggu oleh seluruh penonton. Bahkan saya tidak tahu mengapa kru nya Ash bisa menang dibandingkan Invincible. sangat menggelikan

 

Street Dance 2 tidak sepenuh-nya buruk. Untung ada koreografi yang terlihat lebih menyegarkan. Dan porsi tari-menari yang lebih banyak. Konfik disini terlihat disepelekan. Diselesaikan dengan begitu saja tanpa penjelasan. Saya sudah menonton Step Up 1-3 dan Streetdance. Dan saya selalu “merinding” ketika menonton film-film dance seperti ini, merasa terpukau akan kepandaian mereka menari. Tapi untuk StreetDance 2 saya tidak merasakan apa-apa.Ya, saya hanya menonton saja sampai film ini berakhir. Kali ini saya harus mengatakan bahwa StreetDance 2 belum bisa membuat saya terpukau. Jika di tagline film ini mengatakan bahwa film keduanya lebih “besar” dari pada film pertamanya,jelas itu sebuah tipuan.Saya hanya mampu mengutarakan satu kata setelah menonton film ini: “F.L.A.T”

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s