Review: Taken 2 (2012)

 

Banyak sekali yang mengatakan bahwa Taken 2 tidak sebagus pertamanya. Well, saya belum seratus persen mempercayai omongan-omongan tersebut. Taken (2008) menurut saya adalah sebuah film aksi yang sangat menegangkan dan mungkin salah satu aksi terbaik pada tahun film itu dirilis. Taken 2 jujur saja tidak menawarkan sesuatu yang lebih kepada penontonya. Apalagi yang telah menunggu kian lama untuk seri keduanya. Seharusnya Olivier Metagon mampu mengulangi kesuksesan seri pertamanya yang digarap oleh Pierre Morel dengan sangat apik. Namun, Taken 2 masih bisa dibilang film yang berada di jalur aman dan cukup sayang untuk dilewatkan.

 

Taken 2 menceritakan tentang Bryan (Liam Neeson) yang mengajak mantan istrinya, Lenore (Famke Janssen) dan anak perempuan nya  Kim (Maggie Grace) ke Istanbul, Turki untuk berlibur. Namun, semua tidaklah berjalan dengan lancar. Datanglah seorang lelaki yang ingin membalas dendam kepada Bryan yang telah membunuh keluarganya. Pembunuh-Pembunuh bayaran pun disewa bukan hanya untuk membunuh Bryan. Karena sang lelaki tersebut juga menginginkan keluarga Bryan. Aksi kejar-kejaran pun terjadi ketika Bryan kewalahan harus menyelamatkan Kim dan Lenore.

Taken 2 tidaklah lebih baik dari Taken (2008). Bahkan dari aksi, Taken jauh lebih menegangkan. Terlihat disini bahwa Liam Neeson sudah cukup tua untuk memainkan Taken. Dari cara ia bergerak pun sepertinya sudah kesusahan dan membuat aksinya jadi terlihat sedikit lebih lambat. Faktor usia-lah penyebabnya. Taken 2 sama sekali bukanlah film yang buruk. Berterimakasihlah kepada Olivier Megaton yang mampu membuat Taken 2 cukup layak untuk dinikmati. Setidaknya tidak membuang-buang waktu anda yang sudah rela menonton film ini selama 88 menit. 

Taken 2 dari segi aksi memang tidak menawarkan sesuatu yang baru. Hanya adegan aksi tembak-tembakan. Namun, cukup diakui adegan kejar-kejaran mobil yang dikendarai oleh Kim disini mampu membuat para penontonya tegang. Ketegangan yang diciptkan memang masih tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan seri pertamanya. Segi cerita tidak menawarkan sesuatu yang baru pula. Dibalik sisi-sisi negatif dari film ini, saya harus ulangi lagi Taken 2 bukanlah film yang buruk, bahkan mengecewakan. Plot Cerita tidak ada perkembangan dari seri pertamanya. Intinya Taken 2 hanya mengandalkan aksi dari sosok Liam Neeson. Dan bahkan aksi tersebut kurang tampil maksimal malah kadang terlihat basi.

Taken 2 masih sangat menghibur. Dibalik kekuranganya, Taken 2 masih mampu menjadi film aksi yang cukup menghibur dan tidak murahan. Dibalik banyaknya film-film aksi hollywood yang hanya menawarkan itu-itu saja. Taken 2 masih mampu mencuri perhatian penonton lewat hati dari film ini. Ketika Taken 2 mulai menampilkan adegan-adegan kekeluargaan yang sangat menyentuh. Jadi film ini bisa mengena di hati masing-masing penontonya. Ketegangan mampu diciptakan setiap kali Maggie Grace tampil dilayar. Maggie Grace disini tampil sangat menawan. Dan akting Liam Neeson yang cukup maksimal. Chemistry antara ayah-ibu dan anak mampu terjalin dengan cukup baik.Secara keseluruhan, Taken 2 masih layak untuk ditonton.  

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s