Review: The Avengers (2012)

Siapa yang tidak tahu “The Avengers“? Sepertinya hampir semua penonton tidak sabar menunggu film yang satu ini. IronMan,Hulk, Captain America, Thor, Hawkeye, Black Widow menjadi satu? siapa yang tidak sabar untuk melihat aksi-aksi spektakuler dari ke-enam pahlawan yang siap menyelamatkan bumi ini. Untungnya, Joss Whedon berhasil menggarap film satu ini se-spektakuler aksi-aksi di dalamnya. Dua jempol untuk Joss Whedon.

 

The Avengers menceritakn tentang berkumpulnya pahlawan-pahlawan terbesar di Dunia yang dikumpulkan oleh Nick Furry(Samuel L Jackson) guna untuk mencari Tesseract yang lenyap diambil oleh Loki(Tom Hiddleston) yang sebenarnya adalah adik dari Thor. Tony Stark/Iron Man(Robert Downey Jr), Steve Rogers/Captain America(Chris Evans), Bruce Banner/Hulk(Mark Ruffalo),  Natahsia Romanoff/Black Widow(Scarlett Johanson), Thor(Chris Hemsworth) dan Hawkeye/Clint Barton(Jeremy Renner) harus mengambil Tesseract tersebut dan menghentikan niat buruk Loki untuk menguasai Dunia.

 

Memang saya tidak bisa mendapatkan semua yang saya mau di film yang paling saya tunggu-tunggu ini. Namun, saya masih tetap menyukai The Avengers. Mungkin memang bukanlah film superhero yang terbaik yang pernah saya tonton pula. The Avengers, tidak ada kekurangan yang besar disini. Namun, bagi saya dan para penonton, hasilnya dibawah ekspetasi yang membuat film ini menajdi biasa saja.

 

Saya sangat semangat melihat adegan-adegan di akhir film, berkumpulnya ke enam pahlawan dunia. Aksi-Aksi menarik dari semuanya. Dan saya sangat menyukai cara Joss Whedon mengenalkan ke-enam pahlawan tersebut di awal film. Joss Whedon dengan cerdasnya bisa membuat saya tidak merasa jenuh dengan 2 jam lebih lamanya film tersebut. Dan dengan megahnya aksi-aksi film ini. Joss Whedon memang sangat berhasil mengeksekusi film ini.

 

 

Dengan bujet yang membuat kita lemas itu seperti terbayar di sepanjang film. Dan semua pahlawan seperti mendapatkan porsi yang sangat pas di film ini. Jalan cerita nya sebenarnya tidak begitu menarik, tidak semenarik yang saya bayangkan sebelumnya. Membuat The Avengers bisa ditonton semua umur karena ceritanya yang sangat mudah dicerna. Saya memilih untuk menontonya dengan 3D yang sebenarnya tidak ada yang sangat-sangat memukau. 3D inilah yang seharusnya mampu menambah poin lain bagi The Avengers.

 

Kehancuran bumi memang sangat spektakuler disini. Namun, saya belum merasakanya. Joss Whedon mampu menjaga konnsistensi ketegangan dari awal hingga akhir. Dan ketika kita keluar dari bioskop tersebut, ada rasa bangga dan kepuasan setelah menontonya. 20 menit terakhir film adalah momen-momen terkuat dari film ini. Adapula, lelucon-lelucon dari para heroes yang mampu membuat kita tertawa atau tesenyum lebar. The Avengers memang salah satu film ‘terpanas’ pada tahun ini.

 

Overall, Menyerahkan film ini kepada Joss Whedon adalah tindakan yang tepat. Karena, beliau menggarap “The Avengers” dengan baik. Memang tidak sesempurna ekseptasi awal. Namun,saya masih sangat bahagia untuk menaruh The Avengers kedalam daftar judul film terbaik pada Tahun 2012. The Avengers memiliki aksi-aksi memukau ditambah dengan heroes yang sangat berhasil menghidupkan karakter mereka di film ini masing-masing. WOW! 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s