Review: The Cabin In The Woods (2012)

The Cabin In The Woods mungkin salah satu film yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pecinta film. Apalagi bagi semua pecinta film horror/slasher di tahun ini. Setelah mengetahui bahwa Joss Whedon juga ikut mengutak-atik film ini, saya semakin penasaran akan film ini, apa yang akan disajikan. THe Cabin In The Woods tidak berusaha terlalu keras untuk menjadi film yang nomor satu, hanya ingin kita untuk bersenang-senang dan ikut merasakan apa yang Dana, Curt, Jules, Holden dan Marty rasakan. Film yang sebenarnya sudah dibuat sejak tahun 2009 lalu ini, kemudian diundur sampai tahun 2012 ini sangat layak untuk disaksikan berulang-ulang kali.

 

The Cabin In The Woods mengisahkan tentang lima anak-anak muda, Dana ( Kristen Conolly) Marty (Fran Kranz), Curt (Chris Hemsworth), Jules (Anna Hutchison) dan Holden (Jesse Williams) yang ingin berlibur ke suatu tempat yang sangat jauh dari peradaban. Mereka menemukan sebuah Cabin yang mereka inginkan. Tetapi, mereka tidak sadar bahwa mereka telah diawasi oleh orang-orang yang sedang bersiap untuk melihat siapa yang akan mati duluan dan belakangan.

The Cabin In The Woods memang awalnya berjalan seperti layaknya film-film thriller kelas B luar. Percayalah, itu baru awalnya. The Cabin In The Woods sangat bisa membuat para penontonya untuk terkencing-kencing. Drew Goddard tidak rela kita keluar dari bioskop hanya untuk menyaksikan satu-per-satu pemainya mati. Ia ingin menujukkan lebih dari itu. The Cabin In The Woods dengan mudahnya menyusup ke chart ter-atas daftar film terbaik di tahun ini.
 
The Cabin In The Woods dari awal-pertengahan hingga akhir patut diacungi jempol. Saya tidak pernah merasa kebosanan melihat kelima pemain disini bersenang-senang. Kristen Conolly bermain dengan sangat mengesankan. Begitu pula sisa nya. Chris Hemsworth juga berhasil meninggalkan kebiasaan nya bermain sebagai pahlawan hanya untuk film ini. Mungkin sebagian besar orang menonton The Cabin In The Woods juga untuk melihat Chris Hemsworth bermain dalam film horror.

Drew Goddard berhasil memberikan surprise demi surprise yang selalu saja berhasil bagi penontonya. Dan film ini tidak semata-mata hanya untuk kaget-kagetan. The Cabin In The Woods dengan berhasil membuat saya terkejut berkali-kali. Terkadang membuat saya menutup mata saya. Dibalik kelebihan film ini, saya terkadang berharap akan adanya adegan kejar-kejaran atau mungkin adegan eksploitasi yang lebih dari yang sudah disajikan. Tidak mengecewakan, jauh di atas ekspektasi bahkan. Hanya berharap The Cabin In The Woods bisa membuat semua orang di bioskop untuk terlompat-lompat akan aksi demi aksi ketika para mahkluk-mahkluk aneh ini muncul di layar tersebut.

Overall, Setelah keluar dari bioskop kesayangan yang ada hanya rasa kepuasan akan film ini. Tidak menyangka bahwa saya akan mencintai film yang satu ini. Film ini sangat mudah untuk disukai oleh semua orang, khusus nya pecinta genre seperti ini. Casts yang luar biasa, kejutan demi kejutan yang cukp dan eksekusi yang memang harus diacungi jempol membuat The Cabin In The Woods menjadi film favorit saya di tahun ini. Saya terus-terusan berharap agar tidak ada di posisi mereka semua, sayangnya The Cabin In The Woods membuat kita semua penonton seperti hadir di dan berpesta bersama kelima anak muda malang tak bermasalah ini didalam Cabin tersebut. Jangan lupakan sisipan komedi yang works well untuk penontonya. At the end, The Cabin In The Woods adalah film yang sangat sulit untuk dilupakan. Drew Goddard, you da man!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s