Review: What To Expect When You Expecting (2012)

 

Akhirnya, saya tonton juga film ini. Ketinggalan film ini di bioskop bukan berarti saya tidak akan menonton film ini, pokoknya saya harus tetap menonton film ini. Salah satu film yang paling saya tunggu-tunggu. Mungkin dari daftar pemain nya yang memang semuanya bisa akting. Terutama karena adanya Jennifer Lopez dalam film ini. What To Expect When You’re Expecting ini sendiri diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Heidi Murkoff. Dari awal memang niatnya hanya untuk melihat para pemain-pemain menakjubkan berkating dalam satu film, jadi tidak ada ekspektasi atau berharap akan film ini menjadi film terbaik tahun ini. Saya berniat hanya untuk menikmati saja. Buruk dan baik nya itu urusan belakangan.

 

What To Expect When You’re Expecting bercerita tentang lima orang pasangan yaitu Jules (Cameron Diaz) dan Evan (Matthew Morrison) yang dikejutkan dengan kehamilan anak pertamanya. Kemudian, ayah nya sendiri Ramsey ( Dennis Quaid ) dan istri muda nya Skyler (Brooklyn Decker). Wendy (Elizabeth Banks) dan Gary (Ben Falcone) yang sudah menunggu sejak dua tahun lamanya akan kehamilan anak pertamanya. Ada pula pasangan muda yang belum menikah, namun dikejutkan akan kehamilan Rosie (Anna Kendrick) dari ayah bernama Marco (Chace Crawford) dan yang terakhir pasangan yang memang sudah terlalu lama ingin mempunyai anak namun belum berhasil, Holly (Jennifer Lopez) dan Alex (Rodrigo Santoro). Selama 111 menit berlangsung, What To Expect When You’re Expecting memperlihatkan kelima perempuan tangguh beserta pasangan nya melewati bersama masa-masa yang terkadang manis dan juga pahit. 

What To Expect When You’re Expecting sebenarnya cukup menarik. Apalagi di adaptasi oleh novel seperti panduan kehamilan menjadi sebuah film. Menurut saya, naskah nya lah yang terlemah di sepanjang film ini. What To Expect When You’re Expecting untungnya mempunyai para departemen akting yang sangat jauh dari kata mengecewakan. Mereka semua tampil all-out. Dengan komedi-komedi yang sesekali berhasil namun kebanyakan memang tampak seperti dibuat-buat malah jadinya tidak lucu atau yang sering diucapkan sekarang, garing.

Anna Kendrick lah yang paling memukau disini bagi saya. Kemudian, Elizabeth Banks dan Jennifer Lopez. Seperti yang saya katakan semua bermain dengan sangat-sangat baik di sini. Begitupula Cameron Diaz. Elizabeth Banks dapat membuktikan kalau ia bisa bermain sebagai apa saja. Menjiwai karakter tersebut. Anna Kendrick berhasil tampil fresh and young diantara Jennifer Lopez dan Cameron Diaz yang sebenarnya sudah mencapai 40-an. Jadi Anna Kendrick seperti angin segar diantara casts lain nya. Chace Crawford juga tampil lumayan baik. Yang sebetulnya sangat saya tidak sukai disini adalah Chris Rock yang sangat annoying menurut saya. Kemudian, Dennis Quaid yang sebenarnya sangat disayangkan tidak bermain sebaik film-film sebelumnya. Dan terakhir, Rebel Wilson yang memang selalu menjadi sesuatu yang mudah untuk ditertawakan. Dari kata-kata yang dilontarkan maupun dari adegan-adegan yang ia lakukan. Ia juga membantu What To Expect When You’re Expecting untuk menjadi film yang lebih segar.

What To Expect When You’re Expecting tidak sepenuhnya berjalan lancar. Karena memang drama selalu dikenal dengan kata membosankan. Memang ketika waktu sudah mencapai 60 menit memang What To Expect When You’re Expecting sedikit membosankan. Bawaanya ingin menguap saja. Bagian terkuat adalah 20 menit terakhir dimana kita semua bisa melihat momen-momen yang mengharukan. Perjuangan para ibu-ibu untuk melahirkan anak mereka masing-masing. Apalagi Cameron Diaz yang terlihat sangat menonjol pada saat adegan tersebut. Membuat saya terharu. Kemudian, setiap kali ada adegan Rosie dengan Marco selalu membuat saya tersenyum. Selain naskah yang lemah, sedikit membosankan juga datar. Dari segi penceritaan juga tidak menawarkan sesuatu yang baru. Kirk Jones seperti kebingungan untuk menunjukan aktris dan aktor siapa yang akan muncul setelah ini karena banyaknya pemain disini yang semuanya ingin menampilkan yang terbaik dan semuanya bisa. Jadi, banyak pemain yang seperti terlupakan atau porsi nya tidak sebanyak yang lainya. Saya terkadang berharap akan porsi Anna Kendrick sebagai Rosie lebih diper banyak. 

Overall, What To Expect When You’re Expecting adalah film yang cerdas. Tidak sempurna. Namun setidaknya film ini masih bisa dikatakan sebagai film yang berhasil membuat saya terharu, tertawa, jengkel dan tersenyum melihat adegan para casts yang sangat menjiwai karakter dan menghidupkan karakter yang mereka perankan masing-masing. Ada sedikit pesan-pesan yang bisa kita petik. Dan komedi yang mampu membuat para penonton sedikit terseyum agar tidak merasa terlalu kebosanan. What To Expect When You’re Expecting sangat jauh dari kata mengecewakan. What To Expect When You’re Expecting masih sangat layak untuk ditonton. Dan paling terakhir, What To Expect When You’re Expecting bisa dikatakan berhasil untuk menghibur penontonya. Kalau memang kalian tidak berekspektasi apapun terhadap film ini.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s