Review: Young Adult (2012)

Young Adult mengisahkan tentang Mavis Gary (Charlize Theron), seorang penulis yang berumur 37 tahun yang dulu sangat terkenal di masa SMA nya. Mavis adalah seorang wanita yang merasa dirinya perfect, walaupun ia menyadari bahwa banyak pula yang membenci nya. Ketika ia dikirimkan surat oleh Buddy Slade (Patrick Wilson) memberitahu bahwa ia telah dikaruniai seorang bayi yang lucu. Mavis Gary memutuskan untuk kembali pindah ke kampung halamanya dengan alasan membutuhkan tempat yang tenang agar ia dapat melanjutkan menulis novelnya. Mavis Gary sebenarnya masih mencintai Buddy Slade dan ingin merebutnya kembali dari istrinya Buddy Slade, Beth (Elizabeth Reaser) lewat cara-cara yang mengesalkan sekaligus mampu mengundang tawa.

 

Walaupun diakhiri dengan ending yang kurang nendang, kita sepertinya tahu bahwa Mavis 

Gary tidak akan pernah berubah. Lihat saja bagaimana ia mengakhiri film ini. Well, Jason Reitman mampu membuat penonton bertanya-tanya apakah yang akan terjadi kepada Mavis Gary selanjutnya dalam film ini? Setiap adegan tampil sangat kuat. Dengan dialog-dialog cerdas dan sedikit menyindir. Film ini tidak berat sama sekali. Memang ditujukan untung menghibur para penontonya lewat karakter Charlize Theron yang bitchy tersebut. Jika ada orang yang membenci bahkan memaki-maki film ini, saya tidak habis pikir apa yang ada di otaknya. “Young Adult” sangat sulit untuk tidak disukai. Lewat karakter-karakter dan jalan penceritaan yang baik, Young Adult seharusnya saya tempatkan menjadi film drama terbaik tahun lalu.

Dari segi akting, Charlize Theron you da one. Entah bagaimana kalau misalkan bukan Charlize Theron yang memainkan tokoh Mavis Gary. Pemilihan Charlize Theron adalah pilihan yang sangat tepat. Charlize Theron benar-benar tampil mengesalkan sebagai wanita yang desperate. Elizabeth Reaser sebenarnya kurang tampil mencolok, namun dengan wajah yang menawan tersebut saya semakin ingin melihatnya terus-menerus. Dan pemain-pemainya juga tampil tak kalah baiknya. Patrick Wilson, Patton Oswalt juga bermain dengan sangat baik. Jadi, semua pengisi departemen akting membantu “Young Adult” juga. Chemistry yang dibangun antara Mavis Gary dengan Matt mampu dibangun dengan baik oleh keduanya. Jadi, semuanya tampil membanggakan. Dan ketika sang istri dari Buddy Slade menumpahkan minuman ke gaun barunya Mavis Gary, damn! itu adalah bagian favorit saya ketika Mavis Gary marah kepada istrinya. Charlize Theron memang seharusnya memenangkan setidaknya satu Oscar Award.

Young Adult dengan lancarnya berjalan dengan cukup mulus. Alur nya tidak lambat menurut saya. Saya juga mampu menikmati menit-per-menit film ini berlangsung. Jason Reitman mampu membuat 83 menit menjadi 30 menit, merasa bahwa 83 menit berlangsung sangat sebentar. Bagaimana tidak merasa begitu? di sepanjang film kita melihat Mavis Gary, Charlize Theron yang ingin sekali memprebutkan hati Buddy Slade dengan cara-cara yang lucu, konyol dan gila yang bisa membuat penonton tertawa lebar ataupun tertawa kecil. Bahkan dengan mimik muka nya Charlize Theron saja kita sudah mampu tertawa. Young Adult juga mampu membuat kita tersenyum iba melihat nya. Dan Young Adult juga mampu menciptakan momen-momen menyentuh yang mungkin tidak semua orang menemuinya. Young Adult adalah sebuah Drama-Comedy yang cerdas. Thanks Jason Reitman for this hilarious movie!

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s