Review: 5CM. (2012)

5CM diangkat dari novel karya Donny Dhirgantoro kemudian digarap oleh Rizal Mantovani dengan memuaskan. 5CM adalah salah satu novel terlaris. Anehnya, saya belum sempat membaca novel tersebut yang kata teman saya sangat lucu tersebut. 5CM dirilis pada tahun 2007. Cukup sulit untuk menerjemahkan sebuah novel kedalam bentuk film apalagi novel tersebut cukup tebal dan tidak begitu tipis. 5CM mengangkat tema persahabatan, kisah cinta dan nasionalisme. 5CM adalah film yang katanya membuat penonton akan lebih mencintai, menghormati dan menghargai Tanah Air kita, Indonesia. Sebuah film yang akan menghibur anda. Sebuah hiburan dan tontonan yang sangat langka kita dapatkan dalam film-film lokal sekarang ini. Film yang begitu melekat pada otak saya hingga sekarang. 

“5CM” mengisahkan tentang lima sahabat yaitu Zafran (Herjunot Ali), Genta (Fedi Nuril), Riani (Raline Shah), Ariel (Denny Sumargo) dan Ian (Igor ‘Saykoji’). Kelima sahabat ini berteman sudah cukup lama. Keluh kesah dijalankan bersama. Namun, mereka merasa jenuh dengan mereka sendiri. Mereka merasa bahwa mereka tidak mempunyai teman banyak selain mereka berlima. Mereka memutuskan untuk berpisah selama tiga bulan. Dan setelah tiga bulan tersebut, Genta telah mempersiapkan sebuah kejutan bagi mereka semua untuk merayakan betemunya mereka kembali. Genta pun memutuskan untuk bertemu di suatu Stasiun. Perjalanan 3 bulan tidak bertemu dilalui dengan tidak mulus oleh mereka semua karena mereka merasa rindu dan kangen kepada satu sama lain. 

Setelah tiga bulan terlewatkan, mereka bertemu. Genta pun menuliskan beberapa hal yang harus dibawa ketika berlibur bersama. Ariel ternyata membawa Dinda (Pevita Pearce) yang telah membuat Zafran tergila-gila akibat kecantikan nya. Ternyata, Genta mengatakan bahwa mereka akan mendaki puncak tertinggi di Jawa yaitu, Gunung Mahameru. Selain perjalanan menuju puncak Gunung Mahameru, sekalian dimanjakan oleh keindahan pemandangan sekitar yang membuat ngiler. Perjalanan menuju puncak Gunung Mahameru yang tidak mudah dan tidak mulus. Menguji solidaritas dan persahabatan mereka. Sebuah perjalanan menyenangkan yang tidak mudah untuk dilupakan bagi mereka semua. Petualangan dimulai.

“5CM” selalu berhasil menghibur penontonya lewat lelucon-lelucon perkataan maupun tidakan. Ketika saya menonton film ini, satu bioskop benar-benar tertawa selepas mungkin merasa terhibur dengan unsur komedi yang ada di dalam film ini. Komedi nya serasa begitu pas. Terkadang memang tidak begitu lucu, namun selebihnya “5CM” adalah sebuah film yang mampu menghibur penontonya lewat komedi-nya yang tidak disangka-sangka berjalan dengan begitu baik. Ya, Berterima kasih kepada para pemainya yang mampu melontarkan perkataan-perkataan lucu yang mampu mengundang tawa. “5CM” juga berhasil membuat penonton iri dengan persahabatan yang begitu erat yang terjalin di sepanjang film ini. Dan kisah percintaan dua pasangan yang sangat lucu dan sangat konyol terkadang. 

Sinematografi nya luar biasa. Mampu memperlihatkan keindahan-keindahan sekitar Gunung Mahemeru. Pemandangan dari atas yang mengambil beberapa gambar yang menunjukkan kepada penonton betapa indahnya Indonesia ini. Dan sesekali “5CM” juga mencoba agar para penonton merasa bangga dan mencintai Indonesia lebih, lewat gambar-gambar indah. Sejujurnya, iya..setelah menonton “5CM” saya memang jadi ingin mendaki gunung. Dan ingin mencoba pengalaman tersebut, sepertinya menyenangkan. Namun, “5CM” belum mampu membuat kita tersentuh lewat tema nasionalisme yang sengaja terselip di pertengahan film yang menurut saya cukup menganggu. Saya sudah cukup menyukai dengan tema persahabatan dan tema cinta yang lucu dan menyenangkan, namun tiba-tiba diselipkan tema nasionalisme jadi terasa aneh dan terlalu dipaksakan. 

Dari para pemain-pemain di sepanjang film. Semuanya tampil dengan sangat memikat. Yang paling mencuri perhatian adalah Pevita Pearce. Walaupun memang akting nya tidak terlalu menonjol, namun kecantikan nya mengalihkan dunia setiap pria-pria. Herjunot Ali juga tampil dengan natural. Denny Sumargo dan Fedi Nuril juga tidak mengecewakan. Dan yang terakhir Raline Shah, yang walaupun sedikit tertutupi akibat adanya Pevita Pearce namun kecantikan nya juga tidak bisa diragukan lagi. Igor Saykoji juga mampu tampil sebagai pria yang lucu dan menggemaskan. Jadi, salut untuk setiap karakter di dalam film ini karena semua tampil se-natural mungkin. Pengenalan karakter di awal cukup disusun dengan lucu dan menyenangkan. Jadi, kita semakin dekat dengan karakter-karakter di film ini. Terutama 5 karakter utama. Dan penonton hanya bisa berharap mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka.

Overall, “5CM” mungkin salah satu film lokal ter-favorit saya sepanjang menonton filmlokal. Film favorit, bukan film terbaik. Pertama, “5CM” tidak pernah merelakan penontonya untuk merasakan kebosanan dan kejenuhan sepanjang 125 menit. Untuk sebuah film lokal, 125 menit bukanlah waktu yang sebentar. Jarang sekali. Namun, “5CM” mampu menghibur penontonya. Saya tidak pernah merasa jenuh karena lewat unsur komedi yang hampir di setiap adegan diselipkan. Dan momen-momen menegangkan juga terjalin dengan sangat baik ketika ke-enam sahabat ini mendaki Gunung Mahameru. Kata-kata puitis disepanjang film memang terkadang menggelikan. Seperti siapa yang mau mengatakan kalimat semacam ini? “5CM” juga mampu menyentuh penontonya. Bukan dari tema nasionalisme yang super-menganggu itu, namun dari adegan-adegan persahabatan yang sangat erat tersebut. “5CM” adalah sebuah tontonan lokal yang sangat jarang kita dapatkan di film lokal belakangan ini. Sungguh menghibur. Dan pastinya akan merekomendasikan film ini kepada semua orang. Tidak ada rasa penyesalan menonton film ini. Akhirnya, Rizal Mantovani membuktikan bahwa ia masih adalah seorang sutradara yang kompeten. Dan mampu menerjemahkan novel tersebut menjadi sebuah tontonan yang menghibur dan menyenangkan. 5CM akan terus diingat dan diingat karena filmnya yang begitu memorable dan sangat sulit untuk tidak disukai. Mempunyai peluang besar untuk masuk ke 10 besar film terbaik saya di tahun ini.

 

  Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s