Review: Beautiful Creatures (2013)

Setelah berakhirnya salah satu franchise paling terkenal, Twilight. Terkenal karena penggemar franchise yang begitu banyak, tapi juga karena pembenci franchise ini yang tak kalah banyak pula. Setelah tahun ini muncul berbagai film-film yang berpotensi untuk menjadi penerus franchise Twilight, sebut saja Warm Bodies, The Host dan yang terakhir Beautiful Creatures. The Host dan Beautiful Creatures adalah dua franchise yang terlihat lebih mirip dengan Twilight. Sama seperti Twilight, Beautiful Creatures menerima banyak sekali cacian mengenai keseluruhan filmnya. Yang katanya tak seindah bukunya, terlalu berlebihan dan tidak memberikan sesuatu yang baru. Akankah Beautiful Creatures berhasil menjadi sebuah franchise penerus Twilight?

Beautiful Creatures mengisahkan tentang Ethan Wate (Alden Ehrenreich) yang sudah begitu bosan tinggal di kota kecilnya dan ingin sekali keluar dari kota kecil tersebut bertemu dengan gadis baru Lena Ravenwood (Alice Englert) yang dikenal di sekolahnya sebagai seorang iblis. Lena Ravenwood adalah seorang penyihir, Hal tersebut tidak membuat Ethan Wate berhenti untuk mendekatinya malahan untuk terus mengejarnya. Di ulang tahun ke-16nya, dimana Lena Ravenwood harus memilih untuk menjadi seorang penyihir yang jahat atau baik. Ketika Lena memilih pilihan lain, dimana ia harus mengorbankan salah seorang yang ia cintai dalam hidupnya.

Saya tidak bisa berkata banyak mengenai Beautiful Creatures, karena saya sendiri belum membaca bukunya jadi untuk berkata bahwa bukunya jauh lebih baik itu tidak sah. Beautiful Creatures secara keseluruhan memiliki kekurangan dan kelebihanya. Tentu saja. Saya akan membahas kekuranganya terlebih dahulu. Kekurangan pertama yang menurut saya sangat menganggu adalah durasi. Ya. Dua jam lamanya untuk sebuah film remaja yang pada akhirnya akan berakhir dengan begitu saja. Sudah cukup terlihat bahwa Richard LaGravenese terlalu bertele-tele dalam penceritaanya.

Hal yang cukup menganggu lainya adalah bagaimana Richard LaGravenese terlalu berpusat pada kisah romansa antara Lena Ravenwood dan Ethan Wate yang bertebaran dimana-mana sepanjang film. Hal tersebut sejujurnya sedikit membuat saya muak. Richard LaGravenese tidak berfokus untuk membangun latar belakang tiap karakter nya. Kisah romansa antara Lena Ravenwood dan Ethan Wate yang terkadang cenderung cheesy dibandingkan betul-betul sweet, walaupun terkadang juga mampu memberikan sebuah adegan-adegan manis yang mampu bekerja dengan baik. 

Hal yang membuat Beautiful Creatures masih layak untuk ditonton adalah beberapa karakter di dalam filmnya. Emma Thompson yang memberikan penampilan terbaik diantara seluruh pemain bahkan dua pemain utamanya. Kemudian, Jeremy Irons, Emmy Rossum. Yang cukup disayangkan adalah Margo Martindale dan Viola Davis yang mendapatkan porsi yang terlalu sedikit untuk akting mereka yang luar biasa. Jajaran pemain mampu bermain dengan baik. Begitu pula dua pemain utamanya, Alice Englert dan Alden Ehrenreich. Alice Englert mampu bermain dengan cukup baik disepanjang film. Ia bermain dengan pas dan berhasil menghidupkan karakter gadis penyendiri. Alden Ehrenreich yang pastinya pria idaman wanita-wanita yang menyaksikan, walaupun terkadang cenderung berakting terlalu berlebihan, Alden Ehrenreich masih terbilang mampu bermain dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, Beautiful Creatures tidak layak mendapatkan cacian separah ini. Walaupun faktor-faktor ‘Twilight Wannabe’ lumayan terlihat di sepanjang film. Namun, setidaknya Beautiful Creatures mampu memberikan hal-hal yang berbeda dibandingkan Twilight yang hanya menampilkan kisah romansa Bella-Edward dan vampir-vampir yang lebih ke arah cute dibandingkan mengerikan. Beautiful Creatures, menampilkan kostum-kostum luar biasa dan terutama setting filmnya yang luar biasa. Walaupun sedikit kecewa dengan terlalu banyaknya kisah romansa antara kedua bintang utama dibandingkan Richard LaGravenese lebih menampilkan unsur magis disepanjang film yang sangat kurang di film ini. Chemistry antara kedua bintang utama mungkin sedikit agak canggung akibat Alice Englert yang seperti tidak nyaman. Beautiful Creatures sama sekali tidak buruk. Terkadang memang membosankan akibat Richard LaGravenese yang terlalu betele-tele. Haters keep on hating, tetapi saya cukup yakin Beautiful Creatures akan meneruskan seri keduanya. 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s