Review: Fast & Furious 6 (2013)

Sebuah pencapaian mengesankan bagi franchise Fast And Furious karena telah berhasil menghasilkan enam buah seri yang tidak mengecewakan, pendapatan box-office nya. Franchise ini punya ups and downs nya. Seperti pada Fast Furious Four, sebuah hasil yang cukup mengecewakan. Kemudian, kembali lagi dengan Fast Five yang jauh diatas kualitas seri sebelumnya. Sempat berpikir sampai kapan franchise ini berakhir dant terlihat terlalu kebanyakan, dan berpikir “Apa perlu dilanjutkan lagi?” namun jika hasil pendapatan selalu bagus dan kualitas nya semakin meningkat , kenapa tidak?

Fast Six dibuka dengan Brian O’ Conner (Paul Walker) dan Dom (Vin Diesel) yang mau menemui istri dan adiknya yang habis melahirkan. Mempunyai anak baru, Dom menyarankan agar Brian melupakan seluruh kisah-kisah lamanya dan untuk fokus menjadi Ayah yang baik bagi anak laki-lakinya. Namun, pada suatu saat Hobbs (Dwayne Johnson) mendatangi Dom untuk memberikan sebuah misi untuk mencari dan menghentikan kejahatan yang telah dilakukan oleh Shaw (Luke Evans). Yang awalnya tidak mau mengambil misi tersebut, Dom berubah pikiran. 

Yang membuat Dom berubah pikiran ketika Dom melihat foto dari CCTV bahwa kekasih lamanya, Letty (Michelle Rodriguez) ternyata masih hidup. Hal ini membuat Brian untuk kembali ke pekerjaan lamanya. Dan mengumpulkan kembali tim-tim lamanya, Roman (Tyrese Gibson), Gisele (Gal Gadot), Han (Sung Kang) dan Tej (Ludacris). Juga dengan bantuan Hobbs dan partner baru nya, Riley (Gina Carano). Sebuah pekerjaan yang tidak mudah karena mereka bukan menangkap jenis penjahat-penjahat yang telah mereka tangkap dahulu, melainkan kasus baru yang mampu membuat mereka berpikir keras dan bahkan mempertaruhkan nyawa mereka.

Untuk masalah akting, What can we expect? Saya betul-betul tidak mempermasalahkan akting mereka kali ini. Sebuah kabar yang sangat membanggakan bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya aktor Indonesia untuk bermain dalam film Box Office. Joe Taslim, yang terkenal dalam film The Raid yang sangat berhasil tersebut. Walaupun cuma mendapat peran pembantu namun porsinya disini cukup mengesankan. Awalnya saya mengira bahwa Joe Taslim bermain sebagai Shaw. Ternyata ia hanya mendapat peran pembantu dan porsi yang minim. 

Bagi fans franchise ini, harapan tinggi jelas ada. Apalagi bagi Michelle Rodriguez yang telah kembali bermain dalam seri yang diduga telah meninggal dunia pada seri-seri sebelumnya. Fans pasti berharap dengan kembalinya Michelle Rodriguez, membuat franchise Fast Six ini semakin seru dan semakin mengesankan. Namun sepertinya kembalinya Michelle Rodrgiuez tidak membuat Fast Six menjadi naik tingkat, dan tidak menyalakahanya pula jika seri yang satu ini turun kualitas. Saya cukup menyukai Ludacris, Tyrese, Han dan Giselle disini. Mereka seperti ‘breathe of fresh air’ disini. Dibalik beratnya adegan-adegan sekitar, mereka mampu mebuat penonton setidaknya bernafas sejenak.

Fast Six dengan durasi nya yang cukup panjang menghadirkan aksi-aksi yang terlihat hambar. Tidak berkesan sama sekali. Kecuali memang adegan akhir nya yang melibatkan pesawat tersebut. Itu mungkin hal baru yang belum pernah dihadirkan dalam franchise ini. Dan hal tersebut cukup menyegarkan. Selain itu, adegan nya terasa kurang nendang dan kurang gereget. Dan sedikit membosankan dimana di pertengahan agak melenceng sedikit dari misi utama mereka. Adegan-adegan diluar akal sebenarnya tidak menganggu sama sekali, malahan adegan tersebut yang mampu bekerja dengan baik. Walaupun betul-betul tidak masuk akal, ya itulah Fast And The Furious. Sepertinya fans akan sangat menyukai seri ini. Namun, bagi saya. Jelas trailer dari film ini lebih menegangkan dari keseluruhan filmnya yang kurang spesial ini. I know this is totally random, tapi saya sangat-sangat menyukai setiap poster yang dirilis. Poster yang hanya menampilkan Brian O’Conner maupun poster yang menampilkan keseluruhan cast. 

Secara keseluruhan, Fast 6 bukanlah seri terbaik dari franchise ini. Selama enam seri franchise Fast And Furious ini, jelas masih banyak seri-seri diatas Fast Six yang sedikit dibawah kualitas seri-seri lainnya. Jelas yang ini terlihat lebih dipaksakan. Saya sempat agak kesal melihat Fast Five yang terlalu banyak adegan aksi, minim adegan balap-balapan mobil seperti yang seharusnya. Kali ini Justin Lim menghadirkan kedua hal itu dalam porsi yang sejajar dan pas. Namun, adegan aksi nya masih kurang nendang. Saya sebetulnya cukup menyukai aksi balap-balapan mobil disini yang cukup mengenangkan dan keren. Apalagi pembuka dari film ini yang menurut saya cukup mengesankan. Namun, bukan sebuah presentasi mengesankan apalagi franchise yang telah berhasil menghadirkan enam buah seri, bukan sesuatu yang sedikit. Tidak semua berhasil melakukan hal seperti ini. Dengan pendapatan Box Office yang mengesankan, cukup mengecewakan. Namun, hal ini tidak membuat saya berhenti untuk menyaksikan Fast Furious 7 yang saya yakin akan lebih keren dari Fast Six.

 Image
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s