Review: I Miss U (2012)

Horor thailand? Saya menamai ‘4Bia’, ‘Alone’, ‘Phobia2’, ‘The Eye’, ‘Shutter’. Mungkin beberapa judul diatas cukup menggambarkan bahwa horor thailand sangat mampu tampil dengan begitu menyeramkan. Bahkan butuh waktu yang cukup lama untuk melupakan seluruh kejadian menyeramkan yang terjadi di film ‘Alone’ karena filmnya memang sangat mengerikan. Horor thailand bisa terbilang jarang tampil gagal bagi penontonya, berjalan dengan mulus, menakut-nakuti penontonya, dan selalu hadir dengan ide-ide yang baru dan menyegarkan. Beda dengan ‘I Miss U’, ‘I Miss U’ gagal tampil menarik dan menyenangkan. Terlalu berusaha keras, sebagai hasilnya ‘I Miss U’ sangat sulit dinikmati oleh kebanyakan orang.

‘I Miss U’ mengisahkan tentang dokter baru Bee (Apinya Sakuljaroensuk) yang bertemu dengan dokter yang rupawan Tana (Jessadaporn Pholdee). Lama kelamaan, Bee tertarik dengan Tana. Semakin dekat dengan Tana, Bee tahu bahwa Tana telah kehilangan tunangan yang sangat Tana cintai, bahkan sampai sekarang. Minum pun harus berdua. Tana mengalami waktu yang sulit untuk melanjutkan hidupnya dan untuk melupakan tunanganya yang meninggal akibat kecelakaan yang tragis. Sudah terbiasa, jika ada seseorang yang berusaha mendekati Tana, maka tunanganya akan meneror perempuan yang berani mendekati tunanganya tersebut. Hal ini terjadi dengan Bee. Bee bukanya takut malah Bee berusaha untuk menolong Tana untuk melupakan tunanganya yang sudah lama meninggal dunia. Bukan hanya menolong Tana, Bee secara tidak sadar pun telah menolong tunangan Dr.Tana yang meninggal akibat sebuah masalah yang timbul akibat kesalahan Tana sendiri.

Jadi apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Monthon Arayangkoon? Sebuah gabungan dari horor-drama? Well, sejujur-jujurnya keduanya telah gagal tampil dengan memikat. Sebagai sebuah film horor thailand, seharusnya ‘I Miss U’ mampu tampil menarik dan menakutkan. Seperti kebanyakan horor, jelas bagi orang yang telah menyukai dan selalu menantikan horor-horor thailand akan sepenuhnya kecewa dengan ‘I Miss U’, karena ‘I Miss U’ betul-betul lemah di bagian menakut-nakuti penontonya. Monthon Arayangkoon terlihat lebih ingin memikat penonton yang menyukai genre drama dibandingkan ingin membuat filmnya terlihat menakutkan. Mungkin ia hanya ingin beda dari yang lain saja.

Yang paling saya sukai dari ‘I Miss U’ adalah Apinya Sakuljaroensuk. Dengan paras nya yang sangat menawan, Apinya Sakuljaroensuk berhasil tampil memikat dan mencuri perhatian. Masalah akting, tidak ada yang menonjol. Hal yang saya sukai lainya adalah mampunya Monthon Arayangkoon menciptakan beberapa momen yang terlihat natural. Dan dialog-dialog diakhir film yang terlihat begitu meyakinkan dan begitu mengena di hati. Teknik takut-menakuti nya sebenarnya sudah pas sekali, namun Monthon Arayangkoon terlihat meninggalkan itu dengan begitu saja dan terlau terburu-buru mengganti ke adegan romansa berikutnya.

Yang paling saya tidak sukai adalah ‘I Miss U’ terlihat terlalu dipanjang-panjangkan. Dengan total durasi 111 menit, HA! Butuh perjuangan bagi saya untuk tetap membuka mata saya lebar karena saya sudah hampir tertidur. Dengan durasi yang begitu lama, ‘I Miss U’ seharusnya bisa dipersingkat lagi. Buang saja adegan-adegan tak penting yang diulang-ulang terus-menerus. Terlalu bertele-tele, ‘I Miss U’ juga gagal tampil menyentuh hati para penonton di bagian drama/romance nya. Jadi, serba gagal. Gagal disana, gagal disini. Monthon Arayangkoon terlihat malas-malasan menggarap sebuah film yang sebenarnya sangat bisa menjadi sebuah tontonan yang menyegarkan. Dimana cukup jarang ada sutradara yang mau mengeksekusi sebuah gabungan dari romance/drama. 

Monthon Arayangkoon telah membuat para penontonya merasakan sebuah rasa bosan. Tidak ada tantangan disepanjang film. Bahkan niat untuk tampil menakutkan pun tidak ditunjukan. Mungkin adegan-adegan yang dipaksa menyeramkan hanya untuk menunjukan bahwa ini film horor, selebihnya..‘I Miss U’ terlalu malas untuk tampil menyeramkan. Sehingga penontonya pun sudah cukup kelelahan menyaksikan sebuah film yang tidak selesai-selesai. Bahkan ending nya yang aneh dan membingungkan itu? Saya sampai sekarang tidak percaya bahwa ini adalah horor thailand. ‘I Miss U’ mungkin baru saja membuat rekor horor thailand yang paling membosankan. Well, tidak sepenuhnya membosankan seperti adegan hape Bee yang terus menyala kemudian sang hantu semakin mendekat, itu cukup mengerikan.

Secara keseluruhan, ‘I Miss U’ gagal tampil dengan memikat. Sudah didukung oleh betapa cantiknya Apinya Sakuljaroensuk, ‘I Miss U’ tetap gagal tampil dengan menghibur. Oke, mungkin boleh saja dibilang sebagai tontonan yang menghibur, namun ‘I Miss U’ tidak lepas dari kekurangan-kekurangan horor lainya. Gagal menakut-nakuti penontonya. Paruh kedua yang jauh lebih membosankan dibandingkan paruh pertamanya, ‘I Miss U’ terlalu terobsesi dengan romansa nya sehingga horornya harus dikorbankan. Padahal, ‘I Miss U’ juga gagal menciptakan sebuah momen-momen yang manis. Walaupun begitu, ‘I Miss U’ tetap mampu tampil sebagai horor yang masih tergolong layak tonton walaupun sama sekali tidak merekomendasikan film yang satu ini. ‘I Miss U’ pada akhirnya hanya sebuah horor yang terlalu mudah dilupakan. ‘I Miss U’ adalah horor yang sangat mampu tampil lebih baik dari ini.  Dan saya pun kembali bertanya-tanya, mengapa begitu banyak orang yang terpuaskan setelah menyaksikan horor yang membosankan ini?

 Image

 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s