Review: ParaNorman (2012)

ParaNorman mengisahkan tentang Norman (Kodi Smit-McPhee) seorang bocah berusia 11 tahun yang mampu melihat mahkluk-mahkluk gaib disekitarnya. Tunggu, mahkluk-mahkluk gaib yang biasa diajak berkomunikasi oleh Norman bukanlah mahkuk gaib yang menyeramkan dan menakutkan melainkan lucu dan humoris. Norman selalu diejek oleh teman-teman di sekolahnya dan selalu dibully karena seringnya Norman berbicara dengan mahkluk gaib disekitarnya yang tidak dipercayai oleh teman-teman disekitarnya. Bisa dikatakan Norman adalah anak laki-laki yang suka menyendiri. Ia baru menemukan teman ketika ia bertemu dengan Neil (Tucker Albrizzi) yang menjadi orang pertama yang mempercayainya dan tidak menyepelekanya. Neil juga menjadi bahan bully-an Alvin (Christopher Mintz-Plasse).

 

Selain teman-temanya yang menganggapnya anak bodoh, ayahnya dan kakaknya, Courtney (Anna Kendrick) juga menganggap Norman sebagai anak aneh yang suka bicara sendiri sampai ia bertemu dengan pamanya yang memberikan Norman sebuah tugas agar sebuah kutukan tidak membangunkan mayat-mayat tesebut. Namun, semuanya sudah terlambat. Norman harus segera menghentikanya dan harus melarikan diri dari Zombie yang mengejarnya dengan bantuan Alvin, Neil, Courtney dan Mitch (Casey Affleck) yang dengan setia membantu Norman menyelesaikan tugas pemberian paman nya.

Tidak banyak film-film animasi yang telah saya tonton setahun ini. Sebut saja, saya belum menyaksikan “Rise Of The Guardians”, “Hotel Trasylvania”, “Wreck-It Ralph” dan “Frankenweenie”. Terakhir saya menyaksikan sebuah film animasi adalah “Brave” dan film tersebut membuat saya rindu dengan film-film animasi yang sering sekali saya tonton dulu. Saya jarang pula menonton sebuah film animasi stop-motion. Dan sangat menyesal belum menyempatkan diri menonton “Coraline” yang untuk sebagian orang dinobatkan menjadi salah satu film animasi terbaik sepanjang masa mereka. “ParaNorman” adalah sebuah film animasi yang membuat saya merindukan menyaksikan kembali film-film animasi. Saya sadar belakangan ini saya lebih menyukai film-film ber genre Horror, Thriller dan Drama. Jadi, saya sudah lama tidak let loose se-let loose menyaksikan film animasi. Untuk kategori film animasi, “ParaNorman” memiliki tema yang sedikit lebih berat dan dewasa dibandingkan film-film animasi lainya. Jadi, otomatis “ParaNorman” juga pasti diterima dengan baik oleh kaum dewasa.

Saya sangat suka dengan “ParaNorman” mengambil tema bullying dan unsur-unsur bullying.  Membuat penontonya lebih terbawa ke suasana didalamnya. “ParaNorman” memang sudah dibuktikan mampu tampil unik dari menit-menit awal. Dengan humor-humor yang bisa dibilang lucu, ya…walaupun tidak semua humor yang dimasukkan mampu mengundang gelak tawa. Setidaknya mampu membuat penonton tersenyum. Walaupun kisah pemeran utamanya, Norman sendiri sudah diangkat beribu-ribu kali kedalam film. Seseorang yang diremehkan kemudian menjadi seorang penyelamat dan kemudian mulai disukai oleh banyak orang. Dan memang “ParaNorman” terlalu predictable untuk beberapa adegan. Kelemahan nya mungkin itu. Kelebihan nya terletak pada karakter-karakter nya yang tampil memikat, humor nya yang tidak garing dan kemampuan Chris Butler dan Sam Fell untuk tampil konsisten membuat “ParaNorman” tampil menghibur dari menit ke menitnya.

Saya jatuh cinta pada karakter Courtney yang diisi oleh Anna Kendrick. Cukup aneh untuk jatuh cinta pada sosok karakter yang tidak nyata atau karakter yang hadir di sebuah film animasi. Namun, jika Courtney hadir di film yang bukan animasi, pastinya akan lebih mencuri perhatian saya. Kodi Smit McPhee, Anna Kendrick dan Tucker Albrizzi mampu menghidupkan karakter mereka dalam film ini masing-masing. Selain Courtney, saya juga menyukai karakter Neil yang lucu dan menggemaskan. Terkadang mengingatkan saya kepada karakter Russel di film animasi ter-favorit saya sepanjang masa “Up”. Kemudian, Mitch yang diisi oleh Casey Affleck. Sosok pria gagah yang walaupun dalam filmnya postur tubuh nya lebih ke aneh dan lucu dibandingkan gagah. Namun, jika di kehidupan nyata bisa dibilang gagah. Semua karakter-karakter di film “ParaNorman” mampu tampil memikat dan memorable.

Bukan hanya para karakter-karakter diatas saja yang mencuri perhatian. Para mayat hidup di film ini juga mampu tampil menggemaskan. Um, lucu bukan menyeramkan. Dan Zombie-Zombie ini bisa menangis, haha the best part of the movie. Selain “ParaNorman” memiliki tampilan visual yang bagus. “ParaNorman” juga memiliki pesan moral yang begitu mengena. Sebut saja mengenai tidak baiknya membalas dendam walaupun kepada seseorang yang telah berbuat jahat kepada kita. Dan “ParaNorman” juga tidak ketinggalan dengan adegan-adegan yang mengharukan ketika Courtney membela Norman. Adegan-Adegan yang mampu menyentuh hati namun masih belum mampu membuat penontonya menitikan air mata. Walaupun “ParaNorman” sebenarnya memilik unsur-unsur horror pula, unsur horror tersebut memang ditunjukkan dengan adanya mayat hidup yang dikenal dengan “Zombie” namun “ParaNorman” tidak tampil mengerikan sama sekali. Saya tahu bahwa hal ini untuk menyesuaikan dengan anak-anak kecil yang menyaksikan. Bahkan dengan munculnya zombie mereka pasti sudah ketakutan.

Overall, “ParaNorman” bukanlah film animasi terbaik sepanjang tahun 2012 ini. Jika “ParaNorman” dirilis tahun lau, mungkin sudah menang dibandingkan film-film animasi yang lemah lainya di tahun 2011 silam. “ParaNorman” memiliki pesan moral yang ringan dan pasti akan selalu melekat pada anak-anak yang menyaksikan. Dan humor-humor menyegarkan lewat perkataan maupun adegan yang ditampilkan. Poster yang menarik. Tagline juga tak kalah menarik. Trailer yang mampu mengundang dan membuat penasaran. Karakter tampil dengan begitu memikat dan membuat penonton berharap bahwa karakter tersebut betul-betul hadir di kehidupan nyata. Mungkin sedikit predictable di bagian pertengahan. Ending-nya pun terlihat terlalu berusaha menciptakan happy-ending. Jadi, saya bukanlah penggemar dari ending “ParaNorman” ini. Terakhir yang paling mencuri perhatian adalah: adanya karakter gay di dalam film animasi.

 

 Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s