Review: Silent Hill: Revalation (2012)

Mengingat kembali Silent Hill di tahun 2006, dimana filmnya banyak sekali mendapatkan kritikan-kritikan yang tidak mengenakan, kini sekuelnya hadir kembali namun digarap oleh orang yang berbeda. Kali ini diambil alih oleh Michael J. Bassett yang sempat meng-eksekusi film Solomon Kane yang menurut saya masih kurang berhasil menciptakan sebuah film yang betul-betul mengena di hati dan akan terus diingat di kepala penontonya, kemudian Wilderness di tahun 2006.  Dan apa yang terjadi, Michael J. Bassett belum berhasil membuat Silent Hill: Revelation’ sebagai tontonan yang betul-betul tampil istimewa dan spesial. Klise dan terlalu biasa bagi film yang seharusnya bisa tampil dengan jauh lebih baik dibandingkan ini.

‘Silent Hill: Revelation’ megisahkan tentang Sharon yang kemudian berganti nama menjadi Heather (Adelaide Clemens) beserta ayahnya Harry (Sean Bean) yang harus mengganti identitas mereka untuk kesekian kalinya. Yang Heather ketahui adalah ibunya tewas dalam sebuah kecelakaan, yang sebenarnya terjadi adalah ibunya telah terperangkap dalam suatu tempat yang mengerikan yang diberinama Silent Hill. Berpindah untuk kesekian kalinya, guna untuk menghindari para anggota Order Of Valitel yang diyakini masih terus mencari Heather, Harry dan Heather gagal bersembunyi dan kemudian membuat Harry harus dicuri kembali oleh mereka untuk mendapatkan Heather kembali. Heather mau tidak mau harus kembali ke Silent Hill untuk menyelamatkan ayahnya dan melawan mahkluk-mahkluk mengerikan, ia tentunya tidak sendiri. Ia dibantu oleh Vincent (Kit Harrington) yang juga memiliki hubungan dengan Silent Hill.

Mengapa sungguh sulit mendapatkan sebuah sajian horor yang benar-benar tampil mengerikan? Setidaknya benar-benar berada pada jalur yang benar-benar aman. Cukup banyak film horor yang dirilis tahun lalu namun hanya beberapa saja yang mampu membuat saya benar-benar merasakan ketakutan (Sinister, HI5TERIA) atau bahkan Paranormal Activity 4 yang saya hitung saja karena memang tampil dengan cukup mengerikan. Hollywood pun sebenarnya kewalahan untuk menyajikan horor yang benar-benar mampu tampil mengerikan, bukan hanya Indonesia saja. Seperti halnya dengan ‘Silent Hill: Revelation’ betul-betul gagal tampil semenarik yang saya kira sebelumnya. Melihat dari trailernya, jujur saya merinding. Saya berpikir bahwa film ini akan menjadi bloodbath. Namun, hasilnya malah sebaliknya. 

‘Silent Hill: Revelation’ hadir dengan durasi yang cukup singkat. Hanya 85 menit saja. 85 menit itu pua saya merasakan ngantuk, penat, lelah dan kebosanan. Hal tersebut jarang terjadi karena horor adalah salah satu genre favorit saya. ‘Silent Hill: Revelation’ telah membuat rekor hampir membuat saya ketiduran. Namun tiba-tiba dikejutkan dengan suara dentuman monster-monster di dalam film ini. Apakah ‘Silent Hill: Revelation’ film yang spesial? ‘Silent Hill: Revelation’ memang masih sah dikatakan sebagai film yang menghibur, namun untuk sebuah tontonan yang mengasyikan, menyenangkan dan mengerikan…‘Silent Hill: Revelation’ tidak berhasil tampil seperti hal-hal diatas, seperti layaknya film horor.

Hal lain yang tak kalah mengecewakan adalah dari para pemainya sendiri. Rada Mitchell, tampil dengan porsi yang minim. Wajar saja. Sean Bean, hadir dengan porsi yang minim, saya tiadk menerima hal ini. Sean Bean mungkin hanyalah satu-satunya pemain yang saya kenal ketika melihat daftar pemain. Yang betul-betul saya kenal. Selain masalah porsi para karakternya, akting-akting para pemain juga sangat bermasalah. Saya seperti tidak dapat menemukan akting yang betul-betul menonjol dari setiap pemainya. Adelaide Clemens tidak bermain dengan buruk, namun hanya saja tidak begitu menonjol dan memukau di setiap adegan. Bahkan di setiap adegan ia cenderung datar.

Saya pun terkadang merasa bahwa ‘Silent Hill: Revelation’ memiliki kekurangan di adegan gore nya, walaupun memang banyak adegan bagian-bagian tubuhnya terbelah menjadi dua, namun hal tersebut betul-betul kurang mampu membuat saya ketakutan. Kurangnya adegan darah-darahan cukup disayangkan. Saya berpikir bahwa ‘Silent Hill: Revelation’ hadir dengan sangat sadis dan mengerikan, saya malah menginginkan adegan-adegan sadis tersebut lebih. Saya adalah penonton yang kurang puas dengan sajian yang telah diberikan oleh Michael J. Bassett. ‘Silent Hill: Revelation’ sekali lagi adalah horor yang gagal tampil mengerikan. Lebih berhasil tampil membosankan dibandingkan mengerikan.

Keseluruhan, ‘Silent Hill: Revelation’ memiliki nuansa dan atmosfir yang pas untuk sebuah film horor. Mungkin hal itu sangat-sangat membantu filmnya secara keseluruhan untuk setidaknya tampil tidak begitu buruk. Selain berhasil menciptakan sebuah atmosfir yang mengerikan, ‘Silent Hill: Revelation’ juga mengikutsertakan monter-monster yang unik dan sangat mengerikan. Seperti para perawat-perawat dan para laba-laba berkepala tiga,saya betul-betul menyukai setiap mahkluk-mahkluk mengerikan di sepanjang film. Mungkin hal-hal diatas adalah beberapa poin yang mampu membuat saya bertahan hingga selesai. Apakah ‘Silent Hill: Revelation’ mengerikan? Tidak juga. Bahkan film ini terlihat terlalu berusaha tampil dengan mengerikan. Bahkan seperti film-film horor kebanyakan, mereka biasa menggunakan taktik ‘ngagetin’‘Silent Hill: Revelation’ jelas telah menggunakan taktik tersebut namun malah terus-menerus gagal tampil dengan mengejutkan. Tidak sepenuhnya gagal, namun lebih sering gagal dibandingkan tampil dengan betul-betul menakutkan. ‘Silent Hill: Revelation’ adalah sebuah hiburan yang gagal tampil se-menghibur yang saya kira sebelumnya, Michael J. Bassett gagal membuat ‘Silent Hill: Revelation’ tampil semenarik film sebelumnya. 

 Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s