Review: Silver Linings Playbook (2012)

Pertama kali mendengar ‘Silver Linings Playbook’ adalah ketika film ini dipuji-puji di suatu video yang me-review film-film per-minggu. Dan melihat nama Jennifer Lawrence disitu, pasti film ini akan tampil menakjubkan. Sedikit telat, karena film ini memang dirilis pada tahun 2012. ‘Silver Linings Playbook’ juga semakin membuat saya penasaran karena filmnya sendiri berhasil dinominasikan di ajang Golden Globe Awards, dimana Jennifer Lawrence berhasil mencuri piala tersebut. Golden Globe never lies, ternyata memang ‘Silver Linings Playbook’ adalah film yang spesial dan sangat menarik. Lelucon yang dapat sekali, serta sebagai film yang mampu bersaing kuat untuk menjadi salah satu film romcom terbaik tahun lalu.

 

Silver Linings Playbook’ mengisahkan tentang Pat (Bradley Cooper) seorang penderita bipolar disorder yang kembali tinggal bersama orangtuanya. Pat telah kehilangan segalanya. Istrinya, Nikki yang sangat ia sayangi dan belum bisa dilupakanya dan juga pekerjaanya. Pat kemudian bertemu dengan Tiffany (Jennifer Lawrence), seorang pecandu seks yang kemudian memiliki ketertarikan terhadap Pat. Mereka kemudian dipersatukan dan belajar menyayangi sesama dan menghormati sesama dalam kekurangan mereka masing-masing. 

Sungguh tidak dapat disangka bahwa ternyata ‘Silver Linings Playbook’ adalah film yang lucu, menyentuh, sweet dan menjengkelkan di saat yang sama. Menjengkelkan jika melihat bahwa seharusnya sang pemain tidak melakukan hal ini dan itu. Ya, lucu. Saya tidak salah tulis. Lewat lelucon-lelucon dari mulut para pemain maupun dari tingkah laku para pemain, ‘Silver Linings Playbook’ mampu membuat saya tertawa sendiri seperti orang yang tidak waras. Contoh kecil, seperti Pat sedang membuang ludah, kemudian Tiffany juga membuang ludah tepat kepada Pat. Butuh waktu yang lama bagi saya untuk berhenti tertawa.

‘Silver Linings Playbook’ memang tidak sesuai dengan perkiraan saya. Ini mungkin akibat dari ekspektasi yang melambung tinggi sejak awal film ini hadir. Dengan melihat trailer nya, kemudian reviews yang mengatakan bahwa ‘Silver Linings Playbook’ adalah film yang mengagumkan. Seharusnya saya tidak menaikkan ekspektasi tersebut. Saya berkekspektasi mendapatkan sebuah tontonan yang benar-benar menyentuh dan sedikit berat untuk dicerna. Padahal, ternyata ‘Silver Linings Playbook’ adalah film yang ringan namun begitu mengena di hati para penontonya. Sangat sulit untuk melupakan sebuah film yang berhasil membuat penontonya merasakan nyaman ketika menonton sebuah film tersebut. 

Deretan pemainya, tidak usah ditanyakan lagi. Mulai dari karakter utama Pat yang diperankan oleh Bradley Cooper. Bradley Cooper sungguh berhasil menampilkan sebuah penampilan yang sangat menarik sebagai sosok Pat yang menderita bipolar disorder . Dengan caranya bergerak, caranya berbicara. Ia betul-betul terlihat seperti sedang mengalami hal tersebut. Impressive. Begitu pula dengan Jennifer Lawrence. Saya langsung bisa mengatakan bahwa Jennifer Lawrence adalah seorang aktris wanita yang sangat seksi. Keseksianya tampil natural, ia betul-betul seksi. Bahkan dengan caranya bergerak dan menari. Mungkin bisa membuat mata para pria jadi terbuka lebar. 

Masih berbicara mengenai akting para pemain, Jennifer Lawrence sangat bermain dengan baik. Bahkan jauh lebih mengagumkan daripada Bradley Cooper. Berikan dia seratus-ribu karakter dan ia bisa memerankan karakter yang ia perankan dengan sangat total. Dan saya menyukai bagaimana porsi Robert De Niro begitu pas. Saya berpikir bahwa Robert De Niro hanya sebagai tempelan agar film ini terlihat lebih bagus karena ada seorang aktor papan atas, ternyata ia juga mendapatkan waktunya untuk lebih memperlihatkan dirinya lagi. Dia jelas begitu bersinar di sepanjang film. 

Sejujur-jujurnya, ‘Silver Linings Playbook’ tidaklah sempurna. Dan saya tidak akan mengatakan bahwa ‘Silver Linings Playbook’ adalah salah satu film yang berhasil membuat saya ingin sekali menonton berulang-ulang. Karena memang, di beberapa bagian ‘Silver Linings Playbook’ terlihat terlalu bertele-tele. Walaupun dihadirkan dengan konflik yang baik, ‘Silver Linings Playbook’ pun cenderung berakhir dengan begitu saja. Walaupun memang sweet dan menyentuh. Dan ‘Silver Linings Playbook’ pun terkadang sedikit membosankan. Namun, ‘Silver Linings Playbook’ tetaplah sebuah film yang berhasil tampil dengan menyegarkan.

Overall, ‘Silver Linings Playbook’ adalah sebuah film yang sangat mampu membuat penontonya mengerti perasaan setiap pemain di dalamnya. Terkadang, untuk membuat sebuah adegan yang mampu membuat penontonya menangis tidak perlu dilakukan dengan air mata bercucuran atau banjir air mata. Dengan melihat bagaimana setiap adegan di dalam ‘Silver Linings Playbook’ yang tampil begitu kuat, ‘Silver Linings Playbook’ adalah film yang sangat mampu menyentuh hati penontonya. Dengan dukungan para pemain yang bermain dengan luar biasa. Dan dengan chemistry yang begitu terasa, tentunya. ‘Silver Linings Playbook’ pada akhirnya berakhir sebagai film yang spesial dan istimewa. Dan tentunya sangat sulit untuk dilupakan. ‘Silver Linings Playbook’ jelas sangat layak dikatakan sebagai film yang luar biasa menarik.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s