Review: So Undercover (2012)

Tom Vaughan, terdengar tidak asing. Tom Vaughan sempat mengeksekusi sebuah film romcom yang cukup terkenal, ‘What Happens In Vegas’ di tahun 2008 lalu. Tidak terlalu berhasil, ‘What Happens In Vegas’ betul-betul tidak disukai oleh beberapa kritikus film. Tom Vaughan kemudian mencoba lagi mengeksekusi film berjudul ‘Extraordinary Measures’ dan lagi-lagi tidak berhasil membuat penontonya merasakan kepuasan seusai menyaksikan. Kini ia kembali membawa Miley Cyrus bersamanya, ‘So Undercover’ adalah sebuah action/comedy yang sangat mengecewakan. Sebuah tontonan yang sangat mudah dilupakan. Bahkan ini jauh lebih buruk dibandingkan kedua film Tom Vaughan sebelumnya. Bukan sebuah film yang baik.

Seorang investigator Molly (Miley Cyrus) yang harus berubah dari seorang gadis pemberani licik, cerdas, pintar menjadi seorang gadis yang feminim demi menyelesaikan sebuah misi yang diperintahkan oleh FBI. Di dalam Sorority House tersebut, Molly bertemu dengan banyak sekali orang-orang bermuka dua, dimana ia betul-betul bingung mana yang betul-betul orang ‘biasa’ dan mana yang bukan. Molly juga bertemu dengan pujaan hatinya Nicholas (Joshua Bowman) dan temanya Alex (Lauren McKnight). Sebuah misi yang cukup sulit karena Molly yang telah berubah nama menjadi Brooke harus menghadapi banyak sekali orang-orang yang betul-betul tidak bermain dengan manis.

Ck! Ternyata, ‘So Undercover’ tidak semenarik film-film sejenis ini lainya. Bahkan untuk membandingkan ‘So Undercover’ dengan film Miley Cyrus lainya ‘LOL’, ‘LOL’ jelas menang telak walaupun memang ‘So Undercover’ memiliki keunggulan di drama/comedy nya yang memang jauh lebih nikmat dibandingkan segi aksi nya. Mau tahu yang lebih buruk lagi? Akting para pemainya. Mau tahu apa yang lebih menyakitkan lagi? Menyaksikan bahwa ‘So Undercover’ benar-benar tidak memiliki hal yang sanggup membuat penontonya setidakny merasakan kenyaman ketika sedang menykasikan.

Mungkin memang, ‘So Undercover’ sanggup membuat saya tersenyum atau bahkan tertawa sedikit melihat aksi-aksi Molly/Brooke di sepanjang film yang konyol tersebut. Adegan-adegan yang sanggup membuat tertawa. Dan lelucon lewat perkataan seperti “You guys know I’m sitting right here?” atau “Your balls are amazing”. Hands down! Komedi ‘So Undercover’ memang masih bisa dikatakan baik. Untuk romance, Geez! Even Worse. ‘So Undercover’ betul-betul tidak mampu menciptakan sebuah momen manis dari kedua karakter yang saling mencintai tersebut. Sangat memilukan. Ini adalah tontonan remaja, seharusnya remaja diberikan sebuah tontonan manis. ‘LOL’ bisa melakukan lebih baik dari ini. 

Seperti yang telah disinggung diatas, ‘So Undercover’ tidak memiliki pemain-pemain se-menarik ‘LOL’. Miley Cyrus jelas merasa sangat tidak nyaman berakting sebagai seorang Investigator. Sungguh terlihat dari bagaimana ia berakting di sepanjang film. Walapun akting nya memang tak seburuk pemain lainya, Miley Cyrus sebagai seorang karakter utama seharusnya mampu memberikan sebuah performa yang menakjubkan. Setidaknya untuk membantu filmnya ini yang sudah runtuh sejak pembukaanya. Alexis Knapp, biasa saya sungguh menyukai karena ia betul-betul seksi. Namun, di dalam film ini ia betul-betul tak bisa berakting. Dan pemain-pemain semacam Kelly Ousbourne, Eloise Mumford, Megan Park dan Lauren McKnight seharusnya digantikan saja dengan pemain lainya. Mereka betul-betul tidak bisa berakting. Dan Mike O’Malley pun tak kalah mengecewakan. 

Keseluruhan, ‘So Undercover’ betul-betul tidak tertolong oleh hal apapun. Komedi adalah hal satu-satunya yang mampu membuat ‘So Undercover’ sedikit lebih baik dibandingkan film-film buruk lainya. Masalah aksi? ‘So Undercover’ betul-betul bermasalah. Tom Vaughan telah gagal mengeksekusi sebuah tontonan ringan yang sebetulnya bisa tampil menghibur menjadi sebuah bencana yang sangat memalukan. Miley Cyrus mungkin saja pura-pura tidak tahu kalau ia sempat bermain di film semacam ini. Premis yang sebenarnya menarik dihancurkan oleh keseluruhan film yang sungguh mengecewakan. Dan penulis naskah yang seperti ogah-ogahan, Tom Vaughan telah berhasil membuat ‘So Undercover’ kedalam salah satu film terburuk tahun lalu. Sebuah hiburan yang saya sangat anjurkan untuk dilewatkan saja. Membosankan, menyedihkan dan memilukan. ‘So Undercover’ sangatlah berantakan.

 Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s