Review: The Call (2013)

Halle Berry adalah salah satu aktris paling fenomenal, Dulu. Ia sempat memerankan salah satu peran yang sangat penting dalam film X-Men. Namun, belakangan ini karirnya seperti sudah diujung tanduk. Lewat Dark Tide yang katanya mengecewakan, dan peran yang tidak membuat karirnya meningkat dalam Movie 43 yan menurut saya adalah sungguh jelas film terburuk di tahun 2013 ini. Akhirnya, Halle Berry mulai mengambil peran dalam film kelas B seperti The Call ini. You know, tidak semua film-film kelas B tidak layak dinikmati. Buktinya, film crime/thriller yang saya saksikan ini adalah salah satu crime/thriller paling intense yang pernah saya saksikan. Atau mungkin saya tidak menyaksikan banyak crime/thriller, namun The Call adalah salah satu film paling menegangkan tahun 2013 ini.

The Call mengisahkan tentang seorang operator 911, Jordan (Halle Berry) yang seperti biasa melakukan pekerjaanya untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan. Ia awalnya mendapatkan telepon yang membuatnya sedikit emosional yakni dari Leah Templeton (Evie Louis Thompson) yang dikejutkan dengan seseorang yang secara tiba-tiba memecahkan kaca rumahyna. Jordan berusaha sebisa mungkin agar Leah tetap aman. Namun, semuanya sudah terlambat. Leah ditemukan tewas.

Tak lama kemudian, ia kembali melakukan pekerjaan lamanya ketika seorang gadis muda bernama Casey (Abigail Breslin) yang diculik dan ditempatkan di bagasi mobil oleh si penculik. Jordan kali ini tidak akan melakukan kecerobohan nya lagi dan ia akan berusaha sebisa mungkin agar menyelamatkan Casey dari penculik. Keadaan semakin membaut Jordan frustasi sehingga ia harus pergi sendiri untuk mencari Casey. Jordan terkejut ketika ia mengetahui bahwa penculik yang menculik Casey adalah penculik yang sama dengan penculik yang menculik dan membunuh Leah. 

‘The Call’ adalah sebauh crime-thriller kelas B yang mungkin hasilnya jauh lebih baik dibandingkan crime-thriller lainnya. ‘The Call’ sejak awal sudah membuat penontonya merasa tegang dengan memberikan satu case yang cukup menegangkan. Dan saya cukup menyukai adegan pembukanya. “911, What’s your emergency?”. Dan lewat film ini pula kita lebih mengetahui bagaimana sang operator 911 bekerja dan sulitnya pekerjaan mereka. Dan mengetahu pula bahwa nyawa seseorang juga berada di tangan sang operator. Butuh seseorang yang sangat cerdas, cekatan dan gesit untuk bekerja sebagai operator 911.

Abigail Breslin membawa kembali kepiawaian nya dalam berakting di Zombieland kedalam film ini. Ia adalah jelas pemain terkuat di film ini. Ia mampu menghadirkan sebuah akting yang konsisten di menit pertama ia tampil di layar. Ia mampu mencuri perhatian bahkan ketika ada Halle Berry yang tampil pula. Saya tak habis pikir jika peran Casey diberikan kepada orang lain selain Abigal Breslin. Morris Chestnut, yang semapt bermain dalam film Anaconda. Satu-satunya film yang paling saya ingat. Michael Eklund juga bermain dengan sangat baik disini. Ia mampu menunjukkan sosok seseorang yang pshyco. Ia jelas bermain dengan sangat baik dan hal tersebut sangat membantu. Halle Berry, nama ter’besar’ di film ini bermain dengan cukup baik pula. Jadi, masalah akting tidak begitu bermasalah.

Hal yang paling mengejutkan saya adalah bahwa ‘The Call’ cukup mampu tampil emosional dalam momen-momen menegangkanya. Ya, mungkin kekurangan ‘The Call’ terletak di ending dimana itu betul-betul sangat buruk dan klise. Akan lebih baik jika mereka mem-biarkan sang pencuri dan pergi dan menonton Bridesmaids seperti yang mereka janjikan. Ending nya terlihat bodoh dan membingungkan. Jadi, aksi terakhir di ending itu terlihat sangat maksa dan akan lebih baik jika hal tersebut tidak terjadi. Dan 10 menit terakhir bagaikan terbuang sia-sia, dan akan lebih baik jika diakhiri dengan berbeda dari ending film ini.

Secara keseluruhan, ‘The Call’ sama sekali tidak mengecewakan, malah jauh diatas ekspektasi. ‘The Call’ mampu memberikan sebuah aksi yang menegangkan dari awal hingga akhir. Tentu dengan bantuan dan akting para pemainya yang sama sekali tidak mengecewakan ini. Cukup emosional pula. ‘The Call’ adalah sebuah crime-thriller 88 menit yang menghadirkan sebuah tontonan yang sangat menghibur dibalik ke-klisean dan ending yang sangat buruk tersebut. Brad Anderson mengemas ‘The Call’ dengan sangat asik dan menegangkan. Menghibur!

 Image

Advertisements

2 thoughts on “Review: The Call (2013)

  1. hey boleh tanya?
    udah tau belum kenapa Michael nya ngebunuh cewek2 berambut blonde terus diambil rambutnya?
    habis nonton ini dan masih rancu nih soal sebab dia kayak gitu. sempet dikasih liat kan kalo Michael nya kissing sama kakaknya. tapi masih bingung aja. hehe

    • Karena si michael ini pengen ngehidupin kakaknya kembali gt. Kaya dia terlalu sayang sama kakanya jd dia ngebunuh orang-orang gitu istilahnya untuk “menciptakan” kakanya. Basically, dia sakit jiwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s