Review: The Devil Inside (2012)

Mengambil kisah kerasukan roh, kesurupan, pemindahan roh, pengusiran setan? Sudah basi. Sudah berulang kali ditampilkan horor sejenis. Seperti ‘The Last Exorcism’ di tahun 2010. Saya ingat sekali bahwa saya tidak menyukai keseluruhan filmnya. Menyajikan ‘The Devil Inside’ dengan found footage‘The Devil Inside’ telah gagal tampil menyegarkan dan istimewa. William Brent Bell menyajikan sebuah hiburan yang benar-benar datar dan tidak menyeramkan. Sebuah hiburan yang sangat tidak menyenangkan. William Brent Bell menghadirkan ‘The Devil Inside’ dengan durasi sepanjang 84 menit bagaikan film berdurasi tiga jam lamanya. Membosankan.

‘The Devil Inside’ mengisahkan tentang Isabella Rossi (Fernanda Andrade) yang ingin mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi kepada ibunya, Maria Rossi (Suzan Crowley). Bertanya-tanya mengapa ibunya ditangkap oleh pihak kepolisian dan mengapa ia dipindahkan ke Roma, Italia. Isabelle mengatakan bahwa ibunya mulai bertingkah aneh semenjak ia menginjak 8 tahun. Berniat untuk mengunjungi ibunya di Roma, ia mengajak sahabatnya Michael (Ionut Grama) serta memfilmkan seluruh hal yang terjadi selama ia mengunjungi ibunya di Roma. Isabelle dan Michael kemudian dihadapkan dengan fakta mengerikan bahwa Maria Rossi bukan ditangkap karena melakukan kesalahan-kesalahan biasa, namun ia ditunjukan dengan sebuah proses pengusiran roh yang harus melibatkan ibunya.

Apa sebenarnya yang istimewa dari ‘The Devil Inside’? Benar-benar tidak ada. Dengan cerita yang sudah beribu kali dibahas dan difilmkan oleh Hollywood, ‘The Devil Inside’ seperti seakan ingin bunuh diri karena sudah tahu bahwa filmnya sendiri benar-benar tidak menyegarkan dan tidak istimewa. Untuk kembali lagi mengangkat kisah mengenai kesurupan atau kemasukan roh, William Brent Bell bisa terbilang gagal mengeksekusi ‘The Devil Inside’. Jauh dari kata menyeramkan, untuk membandingkan dengan film-film horor lainya. Sepertinya saya ingin membuat list film-film terburuk untuk kedua kalinya dan kembali memasukan ‘The Devil Inside’ sebagai salah satu horor terburuk tahun lalu.

Seharusnya saya sudah mengerti bahwa ‘The Devil Inside’ tidaklah menarik. Namun, sepertinya saya tertipu dengan poster dan trailer nya yang sangat mengundang. William Brent Bell selalu gagal menghadirkan momen-momen menyeramkan dan mengejutkan. Selain ending nya yang membuat saya terkejut akan buruknya ‘The Devil Inside’ harus berakhir. Sepertinya seluruh film menjadi begitu sia-sia dan tak berguna ditambah dengan ending nya yang tidak jelas dan terlalu ingin sebuah penyelesaian yang membuat penonton bertanya-tanya takjub, malah yang menonton menjadi kesal dan kebingungan. 

Percaya atau tidak, ‘The Devil Inside’ dimulai dengan cukup meyakinkan. Menceritakan kembali kisah anak dan ibunya dan mengapa ibunya mulai bertingkah aneh. Dan tulisan ‘Based On True Events’ tersebut bahkan membuat filmnya setidaknya menjadi sedikit lebih menyeramkan. Satu-satunya momen yang menyeramkan adalah membayangkan bahwa ‘The Devil Inside’ adalah kisah nyata dan terus membayangkan jika seluruh adegan di film ini terjadi pada dunia nyata. Selain gagal tampil dengan menyeramkan, ‘The Devil Inside’ juga begitu melelahkan. Naskah cerita yang tidak konsisten membuat ‘The Devil Inside’ semakin membingungkan. Namun, harus diakui bahwa William Brent Bell cukup cerdas dalam menghadirkan sebuah adegan yang menunjukan para pendeta menolong orang-orang yang kerasukan. Mungkin adegan tersebut cukup menegangkan.

Secara keseluruhan, ‘The Devil Inside’ telah gagal tampil sebagai horor yang mengerikan. ‘The Devil Inside’ juga gagal tampil sebagai horor yang tepat bagi para penonton horor setia yang ingin sekali mendapatkan sebuah sajian horor yang tepat. Dari akting para pemainya, ‘The Devil Inside’ juga tak membanggakan. Fernanda Andrade sebagai lakon bermain dengan sangat aman. Memilih untuk menyajikan ‘The Devil Inside’ dalam found footage sebenarnya juga cerdas, sehingga mampu memberikan ketegangan tersendiri bagi penontonya. ‘The Devil Inside’ berjalan dengan begitu membosankan karena tidak adanya tantangan di sepanjang film. Sebagai horor pembuka tahun 2012, ‘The Devil Inside’ adalah sebuah film yang jauh dari kata mengesankan. Mengecewakan, membosankan dan datar di sepanjang film. 

 Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s