Review: The Host (2013)

The Host adalah Twilight di tahun ini, film adaptasi dari novel karnagan Stephanie Meyer yang juga penulis buku Twilight yang kemudian difilmkan dan menjadi salah satu franchise terfavorit. Twilight yang menurut tidak seburuk yang dipikirkan mendapatkan banyak sekali haters yang sama sekali tidak layak mereka dapatkan. Begitu pula dengan The Host, dibalik begitu sederhananya film ini, film ini pada akhirnya masih mampu dinikmati. Andrew Niccol yang sempat menyutradari sebuah film favorit saya di tahun 2011 (In Time) cukup berhasil dalam filmnya tersebut. Namun, Andrew Niccol kali ini masih kurang greget menggarap sebuah film sci-fi yang seharusnya mampu menjadi film yang cukup mengesankan. Ini jelas sangat jauh dari kata sempurna dan pada akhirnya The Host sama sekali tidak spesial.

Mengisahkan tentang keadaan Bumi dimasa mendatang dimana Bumi mulai dihuni oleh mahkluk luar angkasa, Alien. Alien sudah mendominasi di Bumi. Alien ini sudah menghuni bumi dan berniat untuk mengubah sosok manusia menjadi mahkluk seperti mereka. Alien yang mencintai kedamaian ini bertemu dengan Melanie (Saoirse Ronan), Namun Melanie lebih mending mati dibandingkan berubah menjadi salah satu dari mereka. Seeker (Diane Kruger) pun pada akhirnya merubah Melanie menjadi salah satu dari mereka dengan nama Wanderer. Dengan memasuki Wanderer kedalam pikiran Melanie, namun jiwa Melanie tidak mau menerima kehadiran Wanderer. Jadi, ada dua jiwa didalam satu tubuh.

Seeker menggunakan Wanderer untuk mencari manusia-manusia lainnya yang ada dibumi dan Seeker akan mengubahnya menjadi salah satu dari mereka. Sebelum Melanie berubah menjadi salah satu dari mereka, Melanie bertemu dengan Jared (Max Irons) dan adiknya Jamie (Chandler Chatbury). Wanderer pun memutuskan untuk mencari adiknya tersebut dengan bantuan Melanie. Berhasil menemukan Jared dan adiknya, Jamie, hal tersebut tidak membuat Jamie dan Jared bangga bahwa mereka telah menemukan Melanie. Butuh penyesuaian sehingga Jared dan Jamie mau menerima Wanderer di kehidupan mereka kembali.

Bukan sebuah tontonan yang mampu dinikmati oleh seluruh penontonya. Dan bukan sebuah tontonan yang sangat membekas di hati. The Host layaknya sebuah film yang betul-betul mudah untuk dilupakan setelah menyaksikanya. Jika Twilight mempunyai Jacob-Bella-Edward, The Host juga mempunyai cinta segitiga yang sayangnya jauh lebih membosankan dibandingkan Twilight. Terlalu banyak adegan dewasa kadang membuat penonton muak. Sisi romansa nya sangatlah dominan, mending jika sisi tersebut tergali dengan baik dan menghasilkan momen-momen lucu dan menggemaskan. Sungguh disayangkan sepertinya The Host tidak sepenuhnya berhasil dalam menggali sisi drama/romance nya sepanjang film walaupun cukup diakui ada beberapa momen yang mungkin secara berhasil mampu membuat penontonya tersentuh.

Karakter di dalam film ini hampir tidak ada yang likeable. Andrew Niccol gagal menggali karakter-karakter di dalam filmnya ini. Belum lagi masalah akting para pemainya, Melanie Stryder yang dimainkan oleh Saoirse Ronan tidak usah dipungkiri bermain dengan cukup baik. Max Irons, mungkin mampu mencuci mata para perempuan. Dan sama halnya dengan Jake Abel yang sempat juga bermain dalam film Percy Jackson: The Lightning Thief. Tidak hanya bermain baik, Saoirse Ronan juga mampu menciptakan sebuah chemistry yang sangat terjalin dengan baik. Maka itu Saoirse Ronan bisa dibilang menyelamatkan film ini. Tidak terbayang jika Dianna Agron yang awalnya terpilih menjadi Melanie bermain di dalam film ini, mungkin akan terasa sangat membosankan walaupun dengan wajahnya yang menawan tersebut.

Secara keseluruhan, The Host sama sekali tidak layak mendapatkan angka sembilan di Rotten Tomatoes. They’re too harsh. The Host sama sekali tidak buruk secara keseluruhan. Namun memang, Andrew Niccoll tidak memberikan sesuatu untuk diingat dalam dua jam durasinya. Ya tentulah penonton merasa bahwa ini hanyalah tontonan biasa. Tontonan yang tidak mampu memberikan bekas di dalam pikiran penontonya setelah menontonya. Keberhasilan terbesar dalam film ini adalah memilih Saoirse Ronan menjadi bintang utama yang mencuri perhatian sepanjang film ini. Lewat endingnya yang cukup berpotensi menjadi sebuah franchise baru, semoga saja dan berdoa bahwa film ini bukan film yang paling dibenci layaknya Franchise Twilight, dan semoga saja masih banyak lagi hal yang ditawarkan dalam seri-seri berikutnya agar menjadi sebuah franchise yang berhasil.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s