Review: Warm Bodies (2013)

Untuk membayangkan bahwa hadir lagi sebuah film yang hampir mirip dengan salah satu franchise yang paling dibenci banyak orang yakni Twilight, cukup membuat saya berpikir sebentar bahwa sekarang Hollywood sedang mengikuti trend Twilight. Jika The Host mengisahkan kisah percintaan antara alien dengan manusia, kali ini kisah yang lebih konyol lagi kisah mengenai mayat hidup dengan seorang manusia. Namun, ketika saya melihat trailer dan terpampang nama Jonathan Levine, saya sedikit lebih tenang. Warm Bodies sama sekali tidak mirip dengan The Host yang sangat sederhana dan tidak ada spesialnya tersebut dan Twilight yang super cheesy itu. Warm Bodies berhasil menghadirkan berbagai hal yang tidak dipunyai oleh Twilight maupun The Host.

 Film arahan Jonathan Levine ini mengisahkan tentang R (Nicholas Hault), seorang mayat hidup atau yang dikenal dengan sebutanya Zombie yang meng-habiskan hidupnya dengan begitu membosankan bersama dengan M (Rob Corddry). Layaknya mayat hidup lainnya, R dan M hanya bisa menggeram dan mencari makan. Di sisi lain, Julie (Teresa Palmer) beserta kekasihnya, Perry (Dave Franco) dan sahabatnya Nora (Analeigh Tipton) layaknya manusia yang tersisa di muka bumi, berusaha untuk bertahan hidup dan membunuh mayat hidup sebanyak mungkin. Dan suatu ketika, R bertemu dengan Julie. Bukanya memakanya, R malah jatuh cinta kepada Julie. 

R yang jatuh cinta kepada Julie memutuskan untuk menyelamatkan Julie dari mayat-mayat hidup lainnya dan membawanya ketempat aman. Julie kebingungan dengan tindakan R yang berbeda dengan tindakan para mayat hidup lainnya. Berkali-kali Julie ingin kabur dan kembali bersama manusia-manusia tersisa lainnya selalu saja ada hal yang membuat Julie harus kembali lagi bersama R. Menghabiskan waktu bersama cukup lama, akhirnya Julie mulai terbiasa dengan R dan mereka pun menjadi dekat. M yang awalnya tidak begitu mempercayai Julie pun menjadi dekat. Waktu demi waktu berjalan membuat R semakin mencintai sosok Julie. Tidak mungkin seorang mayat jatuh cinta kepada Julie, namun titik permasalahanya bukan itu. Ketika para bonies mulai menyadari bahwa Julie adalah salah satu makanan mereka.

Well, Warm Bodies bisa saja tidak disukai orang. Karena jujur saja, saya juga melihat plot nya agak konyol. Jonathan Levine mampu mengubah kekonyolan tersebut menjadi sebuah tontonan memikat bagi semua orang. Memang di sepanjang film masih hadir beberapa hal yang terlalu konyol dan tidak masuk akal yang menganggu penonton yang mengira bahwa mereka dibodoh-bodohi oleh film yang bodoh. Hal-hal konyol yang terjadi di sepanjang film mungkin memang salah satu tujuan Jonathan Levine agar Warm Bodies tampil berbeda dengan film-film lainnya. 

Jika Twilight memiliki Kristen Stewart, Warm Bodies mempunyai Teresa Palmer yang jauh sekali dengan Kristen Stewart. Kemampuan Teresa Palmer dalam berakting cukup baik. Ia berekspresi dengan sangat baik dan ia tidak kaku, itulah hal yang membedakan Teresa Palmer dengan Kristen Stewart walaupun mereka terlihat begitu mirip. Nicholas Hault jelas adalah salah satu bintang utama di film ini yang patut untuk dibanggakan. Kemampuan Nicholas Hault dalam berakting cukup mumpuni apalagi mengingat bahwa ia termasuk pendatang baru dalam dunia perfilman. Namun, favorit saya tetap Analeigh Tipton yang mencuri perhatian tiap adegan yang melibatkan dirinya. Analeight Tipton juga berhasil tampil memikat dalam film Crazy, Stupid, Love sebagai Jessica dan sekarnag sebagai Nora berhasil tampil dengan sangat memukau.

Lewat akting yang luar biasa, Warm Bodies dalam sisi drama nya juga tampil begitu memikat. Ia tidak melelahkan, sisi drama nya begitu kuat sehingga membuat Warm Bodies betul-betul adalah sebuah hiburan yang menyenangkan untuk dinikmati. Dan jujur saja, cukup terkejut bahwa Jonathan Levine juga cukup berhasil menghadirkan sisi-sisi horor nya di bagian akhir yang membuat Warm Bodies tidak mentah-mentah sebuah drama/romance melainkan juga film horor. Ia tidak membiarkan zombie disini hanya sebagai tempelan, ia menggunakan zombie disini dengan sangat baik dan menggunakan para zombie ini kedalam sisi horor/action nya dengan sangat baik. 

Overall, sangat mudah untuk mengatakan bahwa ‘Warm Bodies’ adalah film terbaik sepanjang 2013 ini. Sisi komedi Warm Bodies pun bekerja dengan cukup baik. Ada Teresa Palmer. Warm Bodies juga mampu menyentuh penontonya. Warm Bodies sudah betul-betul melekat di hati para penontonya. Jangan lupa dengan lantunan lagu-lagu asik di sepanjang film ini. Agak membingungkan jika masih banyak yang tidak menyukai Warm Bodies. Sebuah film drama/romance dengan balutan horor/action dan comedy yang sangat menyegarkan. Pada akhirnya, saya hanya berharap bahwa Warm Bodies akan dilanjutkan kedalam franchise agar saya bisa melihat kealnjutan kisah R-Julie yang sangat menyenangkan ini, tentu di tangan orang yang benar..

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s