‘The Possession’ mengisahkan tentang Clyde (Jeffrey Dean Morgan)

‘The Possession’ mengisahkan tentang Clyde (Jeffrey Dean Morgan) yang baru saja bercerai dengan istrinya, Stephanie (Kyra Sedgwick). Clyde pun memutuskan untuk pindah rumah ke rumah barunya. Pada suatu akhir pekan, Clyde mengajak kedua puterinya Emily (Natasha Calis) dan Hannah (Madison Davenport). Akhir pekan tersebut berjalan lancar sampai mereka pergi ke sebuah taman obral, yakni ajakan dari Hannah untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan karena Clyde tinggal di rumah yang baru. Emily tiba-tiba tertarik dengan sebuah kotak antik yang ia temukan di tempat tersebut dan berniat untuk membeli kotak tersebut dan membawanya pulang.

Clyde, Hannah dan Emily menganggap bahwa kotak tersebut hanya kotak antik biasa. Sesampainya dirumah, Clyde dan Emily berniat untuk membuka kotak tersebut. Selalu gagal, namun pada malam hari kotak tersebut pun terbuka. Semenjak kotak tersebut terbuka, Emily mulai merasakan hal-hal aneh yang terjadi disekitarnya. Namun, buruknya bukan hanya disekitarnya. Namun pada dirinya sendiri. Semua orang disekitarnya mulai merasakan hal-hal aneh yang terjadi pada Emily. Clyde mulai mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Emily, dan mengapa kotak tersebut begitu berharga bagi Emily.

‘The Possession’ tidaklah seburuk ‘The Apparition’ yang terlalu lama bermain-main dengan aman. ‘The Possession’ memang terlalu bermain aman. Butuh waktu yang cukup lama agar mampu mencapai ke saat-saat yang mengasyikan tersebut. Masih jauh dari kata sempurna, ‘The Possession’ menempatkan dirinya pada posisi tontonan horror yang aman dan masih layak ditonton. Namun, terlalu banyak momen-momen yang terlihat bekas comotan dari film-film lain yang membuat ‘The Possession’ menjadi tidak begitu istimewa pada akhirnya.

Saya cukup terkesan dengan jajaran pemain yang hadir. Mereka mampu bermain dengan total. Mata saya selalu tertuju kepada si cantik, Madison Davenport. Walaupun tidak mendapatkan porsi yang cukup banyak. Namun ia mampu memanfaatkan momen-momen tampilnya dengan baik menjadi seorang anak yang cerewet dan panikan. Berkat aktingnya, ‘The Possession’ menjadi lebih baik. Jeffrey Dean Morgan juga bermain dengan lumayan baik. I’ve seen better, tetapi disini ia mampu bermain sebagai seorang ayah yang rela berjuang dan sabar. Dan last but not least, Natasha Calis yang bermain dengan baik sekali. Terlihat terlalu dewasa di beberapa saat, namun secara keseluruhan ia bermain dengan sangat baik. Setidaknya jajaran pemain dari ‘The Possession’ mampu tampil tidak mengecewakan.

Walaupun tercantum ‘based on true events’ ‘The Possession’ gagal tampil dengan maksimal. Ole Bornedal terlalu berusaha keras agar filmnya mirip dengan film ‘The Exorcist’. Ole Bornedal dengan naskah yang sedikit lemah, membuat ‘The Possession’ hadir dengan jalan penceritaan yang cukup lamban. ‘The Possession’ hadir dengan 30 menit pertama yang cukup membosankan. Dan butuh waktu yang lama untuk berada di momen-momen mengerikan yang yah…tidak mengerikan di akhir film. Walaupun telah berusaha tampil mengerikan, saya masih menghargai usaha tersebut. 

‘The Possession’ memang hadir dengan begitu serius tanpa selipan humor sedikit pun dari awal hingga akhir. Well, jika memperhatikan baik-baik memang tidak ada sedikit pun humor di sepanjang film. Jadi, penonton sepertinya tidak diberikan angin segar apapun. ‘The Possession’ memang hadir dengan serius, dimana di beberapa adegan terlihat bahwa Ole Bornedal memang menggarap film ini dengan serius. Ia tak main-main. Seperti 25 menit terakhir. 25 menit terakhir tersebut adalah momen-momen terkuat di sepanjang film. Apalagi ending-nya yang menurut saya cukup cerdas. 

Secara keseluruhan, ‘The Possession’ tidak layak jika dikatakan buruk. Memang tidak se-mengerikan yang seharusnya. Tidak menegangkan seperti yang seharusnya. Dan rasanya tidak ada momen-momen yang mampu membuat ‘The Possession’ mampu diingat sebagai salah satu horror yang dirilis pada tahun 2012. ‘The Possession’ jelas kalah telak dibanding horror-horror lainya. Apalagi jika disamakan dengan ‘Sinister’ yang tampil kuat dengan adegan-adegan mengerikanya tersebut. Terlepas dari kekuranganya, ‘The Possession’ masih mampu tampil menghibur dan mengasyikan tepatnya pada beberapa menit sebelum ‘The Possession’ benar-benar berakhir. Walaupun bukan horror yang istimewa. ‘The Possession’ masih terbilang lumayan menarik dan masih bisa dikatakan sajian yang cukup baik.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

‘The Possession’ mengisahkan tentang Clyde (Jeffrey Dean Morgan)

‘The Possession’ mengisahkan tentang Clyde (Jeffrey Dean Morgan) yang baru saja bercerai dengan istrinya, Stephanie (Kyra Sedgwick). Clyde pun memutuskan untuk pindah rumah ke rumah barunya. Pada suatu akhir pekan, Clyde mengajak kedua puterinya Emily (Natasha Calis) dan Hannah (Madison Davenport). Akhir pekan tersebut berjalan lancar sampai mereka pergi ke sebuah taman obral, yakni ajakan dari Hannah untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan karena Clyde tinggal di rumah yang baru. Emily tiba-tiba tertarik dengan sebuah kotak antik yang ia temukan di tempat tersebut dan berniat untuk membeli kotak tersebut dan membawanya pulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s