Review: Pee Mak (2013)

Image

 

Film-Film Thailand dikenal dengan horornya yang katanya menyeramkan. Memang benar, sebut saja Alone (2007), mengisah- kan tentang kembaran Pim dan Ploy yang harus dipisahkan. Dari awal hingga akhir, sebuah perjalanan menegangkan yang berhasil dikemas dengan sangat menarik oleh Banjong Pisanthankhun dan ParkPoom WongPoom. Kemudian, ada lagi ‘4BIA’ dan Phobia 2, sebuah omnibus horor mengerikan yang biasanya mengisahkan tentang empat hingga lima cerita mengerikan. Kali ini, Banjong Pisanthanakhun kembali duduk menjadi sutradara yang mengeksekusi sebuah urban legend Thailand, Pee Mak. Pee Mak adalah sebuah film dengan highest grossing ever in Asia. Yang berarti filmnya tidak mungkin mengecewakan. Jika tertulis “Horor-Komedi” sungguh sulit sebuah film untuk tampil begitu memikat karena biasanya salah satu dari genre tersebut sedikit terlupakan dan ketinggalan dibelakang. Tidak akan menyamakan film-film horor-comedy luar dengan milik negara ktia sendiri, Akan sangat memalukan. Berbeda dengan Pee Mak, Pee Mak berhasil tampil memikat dengan horor nya yang oke-oke saja dan dengan komedi nya yang tampil dengan sangat menghibur.

Pee Mak mengisahkan tentang Mak (Mario Maurer) dan keempat sahabat perang nya, Aey (Kantapat Permpoonpatcharasuk), Ter (Nuttapong Chartpong), Shin (Wiwat Kongsari) dan Puak (PongShatorn Jongwilak) yang memutuskan untuk mengunjungi rumah Mak di desa Phra Kanong di Bangkok. Mak mengenalkan teman-temanya dengan istri nya yang sudah ia tinggalkan saat perang, Nak (Davika Hoorne) yang ternyata sudah melahirkan sebuah anak laki-laki bernama Qin. Hari-hari pertama masih biasa saja, namun ketika Shin merasakan ada hal aneh yang terjadi kepada istrinya yang membuat teman-teman lainya juga ikut merasakan bahwa ada yang tidak beres dengan Nak. Mereka yang tidak mau mengatakan Mak sesungguhnya membuat Mak kebingungan akan tingkah laku teman-temanya yang berubah drastis. Mak terkejut ketika menyadari hal yang sangat mengagetkan. Bahwa istrinya ternyata sudah meninggal ketika melahirkan anak laki-lakinya tersebut.

Pee Mak tidaklah sepenuhnya diisi dengan horor. Seperti yang saya harapkan. Komedi nya jauh lebih unggul dibandingkan horornya, namun bukan berarti horornya betul-betul hancur lebur, horornya masih berjalan dengan baik. Setidaknya masih tertata rapi. Untuk masalah horor, Pee Mak memang jauh dari kata menyeramkan. Apalagi jika membandingkanya dengan horor-horor Thailand lainnya. Namun, Banjong Pishantanakhun masih terbilang mampu menyuguhkan dan menghadirkan sebuah atmosfir berbeda yang kemudian memang dihancurkan oleh komedinya yang memang sepertinya sengaja diunggulkan untuk Pee Mak. Horornya terlihat lebih menegangkan di awal cerita dibandingkan diakhir.

Untuk masalah komedi, komedinya berjalan dengan baik. Memang tak sepenuhnya berjalan dengan sempurna. Terkadang dalam film horor-komedi, komedi nya terlihat begitu dipaksakan dan annoying. Untungnya, komedi Pee Mak memang betul-betul lucu dan menghibur sehingga mampu membuat penontonya untuk tetap dengan senantiasa menyaksikan Pee Mak dari awal hingga akhir. Untuk akting para pemain, semuanya bermain dengan sangat baik. Sampai Mario Maurer pun bermain dengan sangat baik, mereka yang mengatakan bahwa Mario Maurer hanya sebagai pemanis dan pemancing agar Pee Mak laku itu sebenarnya tidak terlalu tepat. Memang benar, Mario Maurer mungkin telah membuat Pee Mak lebih laku dan lebih banyak yang menyaksikan, namun aktingnya juga luar biasa. Jadi, bukan hanya modal tampang saja.

Image

Sayangnya, film ini seperti terlalu dipanjang-panjangkan. Dan tampak terlalu mudah ditebak. Tidak ada sesuatu yang membuat penontonya akan penasaran, Misteri nya sudah sangat basi dan twist di bagian ending memang tak terduga namun juga tak terlalu mengejutkan dan tak terlalu berhasil bagi sebagian penontonya. Saya juga akan menambahkan bagian terbaik dari semua film yakni drama-romansa antara Mak dan Nak yang mampu membuat saya berkaca-kaca dan terharu. Hal tersebut sangat berhasil. Andai saja hal tersebut lebih dominan di sepanjang film pasti Pee Mak akan tampak lebih mengagumkan lagi. 

Secara keseluruhan, Pee Mak adalah sebuah tontonan 115 menit yang sangat sangat mengagumkan. Salah satu horor-komedi yang paling menghibur yang pernah saya saksikan. Horor nya berjalan dengan baik dan komedi nya yang lebih dominan memang sangat menghibur. Serta Mario Maurer, pemanja mata wanita yang dengan mengejutkan bermain dengan baik. Dan juga Davina Hoorne yang mungkin seharusnya casting nya bisa menemukan wanita yang lebih cantik dibandingkan ya, tetapi Davina Hoorne juga tampil dengan baik. Sekilas mirip dengan Kimberly Ryder tapi ini versi yang lebih cantiknya. Pee Mak memang tidak sempurna, namun ketika kita menyaksikan apa yang telah disuguhkan. Ini adalah sajian yang jauh diatas ekspektasi. Jangan menyaksikan trailer nya jika ingin merasakan apa yang saya rasakan.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s