Review: The Bling Ring (2013)

The-Bling-Ring-2013-Movie-Poster

The Bling Ring mengisahkan tentang Marc (Israel Boussard) yang baru pindah ke sekolah baru akibat keseringan bolos dan akhirnya dikeluarkan dari sekolah lamanya. Tak butuh waktu yang lama bagi Marc untuk mencari teman baru, Ia bertemu dengan Rebecca (Katie Chung) yang sangat ramah terhadap Marc dan akhirnya menjadi teman terbaik Marc pada saat itu. Namun, Rebecca memiliki suatu kebiasaan yang sangat buruk yaitu mencuri barang-barang berharga milik orang. Kegilaan mulai terjadi ketika Rebecca memutuskan untuk mencuri barang-barang berharga milik Paris Hilton. Kegilaan berlanjut ketika tiga teman Rebecca, Nicki (Emma Watson), Sam (Taissa Varmiga) dan Chloe (Chloe Pfitser) tertarik untuk melakukan hal yang dilakukan oleh Rebecca. Anak-anak muda yang tergila-gila akan barang-barang berharga ini telah mencuri barang-barang berharga dari rumah milik Audrina Patridge, Megan Fox dan Lindsay Lohan. Keadaan semakin tidak terkendali ketika tiba-tiba polisi setempat mengetahui bahwa mereka telah mencuri barang-barang tersebut dan rahasia yang mereka rahasiakan selama ini telah terkuak.

The Bling Ring memiliki trailer yang sangat mengundang. Saya akan memulai dengan kalimat tersebut. Konsep yang menarik membuat The Bling Ring sangat mengundang banyak orang apalagi yang para penggila fashion dan shopping dan barang-barang bermerk. Film ini memang lebih pantas untuk disaksikan oleh kaum hawa yang terlalu tergila-gila akan barang-barang ber-merek. Semoga saja mereka tidak melakukan apa yang dilakukan para anak-anak muda ini. Hal yang sebenarnya mampu membuat saya menyaksikan hingga akhir adalah luxury items sepanjang film tersebut dan tentunya Emma Watson. Dan Celebrities yang numpang lewat dari awal hingga akhir yang sangat menyegarkan mata.

The-Bling-Ring-1

The Bling Ring tentu saja tidaklah sempurna. Para pemain sebenanya sangatlah tampil maksimal. Emma Watson tampil sangat total. Film terakhir yang saya saksikan yang ia perankan adalah tokoh Sam di Perks Of Being A Wallflower dan ia berubah dari Sam menjadi Nicki yang sangat bitchy dan slutty. Emma Watson tampil sangat seksi disini. Israel Boussard tidak memiliki masalah besar namun saya masih melihat kegugupanya bermain bersama para wanita-wanita cantik. Taissa Farmiga, yang sudah saya lihat dari American Horror Story, akting-nya cenderung statis dan biasa saja, namun ia tampil sangat berani dan sangat seksi dalam film ini. Dan Claire Pfister, yang menurut saya paling memanjakan mata, yang walapun tak mendapatkan banyak porsi di sepanjang film namun sangat mencuri perhatian. Sayangnya, para karakter-karakter di sepanjang film ini tidak diberikan sebuah pendalaman karakter.

Saya merasa bahwa The Bling Ring sangatlah monoton, kejadian yang berulang-ulang terjadi yang kemudian tak ada hal sepsial lainya dan yang beda dalam keajdian mencuri dalam setiap rumah yang berbeda. Sangat membutuhkan waktu yang lama kepada waktu yang paling seru, yakni pada saat mereka tertangkap oleh Kamera CCTV, dan pada saat mereka satu per satu ditangkap dan akhirnya dipenjara. The Bling Ring seharusnya bisa saja dipercepat kurang lebih 60-70 menit, karena memang di dalam 90 menit durasinya, kejadian yang sama sesekali terulang. Bagaikan de ja vu. Kemudian saya merasa bahwa film ini terlalu malu-malu untuk tampil ‘nakal’, banyak yang mengatakan bahwa The Bling Ring adalah versi halus nya Spring Breakers. Jujur saja, wanita-wanita dalam film ini jauh lebih likeable dibandingkan wanita-wanita yang ada di Spring Breakers, namun hal tersebut tidak dipergunakan dengan baik-baik padahal casts nya sudah yang paling cocok.

Secara keseluruhan, gaya penceritaan Sofia Cocoppola pastinya akan disukai oleh para remaja karena mungkin sebagian dari mereka mengagumi karakter-karakter di dalam kisah tersebut. Mungkin bagi sebagian remaja beranggapan bahwa karya SofIa Cocoppola yang satu ini luar biasa. Bagi penonton yang lebih dewasa, mereka mungkin beranggapan bahwa karya Sofia Cocoppola ini sangatlah tidak masuk akal dan bodoh. Saya memiliki waktu yang sangat berat untuk memikirkan bagaimana mereka begitu gampangnya masuk kedalam setiap rumah para selebriti-selebriti papan atas ini. Dan kebodohan Paris Hilton meninggalkan kunci dibawah keset. Namun, kembali lagi. Based on Actual Events, hal itu sudah terjadi. Not gonna lie, beberapa lagu-lagu yang menemani 91 menit The Bling Ring adalah suatu nilai plus bagi film ini sendiri. Dan film ini berhasil menggambarkan keadaan para remaja sekarang-sekarang ini, modern cultures. Dan untuk itu, bisa dikatakan Sofia Cocoppola tidak sepenuhnya berhasil menggarap film ini dengan baik, dan tidak ada hal yang spesial dan baru dalam The Bling Ring, namun untuk sebuah hiburan Bling Ring adalah 100% sebuah hiburan yang menghibur.

three-star-rating-md

Advertisements

2 thoughts on “Review: The Bling Ring (2013)

  1. Kalau tidak salah godfather itu bukan sebuah karya dari sopia coppola, tapi karya dari ayahnya, francis ford coppola. Mohon koreksinya
    Karya terkenal dari sopia coppola itu lost in translation.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s