Review: The Love Of Siam (2007)

936full-the-love-of-siam-poster

Mengisahkan tentang Mew (Witsiwit Hiranyawongkul) yang sering dibully oleh teman-teman sekolahnya serta tetangganya. Tak ada yang membelanya kecuali Tong (Mario Maurer) yang akhirnya membuat mereka berdua menjadi sangat dekat. Bahkan telah melampaui kedekatan antar sahabat. Keluarga Tong kehilangan Tang (Chermarn Boonyasak) yang membuat Tong harus pindah rumah, hal ini memisahkan Tong dan Mew. Enam tahun berlalu, akhirnya mereka bertemu lagi. Mew yang adalah seorang lead singer dari suatu band bernama August Band membuat lagu untuk Tong. Menghabiskan waktu bersama membuat Mew semakin mencintai Tong. Namun, mereka tidak mengerti bahwa cinta mereka adalah sebuah cinta terlarang yang tidak wajar.

The Love Of Siam berawal dengan yah….gitu aja. Ya kita sudah tahu bahwa akhirnya mereka akan sangat dekat. Ada sesuatu dalam The Love Of Siam yang sangat begitu menyentuh hati. Pertama, ending nya yang bukan sedih lagu ini…tetapi sudah kelewat sedihnya. Dengan kalimat terakhir, “I can be with you as your boyfriend, but doesn’t mean that I don’t love you”, the best line in any movies I’ve ever seen! The Love Of Siam memiliki tingkat maturity yang seharusnya bisa dimengerti oleh seluruh pasangan gay lainya bahwa cinta terlarang tidak dapat berlanjut. Dan sangat menyukai bagaimana Tong disini move on dengan hidupnya dan kembali ke pelukan Ibunya. Ah! The Love Of Siam memiliki ending terbaik dari semua film yang pernah saya saksikan.

Kedua, sub-plot nya yang sangat sangat membantu filmnya untuk menjadi film yang tidak hanya mengandalkan kisah romansa antara dua pasangan pria. Ketika Chooklat Sakveerakul mulai menambahkan cerita lain dengan hadirnya June yang membuat keluarga Tong menjadi lebih baik sementara. Saya sungguh menyukai kisah keluarga Tong, dalam film ini kehancuran keluarga Tong betul-betul dapat dirasakan dan sangat menyentuh hati. Dan bagaimana kekuatan Sunee (Sinjai Plengpanich) menangani keluarganya yang sudah hancur. Anaknya yang hilang, suami nya yang alkoholik dan ketika ia mengetahui bahwa anaknya, Tong adalah penyuka sesama jenis.

Tidak akan menyelesaikan review The Love Of Siam tanpa memuji kedua aktor yang sangat brilian. Mario Maurer dan Witsiwit Hiranyawongkul yang bermain dengan luar biasa baiknya. Mario Maurer yang dulu sempat mengatakan “acting is not my thing” melakukan debut akting nya dengan pujian-pujian yang mengatakan bahwa akting nya sangat pas menggambarkan tokoh Tong. Dan bagaimana ia berakting dengan sungguh dewasa di film ini. Witsiwit Hiranyawongkul juga bermain dengan sangat baik. Namun entah mengapa sepertinya akting terbaik saya harus berikan kepada Mario Maurer yang terlihat lebih total. Sinjai Plengpanich juga pantas mendapatkan credits untuk bermain dengan total pula. Apalagi ketika ia sudah muak dengan suaminya dan semuanya terlampiaskan sudah. Hadirnya June yang awalnya menurut saya tak begitu penting namun sungguh menambah warna dalam Love Of Siam agar tidak jatuh kepada film-film drama romansa cheesy lainya yang mudah terlupakan.

Secara keseluruhan, The Love Of Siam adalah film drama-romansa thailand yang menunjukkan bahwa Thailand ternyata tidak hanya kuat dan terkenal dengan horor nya yang menakutkan, namun juga dengan drama-romansa nya yang ternyata sangat sangat luar biasa. Yah, mudah-mudahan The Love Of Siam bukan hanya satu-satunya. Dengan ending nya yang menyentuh, yang sangat-sangat memilukan, bukan hanya menyetuh. Ending nya yang menusuk hati, dan dengan pengorbanan cinta yang dilakukan oleh Ying. June yang berhasil menyatukan suatu keluarga. Dan Tong yang berhasil memberikan suatu pelajaran penting bagi setiap penontonya, serta kesetiaan Mew terhadap Tong yang harus diikuti oleh seluruh pasangan lainnya. The Love Of Siam tampil menghibur di segala bagian. Bahkan adegan yang saya kira saya akan kegelian melihatnya, yakni adegan ciuman antara Mario Maurer dengan Witsiwit Haranyawokul terlihat sangat begitu menyentuh hati. Memanga gak basi untuk membahas film yang sudah dirilis sejak enam tahun yang lalu. The Love Of Siam, tidak cukup hanya menyaksikanya sekali. Dan dengan satu line yang juga patut menjadi renungan, “If We can love someone so much, how will we be able to handle it one day when we are seperated?” Jangan lupakan pula lagu-lagu nya yang juga jempolan! Might be the best movie I’ve ever seen in my entire life!

 five-star-rating-md

Advertisements

2 thoughts on “Review: The Love Of Siam (2007)

  1. […] The Love Of Siam tampil menghibur di segala bagian. Memanga gak basi untuk membahas film yang sudah dirilis sejak tujuh tahun yang lalu. The Love Of Siam, tidak cukup hanya menyaksikanya sekali. Dan dengan satu line yang juga patut menjadi renungan, “If We can love someone so much, how will we be able to handle it one day when we are seperated?” Jangan lupakan pula lagu-lagu nya yang juga jempolan! Might be the best movie I’ve ever seen in my entire life! Sumber, […]

  2. […] The Love Of Siam tampil menghibur di segala bagian. Memanga gak basi untuk membahas film yang sudah dirilis sejak tujuh tahun yang lalu. The Love Of Siam, tidak cukup hanya menyaksikanya sekali. Dan dengan satu line yang juga patut menjadi renungan, “If We can love someone so much, how will we be able to handle it one day when we are seperated?” Jangan lupakan pula lagu-lagu nya yang juga jempolan! Might be the best movie I’ve ever seen in my entire life! Sumber, […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s