Review: The Heat (2013)

The-Heat-2013-film-large-movie-poster-malaysia

Menyaksikan “The Bridesmaids” adalah seperti menyaksikan sebuah sajian yang sudah lama tidak saya dapatkan. Dengan kekocakan, kekonyolan, kelucuan para wanita-wanita luar biasa tersebut membuat saya betul-betul tidak tahan lagi untuk menahan tawa di sepanjang film. Setelah kesuksesan Paul Feig dalam film “The Bridesmaids” tersebut, kini Paul Feig kembali dengan kembali menampilkan Melissa McCarthy dalam “The Heat” bersama Sandra Bullock. Walaupun memang hampir-hampir sama dengan “Identity Thief”, dimana terdapat unsur-unsur action di dalam filmnya, Namun “Identity Thief” yang terkadang malah gagal dan akhirnya menjadi sebuah tontonan yang agak nanggung. Kali ini Melissa McCarthy berada dalam film yang tepat untuk mengeksplor akting komikal nya yang menjadi daya jual film-film yang ia mainkan. “The Heat” mengisahkan tentang seorang Agen FBI bernama Sarah Ashburn (Sandra Bullock) yang mendapatkan sebuah tugas untuk mencari sebuah mafia dan pengedar obat-obat terlarang. Tak terduga, Sarah bertemu dengan sebuah polisi bermulut kasar, Shannon Mullins (Melissa McCarthy) yang dengan terpaksa Sarah harus bekerja sama dengan Shannon akibat pengetahuan Shannon yang jauh lebih banyak dibandingkan Sarah dan tentunya akan lebih membantu Sarah dalam menyelesaikan kasus ini. Mencari mafia tersebut tidaklah mudah, banyak rintangan-rintangan yang harus dijalani oleh Sarah dan Shannon atau yang mereka namai, “The Heat”. Ketika para mafia tersebut mulai terancam, Mafia tersebut membahayai keluarga Shannon yang harus membuat Shannon memilih untuk melanjutkan kasusnya bersama Sarah atau untuk berhenti dan menjaga keluarganya.

Kita tentu pernah melihat Melissa McCarthy menampilkan aksi komikal nya dalam beberapa film seperti Bridesmaids (2011), Identity Thief (2012) dan This is 40 (2012) yang walaupun tidak mendapatkan sebuah porsi yang cukup. Dalam “Identity Thief”, Melissa McCarthy dipasangkan oleh Jason Bateman. Namun saya merasa bahwa tidak ada chemistry yang terbangun diantara kedua pemeran utama tersebut. Berbeda halnya dengan Sandra Bullock-Melissa McCarthy. Melissa McCarthy seperti betul-betul klik dengan Sandra Bullock. Dari awal hingga akhir mereka terlihat begitu kompak dan memang cocok. Melissa McCarthy yang kini tampil jauh lebih kasar dibandingkan peran-peran yang pernah ia mainkan sebelumnya betul-betul bermain dengan sangat total.

Begitupula Sandra Bullock, yang walaupun kadangkali tertutup oleh aksi Melissa McCarthy yang terkadang lebih mendapatkan perhatian. Dengan terpaksa saya harus membandingkan Melissa McCarthy dalam film “Identity Thief” dengan “The Heat”, dalam “Identity Thief” sosok Diana sangatlah begitu annoying. Walaupun dalam peran nya kali ini memang sengaja dibuat se-annoying mungkin, namun sangat sulit untuk tidak menyukai sosok Shannon Mullins yang kasar, jahat dan licik ini. Walupun memang memiliki sifat-sifat semacam itu, kembali lagi dengan aksi-aksi lucu yang mampu mengundang tawa dari Melissa McCarthy, sungguh sulit untuk tak mencintainya dan sungguh sulit untuk tidak memberikan Melissa McCarthy sebuah pujian yang sangat-sangat pantas ia dapatkan. Sandra Bullock pun begitu, Sandra Bullock mampu tampil lebih “nakal” dalam filmnya yang satu ini dan bisa dibilang sedikit keluar jalur dari karakter-karakter yang biasa ia mainkan.

“The Heat” sudah jelas mampu tampil menghibur. Dengan sangat lucu, dari menit awal sudah mampu mengundang tawa. Dengan genre nya yang melibatkan sedikit unsur action didalamnya ya walaupun 99% ini adalah film komedi, membuat “The Heat” sedikit ter”pending” kelucuanya. Jika dalam “The Bridesmaids”, dari awal hingga akhir berhasil menciptakan sebuah momen yang mengundang tawa dan mengocok perut, namun dalam “The Heat” ya walaupun kita tidak bisa mengandalkan bahwa semua film sama, namun dalam film ini kelucuanya tak selucu yang saya bayangkan sebelumnya. Walaupun ada adegan-adegan yang betul-betul membuat saya tertawa terbahak-bahak. Namun, Paul Feig tetap berhasil menyajikan sebuah hiburan yang sangat layak untuk ditonton.

Dibalik kelucuan dan kekonyolan yang mampu menghibur setiap penonton yang menyaksikan. “The Heat” juga masuk dalam perangkap “Have seen it before”, terlalu banyak adegan yang sudah terlihat sebelumnya sehingga membuat “The Heat” sedikit terlalu predictable. Melihat endingnya yang seharusnya bisa Paul Feig sajikan lebih komikal lagi. Dan lewat beberapa adegan yang membuat para mafia terlihat sangat-sangat bodoh juga cukup menganggu. Pada akhirnya, memang aksi komikal dari kedua pemeran utama yang ujung-ujungnya betul-betul berperan penting dalam “The Heat”. Sama sekali tidak buruk.

Secara keseluruhan, “The Heat” adalah sebuah komedi yang sungguh berhasil dalam menyajikan sebuah aksi-aksi konyol sepanjang film. Durasinya yang lama tidak bermasalah karena “The Heat” memang sudah menghibur sejak menit pertama. Beberapa adegan tampak begitu lucu sehingga saya tak tahu akan sesulit apa film-film komedi seperti “The Heat” akan merebut hati saya. Akting para pemainya yang luar biasa cemerlang. Melissa McCarthy yang benar-benar tampil dengan sangat lucu dan Sandra Bullock yang memberikan dan mengingatkan saya lagi bahwa ia adalah artis serba-bisa dan dia bisa tampil konyol. Dan chemistry yang berhasil mereka jalin bersama membuat “The Heat” menjadi sebuah tontonan yang harus disaksikan oleh orang-orang yang mencari sebuah film yang tidak berat dan menghibur. Dibalik susahnya menyajikan sebuah hiburan yang benar-benar lucu, seperti terlalu mudah bagi Paul Feig untuk melakukanya. Sangat menunggu karya-karyanya di kedepanya.

3-5-star-rating-md

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s