Review: The Way Way Back (2013)

MV5BNTU5ODk5NDg0Nl5BMl5BanBnXkFtZTcwNzQwMjI1OQ@@._V1_

Talking about “Coming of age”, saya selalu suka dan tertarik dengan drama-drama coming of age. Saya pikir drama seperti itu selalu menarik dan mudah untuk dinikmati oleh semua kalangan. Sejauh ini, belum ada yang menyaingi kehebatan “Perks Of Being A Wallflower” yang luar biasa cemerlang tersebut. Sepertinya butuh kerja keras yang super-duper dan menguras keringat untuk dapat menyaingi “Perks of Being A Wallflower” because that movie is that good. “The Way Way Back” ditangani oleh duo Faxon dan Rash. Faxon yang dulu pernah menyutradarai salah satu film favorit saya juga di tahun 2011, “The Descendants”. Sementara, Jim Rash hanya menjadi screenwriter. “The Way Way Back” pada akhirnya menjadi sebuah drama coming of age hangat dan salah satu drama terbaik yang pastinya dengan sangat mudah menyelip di daftar film terbaik 2013.

“The Way Way Back” mengisahkan tentang liburan musim panas Duncan (Liam James) bersama ibunya, Pam (Toni Collette) dan pacar sang ibu Trent (Steve Carrell) dan Steph (Zoe Levin). Duncan yang ingin menghabiskan liburanya bersama ayah Duncan yang baru bercerai dengan ibunya akhirnya terpaksa harus menghabiskan liburan musim panas bersama Trent dan Steph di Cape Cod. Siapa yang sangka, bahwa liburan yang Duncan pikir akan menjadi liburan paling membosankan menjadi salah satu liburan terbaik sepanjang hidup Duncan ketika ia bertemu dengan Owen (Sam Rockwell) dan mulai bekerja di sebuah tempat wisata bernama Water Wizz. Dimana ia bertemu dengan orang-orang menyenangkan dan tempat dimana ia benar-benar bahagia. Ia juga bertemu dengan Susanna (Anna Sophia Robb) dimana ia mulai merasakan cinta pula. Namun, ia juga terlibat dalam masalah yang meibatkan dirinya, Trent dan ibunya.

Awalnya “The Way Way Back” sedikit membingungkan karena masih berjalan statis, namun dalam pertengahan, “The Way Way Back” menjadi sebuah drama hangat yang juga mampu mengundang tawa dan menyentuh hati sekalipun. Agak kesulitan mengikuti arah penceritaan “The Way Way Back” pada 30 menit pertamanya, menit-menit terakhirnya, “The Way Way Back” menjadi sangat sangat menyenangkan dan sangat menghibur. Chemistry tiap pemainya begitu terasa apalagi Duncan-Owen, yang menurut saya begitu mengharukan apalagi pada 10 menit terakhirnya dimana penonton ikut merasakan kesedihan Duncan. Sangat disayangkan Maya Rudolph mendapatkan porsi yang begitu minim mengingat bahwa wanita ini selalu mengungang tawa setiap kali ia tampil.

Karakter Steph dan Trent sepertinya sengaja dibuat untuk menjadi karakter yang sungguh menyebalkan. Yang agak aneh juga Karakter Susanna yang sepertinya disini agak sulit untuk disukai akibat karakter nya yang agak-agak kurang dieksplor, sehingga Susanna disini seperti kata “Pretty and Pale”. Duncan, pasti hampir semua penonton pernah merasakan bagaimana menjadi Duncan. Karakter favorit saya jatuh kepada Owen yang betul-betul menjadi sosok figur yang menyenangkan, kocak, lucu dan tidak annoying. Itu adalah hal penting, jika karakter dalam sebuah film dari lucu menjadi annoying, film nya akan terliaht sedikit menyebalkan. Namun, tidak bagi karakter Owen yang diperankan dengan sangat baik oleh Sam Rockwell.

Secara keseluruhan, saya mampu merasakan setiap emosi yang hadir di sepanjang film. Bagaimana kita juga ikut dendam dengan sosok Trent yang super nyebelin. Dan bagaimana hubungan Owen dan Duncan dalam film ini begitu dekat sehingga sangat mudah untuk disukai di sepanjang film. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa “The Way Way Back” menjadi salah satu film favorit saya di tahun 2013. Alangkah indahnya jika kisah cinta Susanna dan Duncan lebih disorotkan lagi. Komedi yang hadir disepanjang film hadir dalam porsi yang tepat dan pas, sehingga komedinya tidak menutupi drama yang mengharapkan akan menginsipirasikan penonton muda yang menyaksikan. Ditambah karakter-karakter lainnya yang sangat mengesankan. Steve Carell, Toni Collette dan Anna Sophia Robb yang bermain dengan sangat baik. Dan terutama Liam James dan Sam Rockwell yang menjadi dua bintang utama dalam film ini. “The Way Way Back” menjadi pelajaran untuk penontonya, dan pesan-pesan yang berharap akan tersempaikan were all delivered really well. So inspiring, heart-warming, funny and so touching!

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s