BEST MOVIES OF 2013: PART 1

 

 

 

Waktunya untuk memberikan sebuah pujian bagi ketigapuluh film yang mampu memberikan kesan tersendiri yang tidak bisa diberikan film-film lainya pada tahun 2013. Walaupun tidak sempat menonton banyak dan mereviewnya, tetap saja saya akan membuat sebuah daftar film terbaik dari beberapa film yang telah saya saksikan. Kualitas yang mengalami peningkatan, terutama bagi Perfilman Indonesia. 2013 adalah tahun yang sangat menarik karena cukup sulit untuk membuat list dan memilih tiga puluh film yang memorable

Honorable Mentions: Spring Breakers, Star Trek Into Darkness, Demi Ucok, MAMA, The Family, The Call

Untitled-h1I know, this is debatable. The Internship adalah sebuah sajian hangat dari sang sutradara, Shawn Levy yang sempat mengeksekusi film-film terkenal seperti Real Steel (2011), Night At The Museum (2006), The Pink Panther (2006) dan Date Night (2010) yang sebagian besar bergenre komedi. The Internship memiliki daya tarik karena mengisahkan sebuah hal yang akan membuat banyak orang tertarik, Google. Dengan bantuan duo Owen Wilson dan Vince Vaughn yang bermain apik. Dan dengan aktingnya yang natural pula, serta terciptanya chemistry antara dua pemain yang bersifat sangat genuine. The Internship adalah sebuah sajian yang sangat menyenangkan untuk dinikmati dengan tema Google dan dengan sisi komedi nya yang mampu mengundang tawa. Product placement yang sangat-sangat “besar” menurut saya. Walaupun tidak semua orang dapat menikmati The Internship, namun pada akhirnya The Internship adalah sebuah tontonan ringan namun begitu menyenangkan dari awal hingga akhir.

thIS iS THE END AFTER EDITTidak kehilangan kegilaanya dari awal hingga akhir. “This Is The End” mampu mempertahanakan konsitensi kegilaanya dari awal sehingga penonton dapat menikmati sebuah kegilaan tiada akhir dengan sisi komedi yang sangat-sangat menghibur. Terutama dengan ensemble cast nya yang bekerja dengan sangat baik. James Franco, Jonah Hill, Seth Rogen, Jay Baruchel dan lainya. Dengan gaya penceritaan yang sangat mudah untuk dinikmati, “This Is The End” secara tidak sadar juga memberi penonton sebuah pesan namun dengan cara yang lebih menyenangkan dan konyol. Dan tentu dengan tampilnya Emma Watson dan Rihanna yang walaupun minim namun mampu menambah sebuah kesegaran bagi “This Is The End”. If you’re not laughing from the beginning till the end, you have such a bad sense of humour.

pacific rim after editJika kita melihat sejenak trailer nya, mungkin sudah terpikirkan akan bagaimana film “Pacific Rim” ini. Pastinya akan diisi oleh adegan-adegan spektakuler dengan efek-efek yang luar biasa megah nya. “Pacific Rim” memang seperti sebuah film yang tidak terlalu fokus kepada plot nya, bukan dibuang, namun lebih ingin untuk membuat penonton terkesan dari adegan aksi robot luar biasanya tersebut yang harus diakui memang sangatlah megah. Dengan sosok-sosok monster yang cukup mengerikan dan adegan yang mampu memberikan sebuah ketegangan maksimal kepada penontonya, “Pacific Rim” adalah sebuah sajian epik lainnya dari Guillermo Del Toro yang sangat disayangkan untuk dilewatkan.

Laura&MarshaSaya selalu suka road movies. Menurut saya, road movie adalah sebuah sub-genre yang sangat menyenangkan untuk dinikmati. Dari sekian banyaknya road movie di Indonesia, kini dirilis sebuah road movie berjudul “Laura&Marsha”. “Laura&Marsha” memiliki keunggulan yang terletak pada Prisia Nasution dan Adinia Wirasti. Menunjukkan sebuah kualitas akting papan atas dari dua pemain wanita yang sangat bertalenta. Dengan konflik-konflik yang bertebaran. Dan dengan konflik yang juga sangat “hidup”, sangat mudah jika penonton merasakan konflik sehingga “Laura&Marsha” menjadi sebuah film yang sangat menyenangkan untuk dinikmati. Dengan segala pesan-pesan yang ingin disampaikan dan dengan keindahan Eropa, “Laura&Marsha” adalah sebuah road movie yang sangat kuat dan indah, apalagi di paruh kedua filmnya ketika dua karakter diuji dan sisi buruk kedua karakter mulai terlihat, “Laura&Marsha”juga dibantu dengan soundtrack nya yang sangat catchy.

Now You See Me After Edit“Now You See Me” mengambil tema yang sangat dan akan mudah disukai banyak orang, magic. “Now You See Me” berhasil menghipnotis saya dari awal hingga akhir dari performa-performa yang sangat menyenangkan dan adegan sulap yang sangat membuat penontonya penasaran. Dengan jajaran pemain yang memang terlihat meyakinkan, dari Jesse Eisenberg, Woody Harrelson sampai Dave Franco, “Now You See Me” adalah sajian yang sangat langka yang dengan mudah dapat dinikmati oleh semua kalangan. Lewat dialog-dialog yang cerdas, “Now You See Me” adalah tontonan berkualitas yang mampu membuat penonton untuk tetap duduk dan mau dibingung-binguni oleh film tersebut, “Now You See Me” clearly captivates every viewers to just sit back, relax and enjoy the show..

Get M4RRIEDBeen thirsty for quite a long time for an enjoyable, fun, smart and pure funny Indonesian movies, cukup sulit memang, “Get M4rried” sepertinya membuka mata penonton Indonesia bahwa perfilman Indonesia tak sepenuhnya “punah”. Film Indonesia belum mati, masih ada harapan bagi film komedi Indonesia tanpa terlihat norak. Dan hal tersebut telah dibuktikan di awal tahun “Demi Ucok” yang sayangnya tidak mampu menembus TOP 30 2013. “Get M4rried” sangat beruntung mempunyai segenap pemain yang sangat solid. Nirina Zubir, as always. Nirina Zubir masih konsisten menunjukkan karakter Mae. Begitu pula Ringgo-Desta-Aming yang walaupun sedikit mengecewakan dalam Get Married 3, namun kali ini memanfaatkan baik-baik keberadaan mereka yang sangatlah menghibur. Begitu pula dengan Meriam Bellina, Ira Wibowo dan Jaja Miharja. Tidak lupa pula dengan Nino Fernandez. “Get M4rried” berhasil mengocok perut dari awal hingga akhir menjadi sebuah tontonan yang surprisingly funny dan mampu membuat anda terharu pada takaran yang tanpa terlihat menjijikan. Dan dengan lagu-lagu Slank yang selalu saja enak untuk didengar di telinga.

 

rUSH After EditSebuah sajian yang sungguh menyenangkan, biopik yang sangat menghibur dari awal hingga akhir. Diyakinkan oleh Chris Hemsworth dan Daniel Brühl, dua-duanya berkating dengan sangat meyakinkan dan ini mungkin saja menjadi akting terbaik dari Chris Hemsworth. Dengan adegan balap-balapan mobil yang sungguh menegangkan dan dengan berbagai adegan yang tampak sangatlah natural, sangat mudah untuk menyukai kisah dua pembalap Niki Lauda dan James Hunt. Tidak lupa pula dengan konflik-konflik dari kehidupan James Hunt dan Niki Lauda yang dikemas dengan sangat menyenangkan. “Rush” dengan mudahnya akan menjadi salah satu sport movie yang paling menyenangkan untuk disaksikan.

 

Impossible After EditAdalah sebuah film yang sangat menyentuh di beberapa bagian, terlihat sedikit terlalu dramatis dan terlalu sinetron, but for the most part especially when It involves Ewan McGregor, “The Impossible” adalah sebuah kisah mengenai tsunami di Aceh pada tahun 2006 yang menghancurkan kota Thailand dimana keluarga Maria dan Henry menghabiskan liburanya. Dalam durasinya yang cukup lama, “The Impossible” berhasil tampil menakutkan, menyedihkan, memilukan, menegangkan dan menyentuh hati disaat yang bersamaan. Dengan akting cemerlang dari Naomi Watts dan terutama Ewan McGregor yang mencuri perhatian, juga Tom Holland yang betul-betul mencuri perhatian. Dengan adegan-adegan hancurnya Thailand yang tampak sangat memprihatinkan, just like the title, It’s Impossible not to love this masterpiece from Juan Antonia Bayona!

 

Tampan Tailor After EditTema tentang ayah yang ingin berjuang demi kehidupan anaknya? Bukankah kisah seperti ini sering kali ditampilkan? “Tampan Tailor” sedikit mengingatkan saya kepada “CJ7” namun versi yang lebih serius dan tidak menampilkan sosok alien mungil yang lucu tersebut. “Tampan Tailor” is so lucky to have such an amazing actor named Vino Bastian. Vino Bastian mampu tampil dengan meyakinkan sebagai sosok ayah yang sangat bermotivasi untuk sukses. Mampu tampil emosional dengan pas tanpa terlalu dibuat-buat dan terlalu didramatisir, “Tampan Tailor” bagaikan sebuah film yang dibuat untuk menyadarkan orang-orang diluar sana yang sangat malas-malasan, tidak ingin berusaha bahwa kunci dari kesuksesan adalah kerja keras, If you fail, take a deep breath and try again. Sangat menginspirasi dan sangat membanggakan bagi perfilman Indonesia.

 

Won't Back Down After EditJika diatas tadi mengisahkan tentang sang ayah yang ingin berjuang demi menyekolahkan anaknya dan kehidupan yang lebih baik untuk anaknya, “Won’t Back Down” mengisahkan tentang two supermoms yang ingin membangun sebuah sekolah yang “benar”, dimana sungguh sulit untuk mencari sekolah yang benar-benar berkualitas zaman sekarang ini. Sedikit terlalu ambisius dari plot nya, namun Daniel Bamz mampu mengemas “Won’t Back Down” menjadi sebuah karya yang sangat menyentuh hati dan mengharukan. Ditambah dengan akting Maggie Gylenhaal yang jempolan dan juga Viola Davis yang berakting dengan sangat baik. Dua orang ibu yang bersusah-payah untuk membangun sebuah sekolah baru yang berkualitas yang mampu mencerdaskan murid-murid di kehidupan mendatang, memang tampak sangat sulit dan Impossible, namun belajar dari “Won’t Back Down”, simply beautiful and touching.

 

ABout Time After EditSiapa sangka? Yang awalnya mengira bahwa “About Time” hanyalah sebuah rom-com biasa yang mempertemukan pria dan wanita kemudian menikah dan segala adegan-adegan mudah ditebak basinya itu? “About Time” sama sekali bukan rom-com biasa, ini adalah sebuah rom-com cerdas, heartwarming dan tidak biasa. Rachel McAdams as usual steals the show. Dengan time travelling nya tersebut, “About Time” berhasil tampil dengan sangat menyenangkan dengan bulak balik waktu tanpa kita memandang sudah berapa lama kita menyaksikan dan kemudian filmnya habis dengan kepuasan dan hasil yang diatas ekspektasi. Anda bisa tertawa, anda bisa mengerutkan kening, anda bisa menanigs pula, “About Time” adalah sebuah sajian komplit yang juga mengisahkan sebuah drama hangat mengenai keluarga. Andai saja tidak ada plotholes tersebut, pastinya “About Time” bisa masuk kedalam sepuluh besar!

 

World War Z After editBrad Pitt as the zombie hunter? tentunya akan mencuri perhatian begitu banyak orang. Premis yang biasa namun sangat meyakinkan. Dengan sosok zombie yang sungguh berbeda dari zombie-zombie pada umumnya di film-film lainya, “World War Z” mampu menambah warna baru bagi film-film sejenisnya. Ketengan pada level maksimum, kejar-kejaran mengasyikkan. Walaupun akan tampil indah jika ditambah dengan adegan gore nya, “World War Z” tetaplah sebuah film mengenagkan dari awal hingga akhir. Dengan alur yang berjalan cukup cepat sehingga cukup sulit untuk membuat penontonya merasa kebosanan melainkan berteriak-teriak akibat beberapa adegan yang cukup menakutkan. Rasa penyesalanlah yang akan dirasakan oleh orang-orang yang tidak sempat dan melewatkan film gila yang satu ini.

 

thE hEAT After EditFunny as hell! Melissa McCarthy dan Sandra Bullock harus benar-benar mendapatkan waktu berdua lagi pada film-film kedepan. Saya memang sudah mempunyai ekspektasi yang cukup tinggi untuk “The Heat”, “The Heat” mampu tampil sangat mengocok perut. Jika anda menyukai film-film Melisa McCarthy, adalah sebuah kepastian anda akan terhibur dengan film yang satu ini. Semua lelucon tampak pas pada targetnya ditambah dengan akting luar biasa dari Sandra Bullock dan Melissa McCarthy yang juga mampu memberikan sebuah chemistry natural yang sangat enak untuk dilihat. “The Heat” will make you laugh as much as you want to!

 

Insidious After EditTidak seseram yang pertama, namun “Insidious Chapter Two” seperti masuk ke sisi pskilogis nya dan James Wan mengemasnya dengan sangat menarik. Tentu saja terdapat pula hal-hal yang sangat menyeramkan yang masih terngang-ngiang di kepala saya. Dengan cerita yang berbeda dan dengan beberapa twist, “Insidious Chapter Two” mungkin akan bersusah payah untuk bersaing bersama “The Conjuring”, namun “Insidious Chapter Two” masih merupakan sebuah sajian menyenangkan dan mengerikan. James Wan masih mampu memberikan sebuah sentuhan berbeda dengan atmosfir mencekam yang masih terus terasa. Menegangkan dan menakutkan dengan takaran yang pas. Tidak menyia-nyiakan momen yang mereka dapatkan dari seri Insidious yang memang sudah digemari oleh banyak orang, “Insidious Chapter Two” akan terus-terusan menghantui penontonya. Sama sekali tidak mengecewakan, masih saja menyeramkan dengan “HOW DARE YOU” nya.

 

Silver Linigs Playbook After EditSangat menyentuh penontonya dengan film yang cukup konyol. Jennifer Lawrence lagi-lagi tampil dengan luar biasa, sepertinya gadis ini tidak akan berhenti mendapatk sebuah pujian. Bradley Cooper juga tampil dengan baik, tidak rela jika momen nya tercuri oleh Jennifer Lawrence yang sepertinya tidak harus mencoba. Pada akhirnya, karena begitu banyaknya adegan-adeagn yang sangat menyenangkan untuk dinikmati sehingga terngiang terus di otak saya, “Silver Linings Playbook” berakhir sebagai sebuah film yang sangat spesial. “Silver Linings Playbook” adalah sebuah film yang cerdas, menyentuh hati, menyentil dan menghibur.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s