BEST MOVIES OF 2013: PART II (#15-#1)

Kembali dengan 15 film yang menempati posisi 15 teratas untuk tahun 2013. Perlu diketahui bahwa kualitas film 2013 jauh meningkat dibandingkan 2012 yang membuat saya kesulitan untuk menyusun dari hampir 100 film yang telah saya saksikan. Walaupun kualitas meningkat, tidak banyak film yang sempat saya tonton karena kesibukan-kesibukan lainnya. Sebelum ke 15 film lainnya. Memilih yang terbaik memang sangatlah sulit, sebelum saya memulai, list ini akan cukup berbeda dengan list-list lainya..

The Croods After Edit“The Croods” sungguh mengagetkan hanyalah satu-satunya film Animasi yang lolos kedalam daftar ini. “The Croods” mengambil tema keluarga yang dibalut dengan kisah yang sangat menyentuh dan dengan konflik antara ayah yang over-protektif yang  sangat famiiar namun dikemas dengan menarik. Salah satu contoh animasi yang akan mudah dinikmati oleh seluruh kalangan, dengan beberapa lelucon-lelucon yang mampu mengundang tawa. Namun, secara keseluruhan “The Croods” adalah sebuah tontonan spesial yang mengambil tema keluarga yang sangat hangat dan mengena di hati.

Les Miserables After EditTidak pernah menyangka bahwa film drama musikal seperti Les Miserables akan menjadi sebuah tontonan menyenangkan. Mungkin dengan ekspektasi yang sungguh rendah karena memang sudah tahu bahwa diri ini tak sanggup menyaksikan sebuah drama musikal, karena memang bukan cup of tea. Seiring waktu berjalan, “Les Miserables” berubah menjadi sebuah tontonan menarik dan mungkin drama-musikal yang 98% dialognya dinyanyikan pertama yang saya nikmati. Dengan penampilan luar biasa dari para pemain seperti Amanda Seyfriend, Hugh Jackman, Russel Crowe. “Les Miserables” mampu membuat saya terharu dengan semua sisi emosional nya yang terlihat sangat genuine. Dan penampilan Anne Hathaway dalam “I Dreamed A Dream” yang hampir membuat saya meneteskan air mata.

Evil Dead After EditSebuah mimpi indah bagi para penggemar film horor. Yang mempunyai ekspektasi tinggi akan masih tetap menikmati filmnya, yang berekspektasi rendah akan mati ketakutan. “Evil Dead” memang sudah hadir dalam tensi ketegangan yang cukup tinggi sejak awal, memberikan peringatan bagi penontonya bahwa sepanjang 1 jam lebih kedepan, film ini akan dipenuhi dengan darah dan adegan-adegan sadis yang membuat ngilu. “Evil Dead” hadir dalam porsi kesadisan yang maksimal yang membuat saya harus menutup mata. Cukup mengerikan, namun memang menang dalam kesadisanya tersebut. Dimana reboot berubah menjadi sebuah mimpi buruk bagi versi originalnya, “Evil Dead” mampu memutarbalikan fakta tersebut, “Evil Dead” adalah sebuah sajian yang sungguh mencekam dan sadis. Dan 10 menit terakhir yang diisi dengan adegan-adegan yang begitu kuat yang membuat penontonya keluar dari gedung bioskop dengan nafas terengah-engah.

Pee Mak After EditMerupakan sebuah pilihan yang cukup unik dan berbeda dari list lainya. “Pee Mak” memang tidak begitu menyeramkan, bisa dikatakan nuansa horor dan atmosfir nya dapat dibangun dengan baik namun belum maksimal atau seratus persen. Namun dalam penyajianya selama 115 menit, saya sangat menikmati seluruh adegan-adegan yang telah disajikan. Dengan porsi komedi yang mampu mengundang tawa. Yang mengejutkanya lagi, “Pee Mak” menyajikan kisah cinta yang sangat menyayat hati yang hampir membuat saya menangis karena adegan menyentuh yang ada di akhir film ini. Yang jelas, horor-komedi tak pernah semenyenangkan ini. Jika horor-komedi lainya terpaksa harus meninggalkan salah satu genre nya untuk memaksimalkan yang satu nya lagi, “Pee Mak” sepertinya tidak harus bersusah payah untuk tampil lucu dan menyeramkan.

TKVDW After EditAwalnya seperti tak begitu tertarik melihat trailernya yang mirip dengan “The Great Gatsby”, namun saya tetap akan mencoba dengan ekspektasi yang begitu rendah. And guess what? I’m a fan. “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” adalah sebuah kisah romansa antara dua suku berbeda dibalut dengan sangat menyentuh di sepanjang penceritaanya. Berada dalam alur penceritaan yang sangat pas, karena dua jam bukanlah waktu yang sebentar, dalam dua jam tersebut “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” mampu tampil maksimal di setiap adeganya. Tampil dengan sangat megah dan menjanjikan, dengan Herjunot Ali yang sekali lagi membuktikan bahwa ia bisa berakting dengan baik bukan hanya modal tampang, Reza Rahadian yang bisa tampil mencuri perhatian pula walaupun tidak mendapatkan tempat pemeran utama dan Pevita Pearce yang juga tampil dengan sangat baik. “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” adalah sebuah sajian yang sangat menyenangkan tanpa harus di dramatisir. Sedih dengan porsi yang pas dan harus diakui “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” adalah kisah cinta yang digarap dengan sangat megah dan spektakuler.

 

Man Of The SteelMenghadirkan kisah “Superman” yang judulnya diganti menjadi lebih spektakuler menurut saya, “Man Of Steel”. Mengisahkan superhero Superman lebih dalam lagi, mengenai Krypton dan juga diisi dengan kisah romansa yang dihadirkan dengan porsi yang pas. “Man Of Steel” adalah sebuah film yang dipenuhi dengan aksi bombastis dan spektakuler, pemilihan Amy Adams yang serasa sangat pas. Karakter Superman yang lebih diperdalam lagi agar penonton bisa “masuk” kedalam karakter Superman dan latar belakang keluarga Superman. “Man Of Steel” mungkin terlihat mengecewakan bagi orang-orang lain, atau mungkin bagi penggemar Superman yang telah lama menantikan “Man Of Steel”, namun bagi saya, adengan aksi nya yang disajikan sangat luar biasa menarik dan “Man Of Steel” sangat memuaskan secara keseluruhan dari segi visual nya dan efek-efek nya yang bekerja dengan sangat baik di sepanjang film.

 

You're NextHey! Jangan lupakan film yang satu ini. Walaupun sepertinya banyak orang yang melupakan “You’re Next” sebagai film slasher yang sempat mengisi daftar film yang dirilis tahun 2013. “You’re Next” adalah sebuah slasher yang juga bekerja baik dengan black comedy nya. Cukup sulit sih awalnya, karena tensi yang dibangun sejak awal tuh sudah sangat tinggi, sementara dalam momen-momen tegangnya “You’re Next” kita juga disajikan dialog-dialog kocak yang mampu mengocok perut. Yang walaupun pada akhirnya, “You’re Next” hanya mau penontonya untuk teriak bersama-sama dan untuk tidak terlalu tegang. Dengan gore nya yang tidak berlebihan namun saya tetap menuntut lebih. Dengan twist di ending yang bekerja dengan baik tanpa mendapatkan asumsi penonton bahwa twist nya basi. “You’re Next” adalah sebuah mimpi indah bagi penggemar film slasher. “You’re Next” adalah sebuah paket komplit bagi penggemar film sejenis dengan tambahan black comedy nya yang sangat luar biasa menyatu.

 

The Way Way Back“The Way Way Back” adalah sebuah film coming of age yang hadir cukup invisible. Apalagi bagi penggemar film-film sejenis. Mengambil tema keluarga yang cukup familiar. “The Way Way Back” juga mempunyai sisi komedi nya yang sangat lucu. Untungnya tidak menutupi porsi drama nya yang menurut saya sangat luar biasa kuat disepanjang film, mengenai kisah antara keluarga Duncan. Dengan chemistry yang terbangun dengan luar biasa indah oleh Duncan dan Owen. Dan dengan casts nya seperti Liam James, Sam Rockwell, Steve Carell, Maya Rudolph, Toni Collette bahkan Anna Sophia Robb mengisi dan menghidupkan karakter mereka masing-masing. “The Way Way Back” mampu tampil dengan sangat mengena di hati. Dibalik familiar nya tema yang diangkat, Nat Faxon dan Jim Rash mampu membuat kefamiliaran “The Way Way Back” menjadi sebuah film yang sangat-sangat mudah dicintai. A really strong powerful film with lots of messages.

 

Conjuring“The Conjuring” jelas merupakan horor terbaik secara keseluruhan yang hadir sepanjang tahun 2013 ini. “The Conjuring” memiliki nuansa horor dengan atmosfir mencekam yang membuat saya merinding dan ingin melambaikan tangan ala Uji nyali. Dengan plot yang familiar, namun “The Conjuring” dapat membangun sebuah cerita yang sangat mencekam. Bahkan ketika kita membaca sinopsis nya di internet atau dimana pun atau bahkan diceritakan oleh teman yang sudah menonton, kita akan merasakan kengerian hanya dengan mendengarkanya. Dengan adegan-adegan yang sangat memacu adrenalin. “The Conjuring” adalah karya luar biasa lainya selain Insidious. Cukup mengecewakan mengingat bahwa James Wan mengatakan bahwa ini adalah horor terakhirnya. Pada akhirnya, “The Conjuring” adalah sebuah film yang sangat luar biasa mengerikan. Clap Clap!

 

Hunger Games After EditSeri berikutnya dari trilogy “The Hunger Games” yang diadaptasi dari buku karangan Suzane Collins. “The Hunger Games: Catching Fire” berawal dengan cukup lamban. Namun, dari kisah awal yang lebih mendalami kisah cinta Gale bersama Katniss, saya cukup puas dengan yang dihadirkan. Karena lama kelamaan “The Hunger Games: Catching Fire” mulai memasuki nuansa-nuansa The Hunger Games. Dari party-party nya yang glamour dan dengan busana-busana Effie Trinket yang sangat spektakuler. Lagi-lagi Jennifer Lawrence kicked ass! Dengan kisah cinta segitiga yang hadir dengan sangat menarik, “The Hunger Games: Catching Fire” adalah seri terbaik dari trilogy The Hunger Games, entah bagaimana lagi Mockingjay akan menyaingi kualitas yang sudah membuat penggemar dan penonton biasa The Hunger Games yang sudah set the bar high for the upcoming movies. “The Hunger Games: Catching Fire” hadir dengan cukup menegangkan di dalam arena. Dan dengan kejadian-kejadian yang lebih memukau lagi yang terjadi di dalam arena. “The Hunger Games: Catching Fire” adalah sebuah film yang disajikan dengan sangat megah dan spektakuler.

 

Warm Bodies“Warm Bodies” adalah sebuah tentang zombie. Tapi tunggu dulu, ini bukanlah sebuah film horor lainya seperti Dawn Of The Dead, 28 Days Later atau film-film zombie mencekam lainya. Ini adalah sebuah film komedi. Dengan premis yang sangat menarik. Menyampaikan inti film bahwa there is nothing as powerful as love. Dengan Teresa Palmer yang hadir dengan sangat mencuri perhatian dari awal. “Warm Bodies” bisa tampil lucu pada saatnya, emosional pada saatnya dan juga tidak lupa Jonathan Levine memberikan unsur-unsur ketegangan di dalamnya dengan menghadirkan aksi kejar-kejaran zombie yang juga membuat penontonya tidak ketinggalan bahwa walaupun ini adalah kisah romansa antara manusia dan zombie, jangan lupa pula bahwa mereka adalah zombie yang lapar akan daging manusia. Definitely not that twilight kind of movie, would love to see the franchise coming up for this succesful comedy that brought new flavour for the viewers to enjoy.

 

What Maisie Knew“What Maisie Knew”, film coming of age lainya yang menerobos ke dalam daftar film terbaik. Mengambil tema anak yang dilupakan oleh orang tuanya semenjak kedua orangtuanya bercerai. “What Maisie Knew” hadir dengan sangat kuat dan sangat berpotensi sejak awal. Menyayat hati, sangat sulit untuk menyaksikan kisah Maisie yang bagaikan bola yang di oper-oper kesana kemari. Julianne Moore yang memberikan penampilan kuat. Dan juga Onata Aprilie yang sangat talented. “What Maisie Knew” adalah sebuah drama coming of age yang sangat menyentuh, emosional, penuh dengan pesan dan sangat disayangkan jika dilewatkan.

 

Gravity After EditSaya cukup mengambil waktu yang sangat lama untuk menentukan posisi ketiga, kedua dan pertama karena tiga film yang berada pada posisi teratas adalah tiga film yang sangat menghibur dan luar biasa indah dalam genre mereka masing-masing. “Gravity” memiliki premis yang menarik. Memang sudah dimulai dengan menegangkan. Segi visualnya yang sangat indah. Dan juga Sandra Bullock dan George Clooney yang memberikan penampilan total. “Gravity” hadir dengan begitu menegangkan di sepanjang filmnya dan “Gravity” tidak pernah kehabisan akal untuk memukau penontonya lewat aksi-aksi yang mendebarkan jantung.

 

Captain Phillips After Edit“Captain Phillips” lagi-lagi sebuah film yang hadir dengan cukup menegangkan. Agak berbeda dengan “Gravity”, “Captain Phillips” memiliki ketegangan biasa di awal, namun lama-kelamaan membangun dan memaksimalkan ketengangan tersebut. Tom Hanks yang tampil dengan sungguh apik. Dengan “based on true events” yang jika kita membayanyi bagaimana nasib kita jika kita adalah Captain Phillips tersebut. Hadir dengan sangat emosional yang hampir membuat saya meneteskan air mata. Kisah perjuangan Captain Phillips dari Somalia Pirates yang dibalut dengan sangat menarik dan menegangkan hingga menghasilkan sebuah hasil keseluruhan yang jauh diatas ekspektasi.

Dan film terbaik 2013 jatuh kepada….

 

 

 

 

 

 

Kings Of SUmmer“The Kings Of Summer” sebuah film coming of age yang benar-benar menyajikan bagaimana tiga pemuda ini menemukan jati diri mereka. Bahwa menjadi seorang yang dewasa bukanlah seperti ini melainkan dengan cara lain. “The Kings Of Summer” awalnya berjalan dengan cukup lambat, seperti tidak tahu arahnya akan kemana. Pada akhirnya, “The Kings Of Summer” adalah sebuah drama komedi yang dihadirkan dengan komedi yang pas dan dengan kisah romansa segitiga yang juga dihadirkan dengan sangat menarik dan juga menyentuh hati. Tidak lupa pula dengan tema ayah dan anak yang dihadirkan dengan sangat-sangat menakjubkan. Moises Arlas yang sangat luar biasa entertaning. Dan begitu pula dengan Nick Robinson dan Gabriel Basso. “The Kings Of Summer” akhirnya ditutup dengan ending yang juga merupakan ending ter-favorit saya di tahun 2013. Tidak lupa pula dengan lagu-lagu yang mengisi “The Kings Of Summer” yang membuat “The Kings Of Summer” menjadi lebih menarik.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s