Review: Make Your Move (2014)

Make Your Move 2013 starring BoA movie poster large MalaysiaDari sekian banyaknya film-film yang menyajikan sebuah kisah tentang seorang penari, sepertinya masih ada yang belum bisa mengalahkan kesuksesan seri Step Up. “Make Your Move” adalah sebuah film arahan Duane Adler. Duana Adler memulai pekerjaanya dari “Save The Last Dance” pada tahun 2001 kemudian dilanjut dengan seri Step Up  namun diarahkan oleh Anne Fletcher. Duane Adler yang setia membuat naskah tentang tarian kemudian berlanjut ke Make It Happen (2008) yang menurut saya lack of something yang tidak bisa dijelaskan yang membuat “Make It Happen” menjadi gagal tampil menarik. Duane Adler masih memiliki ke”cacat”an di setiap filmnya. Akhirnya, kali ini ia mengambil langkah yang lebih berbeda, ia menjadi seseorang yang mengarahkan seluruh film yang bernama “Make Your Move”. Awalnya saya bingung mengapa “Make Your Move” tidak begitu terkenal karena sebenarnya “Make Your Move” memiliki dua pemeran utama yang well known. BoA dan Derek Hough.“Make Your Move” diisi oleh dua pemeran utama yang mungkin sudah dikenal oleh cukup banyak orang. Derek Hough memulai karirnya dalam “Dancing With The Stars”. Ia mungkin salah satu yang paling terkenal karena ia sering dipasangkan oleh stars yang terkenal pula. Muncul sepuluh season. Dimana ia telah memenangkan “Dancing With The Stars” sebanyak lima kali. Yang terbaru ini, Derek Hough memenangkan kembali piala “Dancing With The Stars” ketika ia dipasangkan dengan seorang pemeran yang cukup iconic dari Glee, Amber Riley. Di sisi lain, “Make Your Move” juga mempunyai BoA, seorang penyanyi korea yang sangat terkenal. Dikenal dengan kesuksesan nya dalam berbicara empat bahasa dan bagaimana ia bisa menciptakan lagu dari empat bahasa tersebut. BoA yang dikenal dengan Queen Of K-Pop ini tentu saja telah mengambil sebuah langkah besar untuk bermain sebuah film Hollywood yang bisa saja menjadi sebuah kesuksesan yang besar baginya atau mungkin hanya sebuah percobaan yang berbeda.

“Make Your Move” mengisahkan tentang Donny (Derek Hough) seorang tap dancer yang belum pernah tampil di sebuah pertunjukkan khusus. Ia hanya tampil di depan publik dan hanya turis-turis bawaan teman dekatnya yang menyaksikan. Donny memutuskan untuk pindah ke New York untuk bertemu dengan saudara tirinya, Nick (Wesley Jonathan). Setelah bertemu dengan saudara tirinya, kehidupanya di New York masih statis sampai ia bertemu dengan Aya (BoA) yang tampil di sebuah club bernama Static yang sangat terkenal di New York. Sejak saat itu, Donny mulai mendekati Aya. Setelah menari bersama dalam club milik saudara tiri Donny, akhirnya DOnny dan Aya harus berpisah karena Nick dan Kaz (Will Yun Lee) mengalami perseteruan yang membuat mereka tidak bisa menyatu kembali. Hal ini tidak membuat Donny berhenti mendekati Aya, malah ia semakin berniat untuk bertemu dengan Aya. Walaupun sebenarnya hal ini menambah sebuah masalah yang baru antara Nick dan Kaz.

“Make Your Move” adalah kisah tari yang terinspirasi oleh Romeo&Juliet, good to know. Mengingat film-film tarian lainya seperti Step Up, Street Dance atau mungkin Battle Of The Year, sebagian besar mereka meninggalkan satu unsur yang sebenarnya sangat penting. Plot. Plot yang dimiliki oleh setiap film sejenis memiliki sebuah plot yang sangat simple, bahkan terkadang terlalu simpel yang membuat filmnya begitu mudah ditebak dan begitu cheesy, beberapa. Bahkan, “Step Up 2: The Streets” yang luar biasa fantastis tersebut memiliki plot yang cukup lemah dan tidak memiliki sebuah cerita yang berbeda dan tidak mampu membuat “Step Up 2: The Streets” stand out dibalik dengan filmnya yang menarik tersebut. Namun, sungguh mengagetkan melihat “Make Your Move” sebuah film yang saya ragukan sebelumnya memiliki plot yang lebih kompleks dari film-film sejenis lainya. Naskah yang juga ditulis oleh Duane Adler memiliki sebuah peningkatan dibandingkan film-film lainya.

130625_BoA_MakeUrMove3Dtrailer

“Make Your Move” tidak sekedar memberikan sebuah kisah tentang bagaimana mereka menemukan jati diri dan kepercayaan diri mereka untuk tampil di depan publik. “Make Your Move” juga memberikan sebuah kisah tentang cinta yang terlarang ya seperti Romeo and Juliet namun ini berbeda karena lebih ke dua orang yang masing-masing memiliki klub dan mereka tidak bisa menyatu yang membuat dua pemeran utama, Aya dan Donny tidak dapat bersatu pula. “Make Your Move” juga ada unsur mengenai bisnis yang menambah warna baru bagi film ini. Apa lagi yang menambah warna baru bagi film ini hingga tampil berbeda dengan film-film lainya? “Make Your Move” bukan lagi membahas tentang tari hip-hop atau ballet, kali ini tap dancing dan grup hip hop namun dengan sesuatu yang baru yakni memakai drum sebagai salah satu tarian mereka. “Make Your Move” menjadi sebuah sajian yang lebih menyegarkan dan tidak monoton. Walaupun sebenarnya koreografi yang dihadirkan masih cenderung kaku bagi para penari yang membuat “Make Your Move” agak disayangkan. Namun tidak berlaku bagi BoA dan Derek Hough yang memang sudah sangat ahli dalam menari.

Derek Hough dan BoA memiliki chemistry yang cukup kuat. Siapa disangka bahwa dua orang dengan latar belakang yang sangat berbeda. Saya yakin mereka tidak pernah bertemu sebelumnya yang kemudian dipertemukan dalam “Make Your Move”. Mereka memiliki ikatan yang membuat dua pasangan ini menjadi enak dilihat dan semuanya comes naturally. Akting Derek Hough pun sama sekali tidak mengecewakan. Ia mampu memberikan semuanya yang ia bisa dan pada akhirnya hasilnya sama sekali tidak mengecewakan. Namun, hanya Derek Hough yang berakting dengan baik. Sisanya sangat disayangkan berakting layaknya mereka baru belajar. Terlampau kaku. BoA sebenarnya masih dalam standar yang masih bisa diberikan toleransi, namun untuk yang lainya memang bakat berakting mereka belum terasah dengan baik. Mereka masih sangat kaku dan sangat robotic. Dan aksen BoA pun terkadang masih agak-agak salah yang walaupun sebenarnya bukanlah sebuah masalah besar mengingat ia bukan asli Amerika tapi dari Korea.

Secara keseluruhan, “Make Your Move” tidak memberikan sebuah porsi tarian yang cukup. Yang 65% filmnya diisi dengan sebuah drama antara dua pemilik klub, kisah percintaan Aya dan Donny dan juga hubungan antara Aya dan abangnya, begitupula Donny dan saudara tirinya. Biasanya, film-film semacam ini diakhiri dengan final dance yang epic, yang sangat megah dan spektakuler. Tidak unutk “Make Your Move”. “Make Your Move” lebih menyajikan sebuah gambaran bahwa mereka bersenang-senang dan satu lagi, koreografi BoA disini agak miss sedikit. Dapat disimpulkan bahwa final dance dalam “Make Your Move” masih belum membuat penontonya geregetan. “Make Your Move” memiliki sebuah kelebihan-kelebihan lainya. Yang paling menonjol adalah kemampuanya memberikan sebuah jenis tarian berbeda namun masih cukup memberikan sebuah penampilan yang tidak mengecewakan. BoA yang amat cantik dan kisah perseteruan dan drama yang dikemas dengan cukup baik sehingga penonton tidak kebosanan. “Make Your Move” mungkin akan menjadi sebuah seri seperti Step Up yang lebih menyegarkan. Setidaknya lebih menyegarkan dari “Street Dance” yang amat busuk. Derek Hough yang luar biasa dan BoA yang cantik membuat mata saya tetap terjaga hingga akhir.

three-star-rating-md

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s