Review: Dark Skies (2013)

DARK-SKIES

Dari sutradara yang telah menggarap dua film yang menurut saya merupakan film yang sangat membosankan dan gagal tampil sebagai film thriller atau horror atau entahlah genre apa yang pantas untuk film Legion (2010) dan Priest (2011). Legion dan Priest memiliki cerita yang sejenis. Dan melihat hasil akhir “Dark Skies” yah pantas saja. Dan dari produser yang memproduseri film-film horor sukses seperti Paranormal Activity (2009), Sinister (2011) dan Insidisous Chapter Two (2013). “Dark Skies” memang memiliki kesamaan dengan cara menakut-nakutinya. Walaupun Scott Stewart mengalami kemajuan dalam mengeksekusi sebuah film, namun apakah “Dark Skies” cukup untuk membuat penontonya ketakutan? Apakah sci-fi dengan gaya menakut-nakuti ala film horor ini berhasil menjadi sebuah film horor dengan budget cukup minim yang sukses mencuri hati para penonton? 

“Dark Skies” mengisahkan tentang satu keluarga yang mengalami krisis keuangan, Daniel (Josh Hamilton) dan Lacy (Keri Russell) bisa dibilang tidak berjalan mulus untuk urusan pekerjaan. Pekerjaan mereka bukanlah sebuah pekerjaan yang dapat menghasilkan banyak uang. Hidup mereka berjalan seperti biasa sampai sesuatu hal aneh yang terjadi di rumah tersebut. Mulai dari makanan dalam kulkas yang berserakan sampai alarm yang bunyi sendiri. Hal tersebut juga mulai menganggu kedua anaknya Jesse (Dakota Goyo) dan Sam (Kadan Rockett). Sam mulai mengalami mimpi-mimpi aneh yang ia beritahu kepada Lacy dan Lacy memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi dalam rumah mereka. Ketika Lacy telah menemukan beberapa kemunkginan, Lacy memutuskan untuk bertemu dengan Edwin (J.K Simmons) yang kemudian memberitahu mereka bahwa ini semua ada hubunganya dengan mahkluk luar angkasa. Edwin memberitahu Daniel bahwa satu-satunya yang Daniel bisa lakukan adalah berharap dan melawan kembali serta melindungi keluarganya.

“Dark Skies” memiliki sebuah premis yang cukup bisa kita temui di beberapa film. Saya entah mengapa melihat “Dark Skies” mirip dengan Signs (2002). Dan memiliki kesamaan adegan pula. Dari awal “Dark Skies” cukup berjalan lamban dan terlalu bermain aman dengan cara menakut-nakutinya. Yang akhirnya paruh pertama hanya sekedar gangguan-gangguan kecil yang belum mampu menakut-nakuti penontonya. Karena memang garing. Namu, paruh keduanya, “Dark Skies” mengalami tingkat kengerian yang agak ditingkatkan. Cukup membuat penonton ketakutan dengan gangguan yang terasa lebih ekstrim. Dan dengan adegan-adegan yang cukup membuat jantung penonton berdetak kencang. Yang pada akhirnya harus ditutup dengan ending dan twist yang sangat tidak pantas untuk sebuah 15 menit yang cukup kuat.

“Dark Skies” menjadi sebuah film horor-mystery yang begitu cheesy dan kampungan dengan cara menakut-nakuti yang sudah banyak kita temukan. Dan penampilan para pemainya juga tidak memberikan sebuah kelebihan yang setidaknya bisa kita temukan dalam “Dark Skies” atau setidaknya suatu hal yang menonjol dalam “Dark Skies”. Keri Russell, Josh Hamilton dan Dakota Gaya memberikan sebuah akting mereka yang biasa saja tanpa adanya chemistry diantara mereka yang betul-betul meyakinkan bahwa mereka adalah sebuah keluarga. Twist, berbciara mengenai twist. “Dark Skies” memiliki twist yang luar biasa garing. Tidak mampu memberikan penonton chills mengenai twist tersebut. Kita selalu menunggu-nunggu untuk dikejutkan dengan momen yang kita sudah harapkan akan hadir di akhir film sebagai sebuah penutup yang mengesankan. Namun, kita tidak mendapatkan hal tersebut.

Secara keseluruhan, memang sulit untuk membuat film invasi seperti ini. Jelas sudah banyak metode-metode yang dipakai oleh beberapa film, jika tidak mau dibilang cheesy dan kampungan, maka sebuah film harus hadir dengan sangat menghibur dengan adegan menyeramkan yang mampu membuat penontonya untuk tetap terjaga dan tetap memberikan sebuah penghargaan untuk film tersebut walaupun sebenarnya film tersebut tidak memberikan sesuatu yang benar-benar baru. “Dark Skies” gagal tampil dengan menyeramkan dan jelas banyak sekali adegan-adegan bodoh di sepanjang film dan adegan-adegan yang tidak penting yang seharusnya dihapus saja agar tidak menambah durasi “Dark Skies” dan akhirnya penonton tidak terlalu kebosanan menunggu ending yang sebenarnya tidak ditutup dengan cukup cerdas dan twist yang gagal menjadi twist yang cukup menyegarkan. Tidak sepenuhnya gagal, namun entah apa yang bisa dibanggakan dari film yang sangat biasa ini.

2-star-rating-md1

Advertisements

2 thoughts on “Review: Dark Skies (2013)

    • maksud endingnya itu sih dia itu alien yang udah dirasuki sejak kecil. Jadi suara diakhir itu cuma nunjukkin kalo semua ini tuh belum selesai. Mungkin akan ada Dark Skies 2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s