Indonesian Idol: TOP 15 Early Favorites!

Tadi malam merupakan episode yang menunjukkan ke-27 kontestan yang tersisa untuk memberikan penampilan terakhir mereka. It’s All or Nothing. Dan saya harus akui, Indonesian Idol has never been better. This is by far the best Season I’ve ever watched. Banyak sekali kontestan-kontestan luar biasa yang cukup sulit untuk di narrow down ke 15 besar. Masih belum tahu apakah 15 besar ini termasuk dalam babak Spektakuler atau babak gak penting layaknya tahun lalu yang hanya mengeliminasi tiga orang saja. Sangat tidak penting. Setelah kontestan memberikan penampilan terakhir mereka. Mereka akan mengetahui apakah mereka lanjut atau tidak dalam Green Mile. Green Mile selalu menjadi babak favorit saya, karena disini cuts nya sangat brutal. Walaupun para juri menangani kontestan ini jauh lebih baik dari season sebelumnya, masih banyak hasil-hasil mengecewakan. Demi apapun, saya masih gak mengerti gimana caranya juri meloloskan orang-orang yang masih belum siap untuk masuk ke babak selanjutnya, sebut saja Virzha, guru vokal Eza, R Ajeng yang walaupun imut tapi masih banyak lagi yang sebenarnya jauh lebih baik dari dia. Letak kekecewaan terbesar ada pada Chelsea Hadi dan Putri Rama. Juga Yesaya dan Septiadi. Saya akan berbagi pendapat mengenai lima kontestan favorit saya dari awal hingga sekarang. Dan Lima yang menurut saya yang kurang berpotensi.

5. Maesarah Nur

Maesarah Nur atau dipanggil Sarah ini audisi di Bandung dengan membwa lagu “Love On Top”. Dari sekian banyaknya orang yang menyanyikan lagu “Love On Top” pada tahap audisi, menurut saya Sarah membawakanya yang paling santai, enak dan yang paling baiklah secara singaktnya. “Love On Top” adalah lagu yang sangat sulit. Jangan main-main dengan lagu Beyonce yang satu itu. Ah! Sudah cukup menyama-nyamakanya dengan Fatin yang jelas dari kualitas vokal sudah berbeda. Sarah lebih mempunyai potensi untuk menyanyikan lagu-lagu besar dimana Fatin lebih ke current. Sarah’s clear tone is like a crystal. Dengan vokal yang Sarah berikan, ia mampu menyanyikan lagu-lagu Diva dan dia juga bisa menjadi sangat current dengan lagu-lagu masa sekarang. Titi DJ benar dengan menyatakan bahwa Sarah membuat sebuah lagu menjadi enak. Saya 90% yakin bahwa Sarah akan lanjut ke Spektakuler. Just watch and see.

4. Miranti Yassovi

The thing with Sovi is she could either be a sleeper or could be Indonesian’s top favorite like Regina. Apa yang telah ia sajikan merupakan sesuatu yang jarang kita dapatkan. Salah satu kontestan yang polarizing. Penonton setia Indonesian Idol pada akhirnya akan entah menyukai Sovi dengan betul-betul menggemarinya atau penonton akan beranggapan bahwa Sovi adalah seorang penyanyi jazz yang biasa aja dan ngebosenin. Well, I found her performances really mesmerizing. “What A Wonderful World” adalah salah satu contoh mengapa saya terlalu mencintai Sovi karena itu adalah sebuah penampilan yang heartwarming. Dan audisi nya pun not bad. Saya awalnya melihat bahwa Sovi tidak akan melanjut begitu jauh. A similiar kind of singer like I Gusti Shelly, seorang pramugari yang gagal melanjutkan mimpinya walaupun sangat berpotensi. Namun, Sovi lebih memiliki kualitas vokal yang lebih ke old-fashioned. Maka itu saya begitu menyukai Sovi. Apa yang harus Sovi lakukan agar tampil dengan begitu lovable di depan penonton. Challenge her voice. Coba nada-nada tinggi atau lebih memberikan wail di setiap performance. Dan yang kedua lebih memilih lagu-lagu current agar penonton dengan mudah mengerti penyampaian pesan lewat lagu-lagu modern. Karena sangat banyak pilihan untuknya.

3. Ryan D’Angga

Merupakan favorit saya yang betul-betul dari awal sampai sekarang. Odd choice by picking a beyonce song especially for a guy who surely couldnt do the five key changes. Ryan continues to amaze me in the group rounds. Ketika Ia berada dalam grup bersama Nowela, Sarah, Melinda dan menyanyikan lagu MAPALA tersebut, Ryan membawakan lagu tersebut begitu nyaman dan mengenakan. Begitu enak. Walaupun pada penampilan terakhirnya ia tidak terlalu enak badan, dan keliatan begitu. Sungguh disayangkan padahal saya ingin melihat magical thing happens. Saya yakin jika Ryan akan menjadi salah satu kompetisi terberat di grup prianya. Saya berharap ia memilih lagu-lagu yang mellow tapi gak alay. Bukan lagu Yovie D’Nuno, Bagindaz, Hijau Daun atau apalah itu. Coba tackle lagu-lagu yang lebih memberikan suaranya kesempatan untuk diberikan tantangan. More like Judika, Melly Goeslaw atau Glenn Fredly. Atau bahkan Marcell. Atau coba lagu-lagu zaman dulu yang akan lebih enak. Karena dengan saura yang ia miliki, dia bisa membuat lag yang jadul bersuara seperti current dan modern.

2. Muhammad Yusuf Ubay

Ubay adalah salah satu nama terkeren sepertinya di Indoneisan Idol tahun ini. No jokes. Sepertinya Ubay sudah mulai mendapatkan banyak sekali fans lewat kepiawaianya bermain saxophone. Dan dengan musikalitas yang luar biasa. Ubay memiliki pegangan untuk menjadi salah satu kekuatan Ubay agar ia menjadi sangat mudah disukai. “Everybody Has A Dream” merupakan salah satu audisi terbaik tahun ini. Dan ia melanjutkan untuk memberikan kita semua sesuatu yang membuat Ubay menjadi sangat mudah untuk diidolakan. Bisa menjadi salah satu yang dikalahkan. Ah! Saya sangat benci jika sudah tampak terlihat siapa dari beberapa kontestan yang akan maju jauh dan akan menjadi frontrunner. Saya memang telah memprediksikan Regina, Yoda dan Dion untuk menjadi frontrunner. Dan mereka menajdi frontrunnrs. Setidaknya Yoda sampai pada tiga besar. Dan saya melihat Ubay akan menjadi seseorang yang harus dikalahkan. DIa mempunyai sebuah senjata yakni Saxophone. Penonton lainya harus keluar dan bernyanyi di panggung dengan semua senjata yang mereka punya. Ubay memiliki senjata yang akan sulit untuk ditaklukan.

1. Nowela Elizabeth

Bukan merupakan favorit saya pada saat audisi karena menurut saya “Ah! Sudah banyak penyanyi kaya gini. Gaperlu lagi”. Tetapi, pada saat group rounds adalah saat-saat dimana saya mulai menyukai Nowela dan dengan suara seraknya yang sangat sexy. Suara serak semacam ini bisa bernyanyi lagu apa saja. “Wrecking Ball” merupakan penampilan Nowela yang menurut saya paling buruk. Caused she missed all of the lyrics! Lirik nya bersalahan atau sudah ganti saya pun tak tahu. Pada saat ia bernyanyi “Mama Papa Larang” bersama Ryan tadi, ia menjadi unstoppable. Suaranya yang paling enak. Dan jika juri berkata bahwa ia adalah penyanyi cafe selama 2 tahun dan mereka berkekspektasi lebih, memangnya apa yang akan ia lakukan di dalam cafe? Teriak-Teriak? Challenging her voice while singing, let’s say janis Joplin? Or…Alanis Morisette? Jika mereka mengatakan bahwa 2 tahun dengan penampilan yang Nowela berikan kurang, siapa sih penyanyi yang berdasar rock terus menyanyikan lagu dark and gloomy nya Lorde “Royals” dengan sangat baik. Coba suruh FAVORIT MEREKA Eza untuk menyanyikan lagu “Royals”. Menurut saya, Nowela telah memberikan sebuah penampilan killer. Yang harus diperhatikan adalah artikulasi dan vibrato yang cenderung terlalu banyak dalam sebuah lagu.

Jika diatas adalah lima kontestan favorit saya di Indonesian Idol tahun ini. Saya memiliki lima kontestan yan menurut saya kurang menarik. Yunita Nursetia, Yunita adalah penyanyi yang lebih ke pop oldfashioned. Saya memberikan credits tentang wawasanya akan musik. Ia tahu benar beberapa lagu yang belum tentu kontestan lainya tahu. Lagu-lagu yang beragam. Namun, ia tahu bahwa umurnya adalah umur terakhir ia akan audisi dan menurut saya ini tidak cukup. Too oldfashioned turns out boring. Muhammad De Virzha, menurut saya merupakan satu-satunya penyanyi rock yang tersisa yang agak cenderung monoton. Saya tidak melihat Virzha seperti Yoda karena Virzha lebih meyakinkan. Namun, saya hanya tidak menemukanya spesial dibalik banyaknya kontestan-kontestan rock diluar sana. Aksha Rinelsya, Menurut saya audisi nya sangat keren. Namun entah mengapa saya tidak menemukan satu hal, bahkan satu saja hal yang spesial dari dia. Suaranya yang serak tidak memberikan saya kesempatan untuk benar-benar menyukainya sebagai seorang penyanyi. Terlalu membosankan dan “Cobalah Mengerti” sudah cukup jelas bahwa ia butuh satu atau dua tahun lagu untuk kembali audisi Indonesian Idol karena ia belum benar-benar siap. R Ajeng Nur Ayu, so adorable. Ia mengikuti acara ini karena ia ingin mempersembahkan semuanya kepada ayah dan Ibunya yang sudah meninggal. Sebuah tujuan yang sangat mulia namun saya hanya tidak bisa menemukan Ajeng menjadi seorang kontestan yang menyenangkan saat bernyanyi. She’s all over the place. Just not my favorite. Martinha Eza, I just don’t know what the judges saw in her. Dari cara ia bernyanyi, she’s breathless. “Bizzare Love Triangle” is not a great performance, there’s a lot inconsistency in her voice that is so iritating. Saya hanya kesal saja bahwa juri mengeliminasi such great talents seperti Yesaya, Chelsea, Putri Rama, Septiadi untuk Eza. Namun, bukan berarti saya tidak memberikan ruang abgi kelima kontestan ini, saya akan melihat kembali ketika mereka bernyanyi di Jumat mendatang. 

Advertisements

2 thoughts on “Indonesian Idol: TOP 15 Early Favorites!

  1. gw gk suka indonesian idol, dan penyanyi2 indonesia. krn sdh ketinggalan dg negara lain spt taiwan, korea dan jepang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s