INDONESIAN IDOL TOP 15 Recaps, Power List and Thoughts!

Sejujurnya tadi malam saya tidak mengekspektasikan bahwa kelimabelas penyanyi Indonesian Idol akan sebagus tadi malam. Saya tidak mengharapkan bahwa pemilihan ke-12 kontestan akan menjadi begitu sulit bagi penonton dirumah. Babak 15 besar ini adalah babak dimana para kontestan sudah mulai membangun fans. Dari babak ini, para penonton mulai tertarik dengan masing-masing kontestan. Dan masing-masing kontestan memiliki satu kali kesempatan untuk tampil dan menarik perhatian penonton dirumah untuk menjadi fans mereka dan untuk menjadi “army” mereka di babak spektakuler nanti. Bisa dilihat bahwa talents yang dimiliki Indonesian Idol 2014: A Decade Of Dreams sudah pasti meningkat drastis. Bisa dilihat bagaimana ke-15 kontestan memiliki variasi dan genre yang berbeda-beda. Dan bagaimana dengan lucunya 75% kontestan menyanyikan lagu-lagu barat. Yah..Bukan sebuah permasalahan kalau mereka bisa membawakan lagu terseubt menjadi milik mereka dan mereka bisa menyanyikan lagu itu dengan baik.

Pemilihan lagu ke-15 kontestan pada malam ini luar biasa sih, menurut saya. Mereka benar-benar memilih lagu yang belum pernah dinyanyikan di Indonesian Idol sebelumnya, jadi akan sangat mudah bagi mereka untuk memberikan first impression yang sangat baik bagi penonton. Aksha Rinelsya is really talented. But she’s obviously just stand there on her safe lane and do nothing really risky and that makes her forgettable. Giofanny Elliandrian juga memilih lagu yang sudah pasti ia nyanyikan, so no surprise at all and that makes him pretty forgettable as well. Pemilihan lagu Aksha Rinelsya bisa dikatakan yang paling biasa sih. Yang paling interesting menurut saya, Ryan D’Angga, Nowela Elizabeth, Yuka Tamada, Husein Alatas dan Maesarah Nurzaka. Bisa dilihat bahwa Yusuf Ubay tenggelam pada malam hari ini. Total Fail. And everyone seems to like Virzha but never realizes his technical singing issues. Bisa dibilang pemilihan lagu terburuk jatuh kepada Yusuf Ubay untuk menyanyikan lagu Justin Bieber? Come on! Saya tidak akan me-recap apa yang juri katakan karena tidak satupun dari mereka yang memberikan masukan yang bisa membantu para kontestan. Let me tell you this, I love Anang to death! I hope he comes back. Karena tadi malam walaupun via-skype, Anang tetap memberikan sebuah feedbacks yang masuk akal dan bisa dimengerti. Semoga saja.

Penampilan terbaik pada malam kemarin jatuh kepada Dewi Puspita. Luar biasa. Fantastis. Saya sempat ingin melemparkan panci ke televisi saya jika Dewi tidak masuk ke babak spektakuler. Penampilan kedua terbaik jatuh kepada Nowela Elizabeth, damn girl! Menyanyikan sebuah lagu Alicia Keys dan memberikan penampilan yang luar biasa.  Giofanny Elliandrian memang tidak kemana-mana, dia tidak mengambil kesempatan, risiko dan menurut saya keputusan dia untuk menyanyikan lagu yang dia sudah pasti bisa nyanyikan dengan baik dalam malam 15 besar ini cukup dimengerti. Penampilanya tadi malam merupakan salah satu penampilan pembukaan dalam sepanjang sejarah Indonesian Idol. Sungguh mengejutkan bahwa saya yang tidak menyukai Eza kali ini harus berhadapan dengan Eza yang bernyanyi dengan sangat baik. Posisi ke-4 dan ke-5 saya cukup bingung antara Eza dan Miranti. Karena keduanya menyanyikan lagu tersebut dengan baik. Miranti Yassovi definitely picked a song that is so far from her lane, and that means she’s taking risks and I love that! Martinha Eza, turns out to be the judges pet and definitely could hurt her in the future. Tetapi saya tak peduli, kalau ia memberikan penampilaan sepeti malam kemarin, saya akan memberikan dia vote.

Giofanny Elliandrian – Better Man – Robbie Williams

Safe song choice. Pemilihan lagu yang tidak memberikan Gio sebuah kesempatan untuk menantang vokal nya. Saya suka dengan geraman-geramanya tadi malam. Dan saya suka dengan feeling dan penyampaian pesan yang diberikan Gio yang menurut saya sangat penting. Saya menjadi mengerti arti lagunya walaupun Gio harus benar-benar memperbaiki pronunciationya kalau mau menyanyikan lagu-lagu barat sebelum dikomentarin sama juri paling gak penting sepanjang sejarah, Ahmad Dhani. Gio tidak hanya memberikan sebuah penampilan baiknya, namun kita harus dapat mengerti betapa susahnya menjadi penyanyi pembuka dan bagaimana banyak orang mulai menyaksikan Gio karena penampilan pembuka adalah penentu dimana orang akan memindahkan channel atau tidak. Bayangkan kalau penampilan pertamanya Ajeng, kayaknya mungkin hampir setengah dari penonton memindahkan channel. Maka itu, saya sangat menyukai penampilan Gio tadi malam.

Aksha Rinelsya – Andai Aku Bisa – Chrisye

Oh Chrisye! Saya sangat merindukan Chrisye. Aksha Rinelsya, kontestan yang bukan menjadi kontestan terfavorit saya. Ah! Gimana sih. Saya suka banget dengan audisinya. Namun belakangan ini Aksha menjadi semakin jelek. Tadi malam sama sekali tidak jelek, yang jelek adalah bajunya yang menampakan bahwa ia sangat berisi. “Andai Aku Bisa” adalah jenis lagu yang bisa dinyanyikan siapa saja. Husein nyanyiin lagu ini saya yakin akan menghasilkan sebuah penampilan berbeda tetapi dalam artian yang bagus. Bahkan Ajeng menyanyikan lagu ini hasilnya juga pasti lumayan. Yah..Lumayan. Atau Yusuf Ubay, Yuka Tamada. Semua yang menyanyikan lagu ini akan mengintrepretasikan lagu ini dengan baik. Sebuah jenis lagu yang mudah untuk dinyanyikan. Jadi tidak ada kejutan sama sekali bagi Aksha untuk menyanyikan lagu ini. Ia mengambil jalur aman. Yah, jalur aman itu ada di Exit Door. Jadi dia bisa pulang.

Yunita Nursetia – I’ll Stand By You – Pretenders

Aduh gimana ya. Saya bukan seseorang yang menyukai Yunita. Saya tidak terlalu tertarik dengan apa yang ia nyanyikan. Sekarang pemilihan lagunya, menurut saya Yunita telah memilih lagu yang cukup sulit untuk dinyanyikan. Saya setengah-setengah dengan Yunita. Menurut saya, segi teknis nya Yunita nailed it. Sama sekali tidak ada masalah. Tidak ada nada sumbang, tidak fales, tidak pitchy semua notes yang ia nyanyikan berhasil. Namun, Yunita tidak memberikan sebuah penampilan yang menyenangkan. “I’ll Stand By You” itu lagunya cukup panjang. Yunita tidak memberikan sebuah bagian-bagian terbaik dalam vokalnya untuk dibagi-bagi kepada penonton dan menunjukkan bahwa suaranya adalah suara yang menurut saya powerhouse vocal. Yah, penampilanya tadi malam tidak perfect, bukan sebuah penampilan yang membuat saya duduk di kursi dan terus menatap Yunita di layar tv, tidak. Penampilan yang cukup membosankan yang tidak memberikan sebuah ride yang menyenangkan bagi penonton. Ya, kaya biang lala aja. Datar-datar saja tanpa kesenangan yang berarti.

Windy Yunita – Burn – Ellie Goulding

Sudah cukup mengomentari Windy dengan wajahnya dan parasnya yang cantik. Cukup. Lama-lama penonton juga tak suka dikomentarin kaya gitu. Membosankan. Memang memiliki wajah yang cantik adalah sebuah kelebihan yang cukup bisa membuat Windy stood out karena lewat wajahnya ia bisa ditarik oleh produser dan saya yakin single nya akan cepat keluar. Oke, pemilihan lagu. Cukup menarik. “Burn” dari Ellie Goulding. Penampilanya? A total mess.Ya Tuhan, hm…Saya tak tahu harus mulai dari mana. Dari vokal, Windy sudah cukup jelas tidak bisa menyanyikan semua notenya dan membuat nya tidak nyaman. Cukup terlihat. Yang paling distracting adalah cara ia bernyanyi dan bergerak di panggung. Oh my God. Sangat tidak enak untuk dilihat. Dimana Windy ngangkang sambil lompat dengan rambut nya yang kemana-mana dan ia terlalu kesibukan memperbaiki rambutnya yang kemana-mana itu. Kalau ia ingin bergerak, pastikan juga vokalnya benar. Malam kemarin, gara-gara ia bergerak vokalnya jadi tak menentu, jadi asal-asalan dan nyanyinya juga asal-asalan. Ia memang terbakar habis lewat lagunya. Penampilan yang buruk.

Ryan D’ Angga – Macarena – Los Del Rio

Haduh, saya masih belum bisa menahan tawa kalau membayangkan “Macarena”. Interesting choice. Cara ia menyanyikanya juga cukup asik. Penampilanya sangat polarising. Bagi sebagian penonton penampilanya sangat salah kaprah dan sangat tidak menunjukkan Ryan yang digemari banyak orang. Bagi sebagian penonton sebuah penampilan yang mencuri perhatian. Saya sendiri, saya menyukai pemilihan lagunya yang cukup menarik. Namun saya tidak suka dengan penampilanya. Vokalnya datar. Cara ia bernari juga nanggung. Ia tidak nyaman diatas panggung dan semua itu terlihat. Saya menghargai bahwa ia memberikan sesuatu yang berbeda dan untuk tidak diam di safe zone dan untuk memberikan sebuah penampilan  yang berbeda di minggu ke minggu. Tetapi, penampilanya kali ini membuat saya harus tetap menyuruh Ryan untuk menjadi Ryan yang biasa dan tidak melakukan macam-macam. Hm. Sangat mengecewakan.

R. Ajeng Nur Ayu – Another Day In Paradise – Phil Collins

Saya masih belum bisa mengerti kenapa juri terus memberikan Ajeng sebuah pujian mengenai timbre nya yang katanya kuat atau berat atau apalah itu. Dari audisi saya tidak pernah benar-benar menyukai Ajeng. Buang jauh-jauh bahwa ajeng adalah kontestan paling cute di tahun ini. Penampilanya tadi malam merupakan sebuah penampilan yang mudah dilupakan. Bukan terburuk memang. Ajeng bukanlah sebuah kontestan yang terkenal diluar sana. Saya tidak pernah mendegnar orang membahas nama Ajeng karena Ajeng memang tidak begitu terkenal. Sayangnya, Ajeng tidak memberikan sebuah penampilan yang akhirnya akan dibahas-bahas oleh penonton diluar sana. Pemilihan lagu yang tepat namun ia masih tidak nyaman dan grogi nya cukup terlihat dari bagaimana ia bernyanyi. Sangat disayangkan.

Yuka Tamada – Ironi – Lidya Imaniar

Saya tidak mempunyai komentar yang berarti bagi Yuka. Hanya sebuah kekecewaan yang membuat saya harus mengerutkan dahi di sepanjang penampilanya kali ini. Kita semua tahu bagiamana Yuka begitu bagus pada audisinya. Suaranya yang mengenakan dan dengan vocal range yang sangat luas. Ia bisa menyanyikan lagu apa saja. Dan ia akan menyanyikan lagu itu dengan baik. “Ironi’ adlaah contoh sebuah lagu yang jangan pernah dinyanyikan di live shows kalau belum bisa membuat lagu itu menjadi menarik. That is lesson number one for the song. Yuka tadi malam memberikan sebuah penampilan yang serba nanggung. Tidak memberikan sebuah penampilan yang berarti dan memberikan kesan sama sekali.

Maesarah Nurzaka – Honeymoon Avenue – Ariana Grande

Sarah..Sarah..Sarah!! Saya cukup kebingungan dengan Sarah malam kemarin. Sebuah pemilihan lagu yang sangat menarik. Ariana Grande memiliki vokal yang gila-gilaan. Semua yang keluar dari mulut Ariana Grande sepertinya adalah sebuah diamonds. Sarah sekarang mengambil sebuah lagu yang jarang orang dengar. Dan ini adalah satu tindakan yang benar-benar smart. Satu lagu yang belum pernah didengar, bukan belum pernah, namun sebagian orang belum pernah dengar dari penyanyi yang semua orang sudah tahu. Dan pada malam kemarin “Honeymoon Avenue” adalah sebuah penampilan manis dari Maesarah. Saya pribadi sangat menyukai bagaimana Sarah mendalami isi lagu tersebut dan bagaimana ia bertindak, bergerak dan melakukan sebuah penampilan yang ekspresif dan menyenangkan. Walaupun sebenarnya masih banyak masalah dalam sisi teknis ia bernyanyi.

Nowela Elizabeth – Superwoman – Alicia Keys

O.M.F.G! This girl..is a superwoman. Saya salah satu orang yang belum pernah mendengarkan lagu Alicia Keys yang ini. Saya kira ini adalah sebuah lagu yang tidak terkenal. Saya sangat menyukai keputusan Nowela yang mengambil jalan seperti Sarah, mengambil lagu dari orang terkenal tapi lagunya tidak terkenal. Saya memang tidak menyukai penampilan ini dari detik ke 1 sampai detik kesekian, tetapi, saya cukup ingat bahwa di pertengahan. Saya gigit jari. Ini adalah penampilan yang mampu membuat saya mati terkapar di lantai. I Saya bisa gila dengan penampilan yang satu ini. Saya tidak berlebihan. Nowela memberikan sebuah penampilan yang sangat spesial. All the wails, the growls, the long notes, she nailed it. Can I tell you already that she’s one of the best singers we’ve had on the show? Alangkah indahnya kalau Nowela bisa mempersingkat penampilanya jadi bisa menghilangkan bagian kecil dari penampilanya agar menjadi less-boring. Tetapi, secara keseluruhan. Saya lama-lama bisa ngompol menyaksikan Nowela nyanyi tiap minggu. Dan punya pesan untuk kontestan lainya, “Eat that motherf*cker!!”

Miranti Yassovi – High And Dry – Radiohead

Favorite after favorite. Saya mulai sekarang akan memanggil Miranti saja. Miranti selalu disuruh menurunkan berat badan. Saya tidak mengerti maksud dan tujuanya apa. Ah come on! Aksha yang badanya lebih besar kok gak disuruh menurunkan berat badan? Tetapi ini juri mati-matian menyuruh Miranti untuk menurunkan berat badan. No, Miranti! You are smokin hot with this body. Titi is right. Curvy is hot. Penampilan tadi malam Miranti menurut saya, saya masih setengah hati. Saya lebih suka ia menyanyikan lagu-lagu seperti “What A Wonderful World” walaupun memang saya sendiri menginginkan bahwa Miranti harus berani mengambil resiko. Tetapi, tadi malam sebenarnya tidak jelek. Sama sekali bukan penampilan yang buruk. Miranti mengemas lagu tersebut menjadi kedalam unsur-unsur Jazz. Dan menurut saya, Miranti akan menjadi salah satu kontestan yang mengalami perjalanan panjang dalam Babak Spektakuler. And please sing Reggae!!

Yusuf Ubay – Beauty And The Beat – Justin Bieber

Harsh comments in 3…2…1…! Ubay terkenal dengan saxophonenya. Kalau tidak ada saxophonenya mungkin ia udah pulang dalam Babak pertama. Oops! Kita terus diingatkan dengan bagaimana ia bermain saxophonenya. Ia mampu menarik perhatian penonton dan membuat semua mata tertuju padanya. Dan itu adalah kelebihan Ubay yang belum tentu dimiliki oleh kontestan lainya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, ia memiliki sebuah “senjata” yang sangat kuat, ia memiliki sebuah big gun yang akan menghabiskan kontestan lainya KALAU ia tahu cara membuat penonton mati kelepek-kelepek. Sepertinya ia masih belum tahu bagaimana cara membuat penonton mau menyisahkan pulsa nya untuk mendukungnya. Penampilanya tadi malam mungkin saya akan setarakan dengan penampilan Khanza, ada yang ingat Khanza tahun lalu? Penampilan Khanza, Rio tahun lalu, Gilang beberapa tahun yang lalu dan penampilan-penampilan buruk lainya. Maaf ya, tadi malam merupakan penampilan yang mampu membuat saya berdiri dan meniggalkan televisi. “Beauty And The Beat” adalah lagu upbeat yang sangat beresiko. Anda bisa gagal menyanyikan lagu ini, like really really fail. Atau anda bisa memberikan sebuah kesan yang memorable. Ubay memberikan keduanya. Kesan memorable of how bad this performance is. Vokalnya kemana-mana. Cara ia bernyanyi sok asik. Gayanya dibuat-buat. Semuanya sangat gagal total. Dan mungkin menjadi sebuah penampilan yang akan saya lupakan.

Muhammad D’Virzha – Somebody That I Used To Know – Gotye

Saya mungkin bisa jadi satu-satu nya orang yang tidak menyukai penampilanya tadi malam. So, Me Vs The World. Saya pikir Virzha bisa jadi kontestan yang menarik dalam pemilihan lagunya. Tadi malam, what the hell? Saya suka dengan gaya ia bernyanyi dengan gaya yang menurut saya cool. Gaya yang hanya bisa ia lakukan tetapi tidak bisa dilakukan kontestan lainya. Chorus nya yang membuat saya begitu membenci penampilanya tadi malam. Saya juga mendengar teriakan-teriakan pada penampilanya tadi malam yang menurut saya super gak penting. Menurut saya ia tidak memberikan sebuah penampilan yang akan memberikan ia sebuah keuntungan bagi vokalnya. Karena ini adalah kontes bernyanyi. Saya sama sekali tidak menyukai apa yang ia sajikan tadi malam. Sangat disayangkan.

Dewi Puspita Andini – Who You Are – Jessie J

Saya awalnya tidak mengenal Dewi. Seperti tidak tahu dari mana munculnya Dewi karena Dewi tidak mendapatkan sebuah screentime yang cukup. Namun, saya mulai menyadarinya ketika ia bernyanyi minggu lalu. Dewi memiliki sebuah range vokal yang luar biasa luas. Dan ia bisa bernyanyi dengan range vokal yang ia miliki. “Who You Are” adalah lagu yang sangat fatal jika tidak dinyanyikan dengan hati. Jika saya harus mengomentari Dewi karena satu hal, hal tersebut adalah dari cara ia menyampaikan pesanya. Ia tidak menyanyikanya dari hati. Namun, saya melihat penampilanya sangat amusing yang membuat saya melupakan hal tersebut. Suaranya gokil. I just love every minutes of the performance! Saya sangat mendukung Dewi mulai sekarang.

Husein Alatas – Bahasa Kalbu – Titi DJ

Seperti yang saya katakan diatas tadi, merupakan sebuah pemilihan lagu yang cukup berbeda dan berani dari Husein. Saya bukan tipikal orang yang menyukai penyanyi semacam Husein. Saya menunggu saat-saat dimana ia bisa memutarbalikan hal tersebut dan membuat saya menjadi lebih tertarik dengan genre nya Husein. Tadi malam, Husein memberikan sebuah penampilan yang menurutnya akan mengesankan para juri namun gagal. Tidak gagal. Karena para juri sepertinya fine fine saja dengan penampilanya tadi malam. Husein menurut saya gagal total. Sebuah lagu yang jangan pernah diubah. Dan tadi malam, saya tidak mendengar kelebihan-kelebihan Husein yang membuatnya menonjol. Walaupun saya harus tetap mengapresiasikan kekretatifan Husein. Tidak mampu memberikan penonton sebuah penampilan yang ditunggu-tunggu dan tidak mampu membuat penonton mengemis-ngemis akan penampilanya yang berikutnya. Well, we’ll see how It pans out.

Martinha Eza – Underneath Your Clothes – Shakira

Semakin keakhir penampilan-penampilan semakin luar biasa. Saya adalah orang yang tidak menyukai kontestan yang satu ini. Menurut saya, ia akan dibabat abis dengan suara-suara kontestan lainya. Tetapi, lihat dimana ia sekarang. Di babak spektakuler yang menurut saya sangat membingungkan. Saya tidak menemukan letak keindahan karakter vokal Eza dan bukan seseorang yang menyukai cara ia bernyanyi dan suaranya yang orang temukan seksi. Tadi malam, Eza memberikan saya contoh dimana saya harus diam dan jangan banyak mengomentarinya karena tadi malam merupakan sebuah penampilan yang solid. Walaupun sebenarnya masih banyak kekurangan-kekurangan. Namun sepertinya kali ini saya harus tetap memuji Eza dan penampilanya tadi malam. Outfits looks nice. Dan saya cukup akui bahwa gaya ia berynyanyi juga semakin keren dan semakin santai. Pemilihan lagu yang menarik. Vokal yang semakin membaik. Namun bukan sebuah penampilan yang mampu membuat saya menangis meminta lebih.

Wildcard Round:

Saya cukup terkejut bagaimana Windy bisa nyempil dan bagaimana para penonton bisa memberikan ia dukungan lewat penampilanya yang sangat lackluster. Saya juga cukup terkejut bagaimana orang cukup menyukai Yunita lewat oldfashion nya. Dan saya cukup terkejut bahwa ada orang yang meningat penampilan Gio di pembuka tadi malam. For the hard part, saya cukup terkejut bahwa juri tidak memilih Ubay dan Yuka. Malah menyia-nyiakanya untuk Husein. Tetapi, itu terserah mereka. Mungkin mereka melihat Husein lebih bisa menyanyikan sebuah lagu lebih baik dari Yuka dan Ubay (Hm! Kidding). Tad malam ada pergantian rules, bahwa keempat yang tersisa akan bernyanyi sekali lagi dan akan memberikan sebuah penampilan sekali lagi dimana line sms sudah dibuka. Tentu saja, mereka gak mau rugi. Sudah dibuka seminggu penuh masih aja mau dibuka. Walaupun sebeanrnya saya sudah cukup jelas dan tahu bagaimana dan siapa yang akan melaju. Saya suka dengan pergantian rules ini namun saya tidak suka bagaimana mereka mengganti dari TOP 12 ke 13. Yang menurut sya terlalu memaksa Yusuf dan Yuka untuk dua-duanya masuk. Saya hanya ingin menepuk-nepuk Aksha dan Ajeng dibalik ketidakadilan ini. Penampilan mereka menurut saya lebih baik dari penampilanya yang sebelumnya. Yuka Tamada memberikan sebuah penampilan yang sangat powerful dan sangat berani. Vokal nya yang gila. Yusuf Ubay memberikan sebuah penampilan santai, easy, laid back namun masih cukup menyenangkan. Aksha Rinelsya memberikan penampilan yang cukup mudah untuk dilupakan. Dan Ajeng memberikan sebuah rendisi yang baru untuk lagu Afgan namun tidak cukup untuk membuatnya masuk dan melaju ke babak berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s