Indonesian Idol TOP 13 Recap: Dream Comes True, Poll + Power List!

Mungkin selama menyaksikan Indonesian Idol, sepanjang sejarahnya ini adalah panggung termegah yang pernah mereka berikan. Sebuah panggung yang mampu membuat kontestan bergerak luas. Dan apalagi untuk lagu grup “Idola Indonesia” yang pastinya akan lebih mudah membuat koreografi dengan panggung yang lebih besar dari biasanya. Masih mengingat panggung tahun lalu yang sangat sempit sehingga mereka harus berdesak-desak ketika Grup number. Jadi koreografi kurang maksimal. Anyways, malam ini adalah malam yang mampu membuat saya tersenyum. Dari Scoring di Home, saya dapat lihat bahwa minggu ini mengalami peningkatan walaupun masih ada yang di 20s (Husein) dan masih ada yang di daerah 30s (Yunita&Eza). Menurut saya, merekalah tigapenampilan paling mengecewakan. Oops, too soon. Saya malam ini jatuh cinta dengan para juri yang sangat critical kepada kontestan. Terutama Anang yang memberikan sebuah masukan yang sangat bermanfaat. Tantri masih gak jelas namun Tantri memberikan masukan yang cukup membantu. Dhani malam ini sungguh mengejutkan bahwa ia berguna dan layak menjadi juri. Dan Titi DJ is Titi DJ. Dan tidak disangka malam kemarin berjalan dengan begitu cepat. Props juga buat band nya yang mengiringi setiap performances dengan sangat baik. Tadi malam merupakan malam yang cukup spektakuler.

BhAuQhBCIAA3mmi

Best performance of the night goes to Yusuf Ubay. Memberikan sebuah penampilan berkelas. He definitely came back from last week’s messy and jerky performance. Muhammad D’Virzha berada di belakang Ubay sedikit. Memberikan sebuah penampilan yang bernyawa dan hidup. It came alive last night, It really was. Nowela Elizabeth memberikan sebuah penampilan stellar yang cukup solid dengan mendapatkan tiga standing ovation. So soon for the first Spectacular Show. Spektakuler? Iya. Apakah itu layak mendapatkan tiga standing ovations? Tidak sepenuhnya setuju dengan standing ovation tersebut, namun memang penampilan stellar dengan vokal yang kuat. Maesarah Nurzaka berada sedikit dibelakang Nowela. Sangat sedikit dibelakang Nowela. Dengan penampilan yang meyakinkan. Walaupun gak mampu meyakinkan juri. Whatever. That was a stellar performance. Areally really good one. Untuk mencari lima penampilan terbaik malam kemarin cukup sulit. Karena hanya empat dari mereka yang memberikan sebuah penampilan killer nya. Sisanya memberikan penampilan yang so-so atau medium. Giofanny Elliandrian makes it all the way back to the my top 5 this week, Dengan penampilan yang AHH!!!! Yunita Nursetia seharusnya pulang kemarin malam. Too messy and too horrible to handle. Saya sebenarnya sangat ingin memberikan Martinha Eza kesempatan untuk seminggu lagi, namun sayangnya Indonesia tidak setuju. Walaupun sebenarnya setelah “Hummingbird Heartbeat” bukanlah penampilan yang spektakuler. Husen Alatas, tidak mengerti bagaimana orang begitu menyukainya dengan penampilan yang sangat mediocre. My other favorite, Dewi Puspita was a big miss tonight. Dan semuanya jatuh kepada, “Apakah Eza pantas pulang kemarin malam?” Setelah ‘Hummingbird Heartbeat’, Ya. Tapi kalau melihat ke semua penampilan tadi malam. Not quite sure If that is the best decision from Indonesia, but the performance wasn’t good. “Apakah Tiga Terbawah Got It Right?”

Miranti Yassovi  – I Don’t Know Why by Moony
Miranti ini selalu memberikan sebuah lagu yang unik, berbeda dan pintar. Tetapi tunggu dulu, pintar memilih lagu apakah ia juga pintar dalam mengemas lagu itu dan menyanyikanya dengan baik? Saya tidak yakin bahwa Miranti memiliki sebuah usaha yang cukup untuk memberikan lagu menjadi punya dirinya sendiri. “I Don’t Know Why” is a perfect example of how she’s not quite ready to sing the song. Ini adalah lagu yang sedikit diluar jalur Miranti. Miranti menurut saya bukan semata-mata hanya penyanyi Jazz. Menurut saya, dia lebih ke Pop tetapi dengan sentuhan Jazz. Karena jika ia nyanyi Pop, suaranya jauh lebih ber”nyawa” dibandingkan ia bernyanyi Jazz walaupun bernyanyi keduanya memberikan sebuah sentuhan sensual kedalam lagu tersebut. Nice eyes. Kali ini agak upbeat dan membuat Miranti harus bergerak ke panggung dan kesisi-sisi panggung lainya.

Ryan D’Angga – Tetap Mengerti by Kerispatih
First of all, Get a haricut dude! Sejujur-jujurnya, saya belum menemukan satu hal yang saya sukai dari Ryan sepanjang perjalananya. Dari group round, penampilan Ryan kian menurun. Walaupun jelas lebih baik dibandingkan minggu lalu, Ryan memilih sebuah lagu yang sudah pasti bisa ia taklukan. Masalahnya, juri dan saya meminta lebih dari sekedar “easy song, slayed”. Walaupun memang minggu lalu saya bilang saya lebih mau Ryan bernyanyi dengan keindahanya Ryan seperti di Audisi. Dan hal tersebut sepertinya sangat sulit untuk diwujudkan Ryan, entah mengapa. Penampilanya tadi malam memang cukup memberikan saya pandangan akan seberapa jauh ia bertahan dalam kompetisi ini. Saya hanya takut Ryan terjerumus kedalam “forgettable guy” factor. Sekarang ini, pria-pria di Indonesian Idol sedang mengalami sebuah lomba. Ubay, Virzha dan Husein harus kita akui berada dalam satu level. Dimana banyak sekali yang ngefans sama mereka. Dan hal ini membuat Gio dan Ryan semakin terpojokan. Dan saya hanya ingin Ryan untuk kembali ke Ryan yang dulu di audisi dan bernyanyi dari hati. Titi DJ bilang Ryan mengambil waktunya dan tidak overdo it. Tidak ber”aktrobatik”. Yang menurut saya adalah hal yang paling penting untuk berakrobatik tapi dalam takaran yng pas. Tantri bilang penampilan dia biasa aja, sama seperti Anang. Dan Dhani mengatakan bahwa bukan masalah Ryan melakukan akrobat di dalam penampilanya, Dhani tidak yakin bahwa Ryan mampu melakukan hal tersebut. Whoops.

Dewi Puspita – Heart Attack by Demi Lovato
Dewi adalah salah satu kontestan terfavorit saya. Dengan usianya yang muda, ia memiliki vocal range yang sangat luas dan dengan cara ia bernyanyi itu, ia bisa menyanyikan lagu apa saja…..sampai tadi malam. Jelas terbukti bahwa Demi Lovato bukanlah jenis penyanyi yang sejenis dengan Dewi sehingga Dewi kesusahan menyanyikan lagu yang satu ini. Saya memberikan additional points untuk pemilihan lagu yang bikin saya terkejut sedikit bahwa akan ada yang menyanyikan sebuah lagu Demi Lovato yang super-sulit. Vocally, she is rough. She’s all over the place. Kata yang tepat untuk men-describe performance nya tadi malam adalah, trainwreck. Dhani mengatakan bahwa Pemilihan lagu Dewi sangat bagus dan sangat modern. Anang mengatakan kalau ia sendiri tidak salah memilih minggu kemarin dan berkata bahwa Dewi bisa melakukan sesuatu yang lebih dari penampilanya barusan. Ada nada-nada yang bermasalah tapi secara garis besar, penampilanya baik. Titi DJ mengatakan bahwa Dewi yang paling muda di kompetisi namun suaranya sudah matang. Tantri setuju dengan Anang kalau mereka tidak salah pilih. What kind of feedback is this?

Yusuf Ubay – Proud Mary by Tina Turner

Shoutout to Jessica Sanchez! Yay! Ubay mengatakan bahwa alasan mengapa ia minggu kemarin memberikan sebuah penampilan yang mengecewakan adalah karena ia nervous. Hm. I love how much this guy wants to win the show. This guy is so serious in this bussiness. Dan songchoice terbaik untuk malam ini jatuh kepada Ubay. “Proud Mary” harus dinyanyikan dengan sassy-ness kalau cewek, dan Jessica Sanchez memang menyanyikan lagu ini. Tetapi, jika seseorang mengikuti perjalanan Jessica Sanchez dari awal hingga penampilan “Proud Mary” nya ini, penampilan “Proud Mary” Jessica Sanchez masih dibawah rata-rata bagaimana ia tampil. Oke, tidak membahas Jessica Sanchez. Ubay memberikan sebuah penampilan papan atas yang menurut saya sangat luar biasa. Not a picture perfect. Tetapi ini jujur saja mengejutkan saya dan mampu membuat saya terdiam dengan semua harsh comments yang saya berikan kepada Ubay minggu lalu. Ubay definitely came back and slayed. Walaupun ada nada-nada yang bermasalah, seringkali terasa ia terlalu keras berusaha mengambil nada tinggi dan terkadang nada tinggi tersebut tidak berhasil diraihnya. For the most part, It’s a good good good night for him. Anang memberikan Ubay sebuah standing ovation. Dhani mengatakan bahwa Ubay bisa jauh lebih baik dari Judika, dalam artian bisa menyanyikan lagu apa saja. Dhani takjub dan mau Ubay untuk berada di TOP5, No worries, we’ll see him there. Tantri mengatakan bahwa tadi malam adalah Ubay yang sebenarnya. Dan menambah bahwa jika Ubay bernyanyi dengan saxophone itu satu paket. Titi DJ bilang Ubay sexy. This is baby boom, man. Yang paling membuat saya senang dengan penampilanya sekaligus dengan Ubay adalah Ubay tahu apa arti lagu ini. Ini adalah sebuah hal yang sangat penting yang terkadang diabaikan. Dan good to hear that.

Yuka Tamada – Dog Days Are Over by Florence And The Time Machine

Pertama kali ketika mendengar Yuka akan membawakan lagu Florence adalah, “Apa? Florence lagi?” Saya hanya tidak mau ia stuck di lingakran setan Florence. Saya tidak yakin dengan apa genre Yuka, apakah ia ingin menjadi penyanyi indie seperti Florence dengan sentuhan rock dan blues. Atau ia ingin menjadi penyanyi Jazz atau Pop. Saya sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Yuka adalah kebingungan bagi saya. Performancenya tadi malam merupakan sebuah performance yang cukup memberikan saya kesempatan untuk menyukai Yuka sedikit lebih dari minggu kemarin. She looks pretty. Yang saya sukai adalah saya merasakan kebebasan ketika ia bernyanyi. Saya merasakan bahawa ia sungguh passionate. Dan BIG note at the end was just blown away. Yang saya tidak sukai adalah dia Oversinging. Oversinging akan memperburuk penampilan. Dan tadi malam Yuka terlalu berusaha keras untuk bernyanyis ehingga dia oversinging. Dan nervous nya sangat terasa. Dia juga ngos-ngosan. Tanganya gemeteran dan gaya ia bernyanyi belum mampu membuat saya nyaman menyaksikanya. Masih banyak yang harus ia pelajari sejujur-jujurnya. Dhani bilang “Holy Cow”. Tantri bilang refrensi lagu yang sangat luar biasa. Yuka mampu membuat sebuah lagu menjadi miliknya. Titi DJ memberikan Yuka sebuah nasihat agar Yuka menyanyikan lagu-lagu terkenal. Karena jika tidak, penonton akan malas. I disagree. Don’t you wanna hear something new, Mba Titi? Anang tidak setuju sama Titi (YES!) Yuka berani lari dari ke-mainstream-an. Yes! I agree!

Windy Yunita – No Air by Jordin Sparks ft. Chris Brown

I am gonna be super critical towards Windy tonight. Setelah minggu lalu saya terlalu harsh dengan dia dan terlalu jahat. Menurut saya dia tidak layak berada di Panggung Spektakuler. Tetapi, berhubung hanya Ajeng dan Aksha yang tidak masuk ke babak berikutnya, saya lebih baik Windy. Windy sebenarnya bisa bernyanyi. Namun, vocal range nya terbatas. Sangat tipis dan hal itu akan menganggunya di kemudian hari. Saya suka dengan nada awal yang ia ambil yang menurut saya sangatlah tepat. Dan ia mampu meraih beberapa nada tinggi. Cara pengendalianya yang sampah. Sangat gagal memberikan sebuah sentuhan emosional bagi penontonya. It didn’t really go anywhere. It was really really boring. Tnatri bilang kualitas Windy sangat baik. Dan mengatakan bahwa ini adalah penampilan terbaik Windy. Titi DJ mengatakan bahwa Windy bersinar di atas panggung spektakuler. Anang mengatakan bahwa ia belum merasakan kemampuan Windy yang luar biasa. Dhani mengatakan bahwa Dhani Love her full. Pfft. Nah. I’ll skip this one.

Giofanny Elliandrain – Seperti Yang Kau Minta by Chrisye

Seperti yang saya katakan sebelumnya, pimp spot untuk season ini sepertinya jatuh kepada Husein, Ubay dan Virzha. Dan hal ini menempatkan Gio pada edge of the cliff dimana the time will come. It’s just a matter of time that Gio will go. Dan menurut saya ia harus benar-benar menampilkan sebuah penampilan stellar dan mencuri perhatian. First of all, NEVER EVER fix your outfits while you’re performing. That is just a no no! Gio memilih lagu Indonesia. HA! Finally! Saya memang suka kalau kontestan membawakan lagu barat cuma kalau full list lagu barat agak gimana gitu… Gio mendedikasikan lagu ini untuk keluarganya. Alasan mengapa ia menyanyikan lagu ini adalah karena ia tidak pernah bisa menjadi ayah dan sosok pria yang selalu diinginkan keluarganya. That is so deep, man. Ketika saya mendengar hal tersebut, saya langsung tersentuh. A very emotional performance. Walaupun tidak memberikan sebuah vokal yang luar biasa, Gio memberikan sebuah penampilan menyentuh. Seperti sebuah one on one. Seperti sedang bercerita. From heart to heart. Ia menjaga emosi dalam takaran yang pas. Walau dengan teknik bernyanyi yang sedikit terlupakan karena luapan emosinya. Man, at the end he brought it back. I am bawling into tears! Titi Dj mengatakan bahwa sangatlah baik menempatkan keluarga sebagai sumber inspirasi. Anang mengatakan bahwa emosinya lebih baik dari minggu lalu namun bukan lagu yang tepat untuk Gio dan suaranya. Tantri bilang Gio harus bisa memodifikasi inspirasi nya Gio. Saya benar-benar gak ngerti sama Tantri. Maksudnya si Gio ini copycat? Excuse me? Dari segi mananya saya gak ngerti. Jika ia memang terinspirasi sama Ariel Noah, tidak ada hal yang membuatnya sama dengan Ariel Noah. Oh My God.

Martinhza Eza – Hummingbird Heartbeat by Katy Perry

Eza menurut saya sangatlah membingungkan. Di sisi lain, saya mulai menyukai Eza. Gayanya mulai cool. Dan di sisi lain, penampilanya tadi malam was a hot mess. I just find her really sexy and hot sometimes. Eza membawakan sebuah lagu Pop. Hm. Menurut saya genre nya Eza lebih ke Rock dibandingkan Pop. Jadi, bagi dia untuk membawakan lagu Pop adalah sangat risky. Walaupun saya betul-betul menghargai bahwa ia mau mengambil resiko dan kesempatan untuk menyanyikan sebuah lagu Pop. Itu adalah keputusan yang risky namun sangat berani dan keberanian adalah suatu hal yang harus dimiliki oleh kontestan agar bisa sukses nantinya. Performance nya tadi malam sangat shaky. Dia ngos-ngosan, kaya habis lari 10km. Terutama pada chorus yang sepertinya ia tidak bisa menyanyikan chorus tersebut dengan benar. Terdengar seperti, “Hah-mingh-birdh-hardh-birdh” potongan-potongan tersebut sangatlah menganggu. Anang mengatakan bahwa Eza tidak lebih baik dibandingkan minggu lalu. Tantri mengatakan bahwa suaranya memiliki kekuatan gaib yang mampu membuat Tantri merinding. (Yeah right!) Titi DJ mengatakan bahwa Eza melupakan hal terpenting yaitu bernafas. Kenapa juri ini pada baik-baik ketika harus berhadapan sama Eza tetapi sangat harsh terhadap kontestan lainya? Well, another reason why I’m fine that Eza is leaving the show. No judges pet allowed.

Husein Alatas – Impossible by Shontelle

Dari sekian banyaknya lagu di dunia kenapa harus menyanyikan lagu “Impossible” Like seriously? Why are you so bad at choosing songs. Hm. Oke. Husein mengambil keputusan untuk berada di jalur yang lebih ke arah, “Gue akan memberikan penampilan metal dan rock gue nanti di tengah-tengah spektakuler”. Seperti ia sudah yakin kalau ia akan maju terus. Menurut saya, penampilan ini memberikan sebuah gambaran kalau ia asal nyanyi. Husein melupakan banyak sekali lirik. Ya, saya hafal dengan lirik “Impossible”. He’s all over the place. Sok asik. Kasian liatnya. Please let him go next week. Kalau Husein dipuja-puja karena genre rock nya dan suara serta penampilan rocknya yang baik, kenapa tidak membawakan hal tersebut ke panggung spektakuler? Kenapa harus sok-sok bereksperimen menunjukkan sesuatu yang gak perlu kita lihat? Dhani mengatakan bahwa Husein did well. Tantri mengatakan bahwa Husein “menyikat” lagu apapun dengan karakter vokalnya. Titi DJ mengatakan bahw Husein memiliki kepribadian yang berbeda ketika ia bernyanyi diatas panggung. Titi DJ mengatakan ia punya alter-ego. Anang bilang penampilanya tidaklah 100 walaupun ia berekspektasi bahwa penampilanya akan 100.

Maesarah Nurzaka – Emotion by Mariah Carey

To be completely honest, memilih lagu Mariah Carey adalah sebuah keputusan yang berani. Rini Idol menyanyikan lagu tersebut dan menurut saya itu tidaklah cukup. Sarah memukau. Di awal penampilan, dengan hanya ada dia dan backing vocals. Semi-acapela. Saya merinding. Saya sempat mengeluarkan kata-kata kasar karena sangking kerenya penampilan Sarah di awal. Walaupun pada akhirnya, arrangement berubah menjadi agak jerky dan too karaoke. Namun, vokalnya Sarah disini laur biasa. Ketika di “Honeymoon Avenue” kita masih bisa merasakan vokal Sarah yang terlalu dipaksakan. Disini kita merasakan sebuah kenaturalan suara Sarah. Ya, karena ia memang bisa bernyanyi. Tantri mengatakan bahwa Sarah menyanyikanya dengan nyaman dan Outstanding. Titi DJ bilang bukan penampilan Sarah yang terbaik. Agak pitchy. Ya sih, saya mendengar agak pitchy di runs nya yang menurut saya harus ia perbaiki. Karena ini bukan sekali dua kali, dari “A Thousand Years” sampai sekarang Sarah masih agak pitchy di runs nya. Anang mengatakan bahwa Panggung Indonesian Idol sangat tampak internasional karena kehadiran Sarah. Luar biasa. Dhani bilang ia belajarnya kurang pas dan tidak dikuasai semua nadanya.

Yunita Nursetia – I Knew You Were Trouble by Taylor Swift

Penampilan yang paling bikin saya emosi tadi malam. Seperti yang saya katakan, saya tidak pernah menyukai Yunita. Penampilan yang terlalu old fashion dan terlalu tua menurut saya. Saya juga masih belum mengerti bagaimana Yunita bisa mendapatkan dukungan sebanyak itu. Paragraf ini akan sangat menyedihkan. Dari awal Yunita mengatakan lagunya apa saja dia sudah salah. “Saya akan menyanyikan lagu Trouble dari Taylor Swift” ujar Yunita dengan pedenya. Seriously girl? You don’t know the title of the song? Yang saya spot dalam penampilanya yang satu ini. 1) Banyak sekali nada-nada sumbang. So pitchy. 2) Di you found me, you found me itu sangatlah buruk. Too nasally. 3) Ia Lupa lirik. 4) Ia lupa lirik untuk ke 2x nya. 5) ia lupa lirik lagi. Yunita tidak dilahirkan untuk menyanyikan lagu-lagu anak muda centil seperti ini. She’s not taylor swift, and I know that. But I’m not expecting her to be Taylor Swift! Banyak sekali kecacatan dalam performance nya kali ini. Anang mengatakan bahwa Yunita bisa lolos ke babak berikutnya. Titi DJ mengatakan bahwa Yunita adalah trouble (In a good way, obvi).

Muhammad D’Virzha – Human by The Killers

Virzha mungkin kontestan lain selain Yunita dan Husein yang tidak saya sukai. Saya tidak pernah benar-benar suka dengan Virzha. Dan Virzha, saya tahu merupakan sebuah penyanyi yang sangat luar biasa. Penampilanya minggu lalu merupakan penampilan yang me against the world. Saya tidak menyukai penampilanya namun semua orang menyukainya. Juri apalagi. Menurut saya, Virzha sudah mempunyai semuanya. Penampilanya tadi malam came so alive. Sangat fun dan enjoyable. Saya tidak mengerti kenapa saya begitu menyukai Virzha tadi malam, namun cara ia bernyanyi sangatlah asik. Pemilihan lagu yang sangat luar biasa. Dari the Killers. Who gets to sing it? Anang mengatakan bahwa dia sangat pantas berada di panggung spektakuler. Luar biasa. Dhani mengatakan bahwa ia menyanyikan lagu ini lebih baik dari penyanyi original nya. Mulai deh delusional nya. Tantri mengatakan bahwa ia punya aura rockstar. Dan Titi DJ mengatakan bahwa ia mendengarkan masukan dari Titi DJ minggu lalu untuk tidak terbawa emosi dan tidak oversing it.

Nowela Elizabeth – Wrecking Ball by Miley Cyrus

After last week’s killer performance, I am starting to doubt Nowela that she’s a human being. I think she’s an alien. Sama seperti Husein, dari sekian banyaknya lagu kenapa harus Wrecking Ball? Saya ingat Nowela menyanyikan lagu Wrecking Ball pada babak Eliminasi pertama. Merupakan sebuah penampilan yang agak berantakan. Dimana ia melupakan lirik-lirik atau salah lirik. Ia menyanyikan lirik bagaikan lirik tersebut sudah diganti. Saya awalnya berpikir ini adalah lagu yang terlalu gampang buat dai nyanyikan jadi tak ada rasa spesial pada penampilanya. I just want her to go big every single damn week. And this is not going big. Walaupun terlepas dari kekecewaan karena menyanyikan lagu yang terlalu gampang, Nowela tetap mendapatkan sebuah pujian luar biasa. Penghayatan yang luar biasa. Paruh pertama merupakan paruh yang sungguh membosankan. Mark my word. SUNGGUH. Paruh kedua saya langsung ditonjok-tonjok dengan suara raspy nya. Sebagai penutup di malam Spektakuler pertama, dia menutupnya dengan penampilan yang cukup bagus. Dhani mengatakan bahwa Penampilan yang terbaik pada malam tadi. Tantri mengatakan bahwa ia merinding menyaksikan penampilan Nowela. Titi DJ mengatakan bahwa Nowela mampu menahan nada tinggi di chorus nya dan usahanya untuk menyanyikan lagunya sangatlah luar biasa. Anang mengatakan bahwa orang Indonesia bisa Internasional dan hal tersbut dari Nowela. Mungkin maksdunya, jika ada orang Indonesia yang mampu go internasional, dia adalah Nowela. Well, Well, Well. Another standing ovation.

“Apakah Eza pantas pulang kemarin malam?” Setelah ‘Hummingbird Heartbeat’, Ya. Tapi kalau melihat ke semua penampilan tadi malam. Not quite sure If that is the best decision from Indonesia, but the performance wasn’t good. “Apakah Tiga Terbawah Got It Right?” Sebenarnya, It came down to how you perform on stage. Kenapa Husein dan Yunita bisa lolos. Karena walaupun secara vokal dan teknik merupakan sebuah penampilan yang disgusting-ly-horrible (not even a word), tetapi mereka mampu meninggalkan sebuah bekas di panggung tersebut sehingga mereka mudah diingat. Gio menurut saya masuk ke 3 Terbawah karena Gio menyanyikan lagu Indonesia. Funny? Really funny. Indonesia seakrang melihat siapakah yang mampu menyanyikan sebuah lagu barat dengan baik. Mereka mengira bahwa mereka yang menyanyikan lagu barat adalah mereka yang dengan kualitas vokal yang terbaik. Mereka tidak sadar bahwa kemarin malam penampilan Gio juga bagus. Dan akhirnya, kesukaan semua juri harus pulang tadi malam. Saya cukup senang karena Juri tidak memberikan sebuah hak veto kepada Eza walaupun hati kecil saya masih ketakutan bahwa mereka akan memberikan hak veto tersebut.

Power List (setelah penampilan dan hasil voting minggu ini):
12. Dewi Puspita
11. Miranti Yassovi
10. Ryan D’Angga
9. Yunita Nursetia
8. Giofanny Elliandrian
7. Yuka Tamada
6. Windy Novita
5. Maesarah Nurzaka
4. Husein Alatas
3. Muhammad D’Virzha
2. Nowela Elizabeth
1. Yusuf Ubay

Advertisements

6 thoughts on “Indonesian Idol TOP 13 Recap: Dream Comes True, Poll + Power List!

  1. dalam 2 tahun terkahir Idol jadi lebih berbobot, karena mulai diperbolehkan menyanyikan lagu asing.
    tahun kemarin bagus, tahun ini meningkat pada bagus-bagus.
    sejauh ini sih…

    Well Eza sedikit membuat kesalahan kemarin, salah pilih lagu. Kurang cocok dengan pita suaranya. Sayang sekali saya harus bilang: pantas!

    • Yup, sebenernya kata Dhani kemarin ada bener nya juga sih, “Kalau bisa go Internasional kenapa ngga? Kalau bisa nyanyi lagu barat kenapa engga?” Gitu. Tapi yah, sayang beberapa orang mikir kalo kontestan kita udah gak bisa mengapresiasikan lagu-lagu Indonesia lagi.

      Tahun kemarin kita udah punya gambaran kalau Regina tuh pasti menang kalau gak setidaknya final. Tahun ini bener-bener gak ada gambaran siapa yang bakal menang jadi bikin lebih interesting. Iya, dia salah pilih lagu. Lagu-lagu Katy Perry tuh lagu yang hanya bisa dinyanyikan sama Katy aja, kalo udah di cover jadi less interesting atau jadi gak spesial.

  2. aku sedih banget dewi tersisih…padahal talenta lengkap banget..setiap nyanyi bikin kita terkesima…mungkin dia termasuk kurang dana buat sms…apalah daya smsku ga begitu membantu…maaf ya dewi…sukses butmu

    • Itulah Indonesian Idol. Atau lebih tepatnya Orang Indonesia, mereka gak nge-vote berdasarkan performance mereka pada malam itu. Beda sma Americna Idol dan ajang-ajang lainya dimana kontestan di sms berdasarkan penampilan bukan karena looks atau penampilan fisiknya, efek belas-kasihan dan mereka cenderung ngevote karna udah dari dulu dari audisi. Mereka gak mau ngasih kesempatan buat yang penampilanya bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s