Review: Pompeii (2014)

Pompeii-2014-Movie-Poster1

Sepertinya tidak ada satupun karya dari Paul W.S Anderson yang betul-betul saya sukai. Sepertinya semua karya nya sudah bagaiakan dikutuk karena Paul W.S Anderson tidak pernah bisa membuat saya terpukau dan tertarik dengan karya-karyanya. Sebut saja, The Three Musketeers (2011) yang tidak seberapa itu. Resident Evil: Retribution pada tahun 2012 yang menurut saya seri terburuk dari semua franchise Resident Evil. Yang sayangnya ia sendiri akan melanjutkan seri-seri berikutnya. Sepertinya Paul W.S Anderson tidak pernah bisa benar-benar belajar dari kesalahan-kesalahanya. Kali ini, ia akan mengangkat tragedi dari kisah nyata yang cukup terkenal, sebuah tragedi yang terjadi di negara Italia atau di sebuah kota kecil bernama Pompei, dimana warganya tewas akibat gunung berapi yang membuat mereka membeku akibat dari abu yang keluar dari gunung berapi tersebut. Hasilnya, karya Paul W.S Anderson kali ini harus diakui mengalami sebuah peningkatan dari karya-karya sebelumnya yang berarti ia telah belajar dari kesalahan-kesalahan dia di karya-karyanya sebelumnya.“Pompeii” diawali dengan pembantaian bangsa Celtic yang kemudian menyisakan Milo (Kit Harrington) yang kemudian diperbudak dan kemudian menjadi Gladiator. Dalam pertengkaran tunggalnya, ia selalu menang dan memberikan penonton apa yang mereka inginkan. Milo dikenal dengan kecepatan, kekuatan dan kemampuanya untuk melawan musuh dengan badan besar pun, walaupun Milo memiliki badan yang tak terlalu besar, ia mampu mengalahkan lawan-lawanya tersebut. Sampai ketika ia dibawa ke kota kecil bernama Pompeii oleh Bangsa Roma. Di saat inilah ia bertemu dengan putri dari sang Raja, Cassia (Emily Browning). Hari pertama di Pompei, Milo harus mengalami pertengkaran dengan salah satu gladiator yang kemudian mempertemukanya dengan salah satu gladiator terbaik milik Pompei, Atticus (Adewale Akinnuoye-Agbaje) yang akan bebas setelah pertengkaran tunggal terakhirnya. Di sisi lain, Cassia yang pindah ke kampung halamanya untuk menghindari Severus (Jared Harris) harus bertemu kembali denganya yang siap untuk menikahi Cassia lewat perjanjian dengan orang tuanya. Pada suatu malam, Milo dan Cassia dipertemukan kembali yang semakin mendekatkan keduanya, namun sayangnya mereka harus mengalami banyak sekali gejolak terutama Gunung Vesuvius megalami erupsi dan mengeluarkan banyak sekali bahan-bahan berbahaya yang siap untuk memusnahkan kota kecil tersebut.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, Paul W.S Anderson mengalami peningkatan dalam mengeksekusi sebuah film menjadi sebuah film yang setidaknya layak tonton. Setelah karya terakhirnya, “Resident Evil: Retribution” berhasil memasuki film terburuk saya pada tahun film itu dirilis, kali ini Paul W.S Anderson kembali dengan mengangkat sebuah tragedi terkenal dimana manusia tewas ditemukan membeku atau bisa dibilang mematung akibat dari abu-abu yang dikeluarkan oleh Gunung Vesuvius tersebut. “Pompeii” mungkin bisa dikatakan memberikan sebuah gambaran secara lebih dan lebih membuat saya mengerti akan tragedi yang begitu terkenal namun kurang saya ketahui ini. Kisah tersebut berhasil disampaikan dengan cukup baik. Kelebihan “Pompeii” terletak pada adegan aksi nya. Dimana adegan di Arena tersebut adalah salah satu adegan paling breathtaking yang pernah saya saksikan sepanjang 2014 ini. Ya, tidak banyak kompetisi di tahun ini, entah mengapa. Adegan-adegan aksi yang lain mampu dibalut dengan tingkat ketegangan yang konsisten di setiap adegan-adeganya.

Adewale-Akinnuoye-Agbaje-and-Kit-Harington-in-Pompeii-2014-Movie-Image1

“Pompeii” juga ditambah dengan kisah percintaan antara budak dengan seorang puteri. Kisah cinta yang sudah banyak diangkat kedalam sebuah film sehingga “Pompeii” bisa dikatakan tidak menambah sesuatu yang baru dari kisah percintaan yang menurut saya sungguh tragis. Tidak ada adegan-adegan yang mampu membuat saya tersentuh dari Kisah percintaan di dalam film “Pompeii” ini karena memang porsi yang diberikan bagi kedua pemeran utamanya sungguhlah minim. Dan mereka juga tidak meyakinkan penonton dengan chemistry antara Kit Harrington dan Emily Browning. Klise dan basi adalah kata yang tepat untuk bagian dari “Pompeii’ yang satu ini. Kelemahan lainya adalah dari akting para pemainya terutama Kit Harrington yang tidak mampu memberikan karisma dan daya tarik yang kuat dan juga dari Emily Browning sendiri. Terlepas dari parasnya yang cantik, Emily Browning belum mampu membuat penonton terpukau dari aktingnya yang sama sekali tidak memberikan sebuah kemampuan berakting yang baik.

Paul W.S Anderson kinda redeem himself on this one. Sebuah karya yang tentunya jauh dari kesempurnaan, namun “Pompeii” masih mampu membuat saya merinding dengan adegan pertengkaranya di Arena dan adegan-adegan yang menunjukkan sebuah musibah luar biasa ini. “Pompeii” berhasil membuat saya terpukau lewat spesial efek nya yang mampu menunjukkan sebuah gunung merapi yang sungguh mengerikan dan dengan lava-lava dan juga dengan asap-asap yang sungguh mengerikan. Dan juga dengan ombak besar yang dibuat dengan begitu epik dan begitu intense yang membuat “Pompeii” menjadi sebuah film musibah yang layak tonton. “Pompeii” masih belum bisa membuat saya merasa kasihan dengan karakter-karakter yang ada di film tersebut. Bahkan dengan karakter ibu yang ingin menolong anaknya yang sudah diinjak-injak tersebut tidak mampu membuat saya merasa kasihan karena entah mengapa semua karakter di dalam film ini tidak memberikan saya sebuah kesempatan untuk benar-benar menyukai masing-masing dari mereka. “Pompeii” yang sebenarnya menjadi film yang lebih dramatis dari yang saya kira cukup mampu menjadi film yang menghibur. Yah, walaupun secara keseluruhan bukanlah sebuah film yang akan memberikan penontonya sesuatu untuk dikenang terus menerus.

three-star-rating-md

Advertisements

2 thoughts on “Review: Pompeii (2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s